Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 15 June 2026 |
KALBARONLINE.com – SMP Negeri 8 Kota Pontianak resmi meluncurkan Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif), Senin (15/6/2026). Program ini menjadi langkah inovatif dalam mewujudkan sekolah hijau berbasis digital sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa sejak usia dini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengapresiasi langkah SMP Negeri 8 yang dinilai mampu menjadi pelopor gerakan penghijauan sekolah melalui penanaman berbagai jenis pohon endemik dari sejumlah daerah di Indonesia.
Menurutnya, program Digulis Ceria sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan di Kota Pontianak.
“Pemerintah Kota Pontianak cukup bangga karena SMP Negeri 8 menjadi leading sector untuk menanam pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kenyataan dan menjadi mimpi bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang hijau dan bersih,” ujarnya.
Yamin menegaskan, gerakan penghijauan harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah dan rumah tangga. Ia menilai keterbatasan lahan bukan alasan untuk mengabaikan upaya menghadirkan ruang hijau yang berkualitas.
“Kota Pontianak memang tidak luas, tetapi bukan berarti tidak bisa hijau. Banyak kota di dunia yang lahannya terbatas tetapi tetap mampu menghadirkan ruang hijau yang baik,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa yang diajak mengenal sekaligus menanam berbagai jenis flora dari sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Papua, Maluku hingga daerah lainnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak siap mendukung berbagai program penghijauan yang digagas sekolah.
“Kalau untuk kepentingan penghijauan, pemerintah kota tentu siap membantu melalui dinas-dinas terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Kota Pontianak, Suparji, menjelaskan bahwa Program Digulis Ceria merupakan inovasi digitalisasi lingkungan hijau yang berfokus pada penataan lingkungan sekolah sekaligus menghadirkan konsep pembelajaran di luar ruang kelas.
Ia mengatakan, program tersebut dirancang untuk membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam.
“Program ini bertujuan membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga keberlanjutan alam,” jelasnya.
Melalui program sekolah berkelanjutan ini, para siswa tidak hanya diajak melakukan penghijauan dan penanaman pohon, tetapi juga belajar langsung mengenai pemanfaatan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan.
Salah satu keunggulan Digulis Ceria adalah pemanfaatan teknologi digital dalam proses edukasi lingkungan. Setiap pohon yang ditanam akan dilengkapi QR Code yang dapat dipindai menggunakan perangkat digital.
Melalui fitur tersebut, siswa maupun pengunjung dapat mengakses informasi lengkap terkait tanaman, mulai dari nama, jenis, hingga asal daerah pohon yang ditanam.
“Jadi bukan hanya menanam, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran lingkungan,” ungkap Suparji.
Dengan peluncuran Program Digulis Ceria, SMP Negeri 8 Kota Pontianak berharap dapat menjadi contoh sekolah hijau berbasis digital yang mampu memadukan edukasi lingkungan, teknologi, serta pembentukan karakter siswa dalam satu gerakan yang berkelanjutan. (*)
KALBARONLINE.com – SMP Negeri 8 Kota Pontianak resmi meluncurkan Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif), Senin (15/6/2026). Program ini menjadi langkah inovatif dalam mewujudkan sekolah hijau berbasis digital sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa sejak usia dini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengapresiasi langkah SMP Negeri 8 yang dinilai mampu menjadi pelopor gerakan penghijauan sekolah melalui penanaman berbagai jenis pohon endemik dari sejumlah daerah di Indonesia.
Menurutnya, program Digulis Ceria sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan di Kota Pontianak.
“Pemerintah Kota Pontianak cukup bangga karena SMP Negeri 8 menjadi leading sector untuk menanam pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kenyataan dan menjadi mimpi bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang hijau dan bersih,” ujarnya.
Yamin menegaskan, gerakan penghijauan harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah dan rumah tangga. Ia menilai keterbatasan lahan bukan alasan untuk mengabaikan upaya menghadirkan ruang hijau yang berkualitas.
“Kota Pontianak memang tidak luas, tetapi bukan berarti tidak bisa hijau. Banyak kota di dunia yang lahannya terbatas tetapi tetap mampu menghadirkan ruang hijau yang baik,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa yang diajak mengenal sekaligus menanam berbagai jenis flora dari sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Papua, Maluku hingga daerah lainnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak siap mendukung berbagai program penghijauan yang digagas sekolah.
“Kalau untuk kepentingan penghijauan, pemerintah kota tentu siap membantu melalui dinas-dinas terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Kota Pontianak, Suparji, menjelaskan bahwa Program Digulis Ceria merupakan inovasi digitalisasi lingkungan hijau yang berfokus pada penataan lingkungan sekolah sekaligus menghadirkan konsep pembelajaran di luar ruang kelas.
Ia mengatakan, program tersebut dirancang untuk membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam.
“Program ini bertujuan membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga keberlanjutan alam,” jelasnya.
Melalui program sekolah berkelanjutan ini, para siswa tidak hanya diajak melakukan penghijauan dan penanaman pohon, tetapi juga belajar langsung mengenai pemanfaatan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan.
Salah satu keunggulan Digulis Ceria adalah pemanfaatan teknologi digital dalam proses edukasi lingkungan. Setiap pohon yang ditanam akan dilengkapi QR Code yang dapat dipindai menggunakan perangkat digital.
Melalui fitur tersebut, siswa maupun pengunjung dapat mengakses informasi lengkap terkait tanaman, mulai dari nama, jenis, hingga asal daerah pohon yang ditanam.
“Jadi bukan hanya menanam, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran lingkungan,” ungkap Suparji.
Dengan peluncuran Program Digulis Ceria, SMP Negeri 8 Kota Pontianak berharap dapat menjadi contoh sekolah hijau berbasis digital yang mampu memadukan edukasi lingkungan, teknologi, serta pembentukan karakter siswa dalam satu gerakan yang berkelanjutan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini