Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 08 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah menegaskan bahwa kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan benteng utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurutnya, SOP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pedoman kerja yang berisi rangkaian langkah dan tahapan yang harus dilaksanakan secara sistematis serta berurutan tanpa ada proses yang dilompati.
“Pentingkah itu? Sangat penting karena menjadi pedoman. Jika bermasalah hukum, yang ditanya aparat pemeriksa adalah SOP-nya. Begitu kita keluar dari SOP, langsung dianggap salah dan menjadi temuan atau dugaan penyimpangan,” tegas Amirullah saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan SOP melalui Aplikasi SOP Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Senin (8/6/2026).
Amirullah menjelaskan, penerapan SOP yang baik menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Pontianak.
Ia mencontohkan sejumlah kasus yang kerap terjadi di lapangan, mulai dari pengurusan pajak reklame hingga pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit. Dalam berbagai kondisi tersebut, kepatuhan terhadap prosedur dinilai mampu melindungi petugas apabila terjadi persoalan atau sengketa hukum di kemudian hari.
Sebaliknya, pengabaian terhadap SOP, meskipun terlihat sepele, berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar dan berdampak pada organisasi secara keseluruhan.
Selain menekankan pentingnya disiplin terhadap prosedur kerja, Amirullah juga mengajak ASN untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Pemkot Pontianak, kata dia, telah menghadirkan Aplikasi SOP Kota Pontianak untuk mempermudah penyusunan, pengelolaan, dan standarisasi SOP di seluruh perangkat daerah.
“Kita harus adaptif, menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi untuk kemudahan pekerjaan kita. Jadi, jangan alergi dengan aplikasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa penerapan SOP tidak hanya berlaku dalam pelayanan publik, tetapi juga mencakup berbagai aspek tata kelola pemerintahan, seperti administrasi keuangan, pengelolaan aset daerah, hingga penegakan disiplin pegawai.
Menurut Amirullah, penanganan ASN yang tidak disiplin maupun pegawai yang berhalangan tetap karena sakit juga harus mengikuti prosedur yang jelas agar roda organisasi tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
Karena itu, ia berharap seluruh peserta Bimtek dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan memahami pentingnya penyusunan SOP yang efektif serta mudah diterapkan.
“Sehingga SOP yang disusun nanti bukan sekadar dokumen administratif semata, melainkan menjadi pedoman kerja yang efektif, sederhana, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Pontianak,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah menegaskan bahwa kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan benteng utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurutnya, SOP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pedoman kerja yang berisi rangkaian langkah dan tahapan yang harus dilaksanakan secara sistematis serta berurutan tanpa ada proses yang dilompati.
“Pentingkah itu? Sangat penting karena menjadi pedoman. Jika bermasalah hukum, yang ditanya aparat pemeriksa adalah SOP-nya. Begitu kita keluar dari SOP, langsung dianggap salah dan menjadi temuan atau dugaan penyimpangan,” tegas Amirullah saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan SOP melalui Aplikasi SOP Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Senin (8/6/2026).
Amirullah menjelaskan, penerapan SOP yang baik menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Pontianak.
Ia mencontohkan sejumlah kasus yang kerap terjadi di lapangan, mulai dari pengurusan pajak reklame hingga pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit. Dalam berbagai kondisi tersebut, kepatuhan terhadap prosedur dinilai mampu melindungi petugas apabila terjadi persoalan atau sengketa hukum di kemudian hari.
Sebaliknya, pengabaian terhadap SOP, meskipun terlihat sepele, berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar dan berdampak pada organisasi secara keseluruhan.
Selain menekankan pentingnya disiplin terhadap prosedur kerja, Amirullah juga mengajak ASN untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Pemkot Pontianak, kata dia, telah menghadirkan Aplikasi SOP Kota Pontianak untuk mempermudah penyusunan, pengelolaan, dan standarisasi SOP di seluruh perangkat daerah.
“Kita harus adaptif, menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi untuk kemudahan pekerjaan kita. Jadi, jangan alergi dengan aplikasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa penerapan SOP tidak hanya berlaku dalam pelayanan publik, tetapi juga mencakup berbagai aspek tata kelola pemerintahan, seperti administrasi keuangan, pengelolaan aset daerah, hingga penegakan disiplin pegawai.
Menurut Amirullah, penanganan ASN yang tidak disiplin maupun pegawai yang berhalangan tetap karena sakit juga harus mengikuti prosedur yang jelas agar roda organisasi tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
Karena itu, ia berharap seluruh peserta Bimtek dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan memahami pentingnya penyusunan SOP yang efektif serta mudah diterapkan.
“Sehingga SOP yang disusun nanti bukan sekadar dokumen administratif semata, melainkan menjadi pedoman kerja yang efektif, sederhana, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Pontianak,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini