Pontianak    

SMPN 8 Pontianak Luncurkan Digulis Ceria, Padukan Teknologi dan Penghijauan untuk Wujudkan Sekolah Berkelanjutan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 15 June 2026
SMPN 8 Pontianak Luncurkan Digulis Ceria, Padukan Teknologi dan Penghijauan untuk Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Muchammad Yamin menanam pohon secara simbolis (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – SMP Negeri 8 Kota Pontianak resmi meluncurkan Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif), Senin (15/6/2026). Program ini menjadi langkah inovatif dalam mewujudkan sekolah hijau berbasis digital sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa sejak usia dini.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengapresiasi langkah SMP Negeri 8 yang dinilai mampu menjadi pelopor gerakan penghijauan sekolah melalui penanaman berbagai jenis pohon endemik dari sejumlah daerah di Indonesia.

Menurutnya, program Digulis Ceria sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan di Kota Pontianak.

“Pemerintah Kota Pontianak cukup bangga karena SMP Negeri 8 menjadi leading sector untuk menanam pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kenyataan dan menjadi mimpi bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang hijau dan bersih,” ujarnya.

Yamin menegaskan, gerakan penghijauan harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah dan rumah tangga. Ia menilai keterbatasan lahan bukan alasan untuk mengabaikan upaya menghadirkan ruang hijau yang berkualitas.

“Kota Pontianak memang tidak luas, tetapi bukan berarti tidak bisa hijau. Banyak kota di dunia yang lahannya terbatas tetapi tetap mampu menghadirkan ruang hijau yang baik,” katanya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa yang diajak mengenal sekaligus menanam berbagai jenis flora dari sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Papua, Maluku hingga daerah lainnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak siap mendukung berbagai program penghijauan yang digagas sekolah.

“Kalau untuk kepentingan penghijauan, pemerintah kota tentu siap membantu melalui dinas-dinas terkait,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Kota Pontianak, Suparji, menjelaskan bahwa Program Digulis Ceria merupakan inovasi digitalisasi lingkungan hijau yang berfokus pada penataan lingkungan sekolah sekaligus menghadirkan konsep pembelajaran di luar ruang kelas.

Ia mengatakan, program tersebut dirancang untuk membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam.

“Program ini bertujuan membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga keberlanjutan alam,” jelasnya.

Melalui program sekolah berkelanjutan ini, para siswa tidak hanya diajak melakukan penghijauan dan penanaman pohon, tetapi juga belajar langsung mengenai pemanfaatan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan.

Salah satu keunggulan Digulis Ceria adalah pemanfaatan teknologi digital dalam proses edukasi lingkungan. Setiap pohon yang ditanam akan dilengkapi QR Code yang dapat dipindai menggunakan perangkat digital.

Melalui fitur tersebut, siswa maupun pengunjung dapat mengakses informasi lengkap terkait tanaman, mulai dari nama, jenis, hingga asal daerah pohon yang ditanam.

“Jadi bukan hanya menanam, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran lingkungan,” ungkap Suparji.

Dengan peluncuran Program Digulis Ceria, SMP Negeri 8 Kota Pontianak berharap dapat menjadi contoh sekolah hijau berbasis digital yang mampu memadukan edukasi lingkungan, teknologi, serta pembentukan karakter siswa dalam satu gerakan yang berkelanjutan. (*)

Artikel Selanjutnya
Pemkot Pontianak Dukung Sensus Ekonomi 2026, Sebanyak 428 Petugas Siap Data Pelaku Usaha
Monday, 15 June 2026
Artikel Sebelumnya
AMSI Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kolaborasi, Dorong Perlindungan Menyeluruh bagi Insan Pers
Monday, 15 June 2026

Berita terkait