Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 11 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks di Kota Pontianak.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Coffee Morning yang digelar Kesultanan Kadriah Pontianak di Istana Kadriah, Kamis (11/6/2026).
Menurut Edi, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus pusat perdagangan dan pendidikan, Kota Pontianak terus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Berdasarkan data e-KTP, jumlah penduduk Pontianak kini telah mencapai sekitar 693 ribu jiwa.
Dengan masyarakat yang heterogen, Pontianak dinilai mampu menjaga kehidupan yang harmonis dan toleran. Namun di sisi lain, pertumbuhan penduduk dan tingginya mobilitas masyarakat juga memunculkan berbagai tantangan, mulai dari persoalan sampah, lingkungan, kemacetan lalu lintas hingga dampak dinamika ekonomi nasional dan global.
"Kita perlu sinergisitas dan kolaborasi untuk mengatasi persoalan-persoalan yang setiap hari kita hadapi bersama," kata Edi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Sejumlah program yang tengah berjalan di antaranya pembangunan jalan lingkungan, perbaikan drainase, kelanjutan pembangunan waterfront, hingga proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik yang saat ini mulai dikerjakan dengan dukungan pemerintah pusat.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Pontianak juga menghadapi tantangan kepadatan lalu lintas yang dipicu tingginya jumlah kendaraan bermotor serta aktivitas distribusi barang melalui pelabuhan.
"Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan infrastruktur strategis yang dapat mengurangi beban lalu lintas di dalam kota," paparnya.
Edi juga mengingatkan potensi ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga September. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan intrusi air laut ke sumber air baku serta meningkatkan potensi kebakaran lahan yang dapat berdampak pada kualitas udara di Kota Pontianak.
Meski demikian, sejumlah indikator pembangunan Kota Pontianak menunjukkan tren yang positif. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak saat ini telah mencapai 80,82, tingkat kemiskinan berada di kisaran 4 persen, dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas 5 persen.
"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak telah mencapai 80,82, angka kemiskinan berada di kisaran 4 persen, dan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen," ujarnya.
Kegiatan Coffee Morning yang dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat kolaborasi dalam mengatasi persoalan sosial, lingkungan, infrastruktur, serta keamanan di Kota Pontianak.
Sementara itu, Sultan Pontianak Syarif Melvin Alkadrie mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai wadah dialog untuk mempererat komunikasi sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Melalui coffee morning ini, kita ingin membangun sinergi antara Kesultanan Pontianak dan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sosial, penataan lingkungan, infrastruktur, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.
Menurut Sultan Melvin yang juga merupakan Anggota DPD RI, berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan semangat musyawarah.
“Kedekatan antara tokoh masyarakat, tokoh adat, aparat keamanan dan pemerintah menjadi modal penting dalam meredam potensi konflik serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat," imbuhnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meneladani nilai-nilai yang diwariskan pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang dikenal menjunjung tinggi persatuan tanpa membedakan suku maupun agama.
"Nilai tersebut tetap relevan dalam menjaga harmoni sosial di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks di Kota Pontianak.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Coffee Morning yang digelar Kesultanan Kadriah Pontianak di Istana Kadriah, Kamis (11/6/2026).
Menurut Edi, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus pusat perdagangan dan pendidikan, Kota Pontianak terus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Berdasarkan data e-KTP, jumlah penduduk Pontianak kini telah mencapai sekitar 693 ribu jiwa.
Dengan masyarakat yang heterogen, Pontianak dinilai mampu menjaga kehidupan yang harmonis dan toleran. Namun di sisi lain, pertumbuhan penduduk dan tingginya mobilitas masyarakat juga memunculkan berbagai tantangan, mulai dari persoalan sampah, lingkungan, kemacetan lalu lintas hingga dampak dinamika ekonomi nasional dan global.
"Kita perlu sinergisitas dan kolaborasi untuk mengatasi persoalan-persoalan yang setiap hari kita hadapi bersama," kata Edi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Sejumlah program yang tengah berjalan di antaranya pembangunan jalan lingkungan, perbaikan drainase, kelanjutan pembangunan waterfront, hingga proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik yang saat ini mulai dikerjakan dengan dukungan pemerintah pusat.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Pontianak juga menghadapi tantangan kepadatan lalu lintas yang dipicu tingginya jumlah kendaraan bermotor serta aktivitas distribusi barang melalui pelabuhan.
"Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan infrastruktur strategis yang dapat mengurangi beban lalu lintas di dalam kota," paparnya.
Edi juga mengingatkan potensi ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga September. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan intrusi air laut ke sumber air baku serta meningkatkan potensi kebakaran lahan yang dapat berdampak pada kualitas udara di Kota Pontianak.
Meski demikian, sejumlah indikator pembangunan Kota Pontianak menunjukkan tren yang positif. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak saat ini telah mencapai 80,82, tingkat kemiskinan berada di kisaran 4 persen, dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas 5 persen.
"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak telah mencapai 80,82, angka kemiskinan berada di kisaran 4 persen, dan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen," ujarnya.
Kegiatan Coffee Morning yang dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat kolaborasi dalam mengatasi persoalan sosial, lingkungan, infrastruktur, serta keamanan di Kota Pontianak.
Sementara itu, Sultan Pontianak Syarif Melvin Alkadrie mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai wadah dialog untuk mempererat komunikasi sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Melalui coffee morning ini, kita ingin membangun sinergi antara Kesultanan Pontianak dan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sosial, penataan lingkungan, infrastruktur, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.
Menurut Sultan Melvin yang juga merupakan Anggota DPD RI, berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan semangat musyawarah.
“Kedekatan antara tokoh masyarakat, tokoh adat, aparat keamanan dan pemerintah menjadi modal penting dalam meredam potensi konflik serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat," imbuhnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meneladani nilai-nilai yang diwariskan pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang dikenal menjunjung tinggi persatuan tanpa membedakan suku maupun agama.
"Nilai tersebut tetap relevan dalam menjaga harmoni sosial di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini