Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 19 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Festival Bakcang 2026 di Kota Pontianak berlangsung meriah, Jumat (19/6/2026). Selain menjadi ajang pelestarian budaya masyarakat Tionghoa, festival yang digelar di kawasan tepi Sungai Kapuas itu juga diramaikan perang air yang mengundang antusiasme ribuan warga.
Semburan air dari sembilan unit mobil pemadam kebakaran membuat suasana festival semakin semarak. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak berbaur menikmati permainan air sambil merayakan kebersamaan dalam suasana penuh kegembiraan.
Festival Bakcang yang diselenggarakan Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP) dan didukung Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Pontianak ini juga membagikan 1.000 bakcang gratis kepada masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan Festival Bakcang telah menjadi salah satu agenda budaya yang memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pelestarian tradisi, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat.
"Festival Bakcang di Pontianak diselenggarakan oleh masyarakat Tionghoa sebagai tradisi budaya makan bakcang di pinggiran Sungai Kapuas. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya yang dapat memberikan dampak positif bagi sektor kuliner dan UMKM di Kota Pontianak," kata Edi.
Menurutnya, bakcang bukan sekadar makanan khas, tetapi juga memiliki nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
"Bakcang merupakan salah satu jenis makanan berbahan dasar ketan yang di dalamnya berisi ayam, kacang, dan berbagai bahan makanan lainnya. Bakcang juga merupakan bagian dari budaya luhur masyarakat Tionghoa yang terus dilestarikan di Kota Pontianak," ujarnya.
Ketua KBTP, Hendry Pangestu Lim, menjelaskan Festival Bakcang telah digelar selama lima tahun berturut-turut dan seluruh rangkaian kegiatan selalu terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya.
"Festival Bakcang yang diselenggarakan KBTP sudah berjalan selama lima tahun dan selama itu tidak pernah ada pungutan biaya. Ini merupakan adat dan tradisi yang wajib kami laksanakan dan persembahkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Pontianak," ujarnya.
Ia menyebut, Festival Bakcang 2026 terasa lebih spesial karena bertepatan dengan Tahun Kuda Api. Selain pembagian bakcang gratis, panitia juga menghadirkan perayaan Songkran yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.
Untuk mendukung perang air tersebut, panitia menyiapkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran. Masyarakat juga turut membawa pistol air dan berbagai perlengkapan lainnya untuk menambah kemeriahan acara.
Hendry mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak yang dinilai menjadi penyemangat agar festival budaya ini terus berkembang dan semakin dikenal luas.
Dalam kesempatan tersebut, KBTP juga menerima piagam penghargaan dari UPT Museum Kalimantan Barat dan Pemerintah Kota Pontianak atas inisiatif pembagian 1.000 bakcang gratis kepada masyarakat.
Festival Bakcang tahun ini juga dihadiri peserta dan pengunjung dari berbagai negara, seperti Taiwan, Hong Kong, Tiongkok, dan Malaysia. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya kawasan festival sejak pagi hingga sore hari.
Selain menjadi ajang budaya, Festival Bakcang 2026 turut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Panitia menyediakan 15 stan khusus untuk membantu promosi dan penjualan produk lokal.
"Pesan dari Bapak Wali Kota, setiap kegiatan harus memberikan dampak nyata bagi UMKM. Karena itu kami melibatkan pelaku usaha agar kegiatan ini juga dapat membantu perekonomian masyarakat," tutup Hendry. (Lid)
KALBARONLINE.com – Festival Bakcang 2026 di Kota Pontianak berlangsung meriah, Jumat (19/6/2026). Selain menjadi ajang pelestarian budaya masyarakat Tionghoa, festival yang digelar di kawasan tepi Sungai Kapuas itu juga diramaikan perang air yang mengundang antusiasme ribuan warga.
Semburan air dari sembilan unit mobil pemadam kebakaran membuat suasana festival semakin semarak. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak berbaur menikmati permainan air sambil merayakan kebersamaan dalam suasana penuh kegembiraan.
Festival Bakcang yang diselenggarakan Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP) dan didukung Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Pontianak ini juga membagikan 1.000 bakcang gratis kepada masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan Festival Bakcang telah menjadi salah satu agenda budaya yang memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pelestarian tradisi, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat.
"Festival Bakcang di Pontianak diselenggarakan oleh masyarakat Tionghoa sebagai tradisi budaya makan bakcang di pinggiran Sungai Kapuas. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya yang dapat memberikan dampak positif bagi sektor kuliner dan UMKM di Kota Pontianak," kata Edi.
Menurutnya, bakcang bukan sekadar makanan khas, tetapi juga memiliki nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
"Bakcang merupakan salah satu jenis makanan berbahan dasar ketan yang di dalamnya berisi ayam, kacang, dan berbagai bahan makanan lainnya. Bakcang juga merupakan bagian dari budaya luhur masyarakat Tionghoa yang terus dilestarikan di Kota Pontianak," ujarnya.
Ketua KBTP, Hendry Pangestu Lim, menjelaskan Festival Bakcang telah digelar selama lima tahun berturut-turut dan seluruh rangkaian kegiatan selalu terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya.
"Festival Bakcang yang diselenggarakan KBTP sudah berjalan selama lima tahun dan selama itu tidak pernah ada pungutan biaya. Ini merupakan adat dan tradisi yang wajib kami laksanakan dan persembahkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Pontianak," ujarnya.
Ia menyebut, Festival Bakcang 2026 terasa lebih spesial karena bertepatan dengan Tahun Kuda Api. Selain pembagian bakcang gratis, panitia juga menghadirkan perayaan Songkran yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.
Untuk mendukung perang air tersebut, panitia menyiapkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran. Masyarakat juga turut membawa pistol air dan berbagai perlengkapan lainnya untuk menambah kemeriahan acara.
Hendry mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak yang dinilai menjadi penyemangat agar festival budaya ini terus berkembang dan semakin dikenal luas.
Dalam kesempatan tersebut, KBTP juga menerima piagam penghargaan dari UPT Museum Kalimantan Barat dan Pemerintah Kota Pontianak atas inisiatif pembagian 1.000 bakcang gratis kepada masyarakat.
Festival Bakcang tahun ini juga dihadiri peserta dan pengunjung dari berbagai negara, seperti Taiwan, Hong Kong, Tiongkok, dan Malaysia. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya kawasan festival sejak pagi hingga sore hari.
Selain menjadi ajang budaya, Festival Bakcang 2026 turut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Panitia menyediakan 15 stan khusus untuk membantu promosi dan penjualan produk lokal.
"Pesan dari Bapak Wali Kota, setiap kegiatan harus memberikan dampak nyata bagi UMKM. Karena itu kami melibatkan pelaku usaha agar kegiatan ini juga dapat membantu perekonomian masyarakat," tutup Hendry. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini