Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 22 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Suasana berbeda mewarnai peringatan Skateboarding Day 2026 di Kalimantan Barat. Jika biasanya digelar di skatepark, tahun ini ratusan skater memilih merayakan Hari Skateboard Sedunia di area parkiran rooftop Taman Kota Pontianak, Minggu (21/6/2026).
Ketua Panitia Skateboarding Day Kalbar 2026, Syarif Yusuf, mengatakan pemilihan lokasi tersebut menjadi salah satu hal yang membuat perayaan tahun ini terasa lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini sangat berbeda dari segi lokasi. Biasanya di skatepark, sekarang di parkiran taman kota. Selain itu kami juga tidak mengadakan parade street seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sebagai pengganti parade street, panitia menghadirkan konsep baru bertajuk Kalbar Competition Skateboarding (KCS). Kompetisi skateboard ini mengusung format yang berbeda karena lebih menitikberatkan pada penggunaan obstacle atau rintangan sebagai tantangan utama bagi para peserta.
“Kalau game of skate biasanya di flat, tapi KCS ini di obstacle. Jadi tantangannya berbeda,” jelas Yusuf.
Bagi komunitas skateboard, tanggal 21 Juni memiliki makna yang sangat istimewa. Hari tersebut diperingati sebagai Hari Skateboard Sedunia atau Skateboarding Day yang dirayakan secara serentak oleh para skater di berbagai negara.
“Anak skate menyebut ini seperti lebarannya skateboard, karena 21 Juni memang Hari Skateboard Sedunia yang dirayakan serentak di berbagai negara,” katanya.
Yusuf menyebut jumlah skater di Kalimantan Barat saat ini diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang. Mayoritas berasal dari kalangan anak muda berusia di bawah 30 tahun.
Menurutnya, skateboard bukan hanya sekadar olahraga ekstrem, tetapi juga menjadi wadah aktivitas positif yang mampu membangun pergaulan sehat dan menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
“Dengan bermain skateboard, mereka punya kegiatan positif dan lingkungan pergaulan yang sehat,” ujarnya.
Meski terus berkembang, komunitas skateboard Kalbar masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan fasilitas latihan. Skatepark yang tersedia saat ini dinilai masih terbatas dan lebih cocok digunakan oleh pemula.
Selain itu, komunitas skateboard di Kalbar hingga kini masih bergerak secara mandiri dan belum berada di bawah organisasi olahraga resmi. Kondisi tersebut membuat dukungan yang diterima komunitas masih relatif minim.
Meski demikian, para skater Kalbar tetap aktif mengikuti berbagai kompetisi skateboard di luar daerah, mulai dari Bandung, Jakarta hingga Surabaya.
“Sudah sering ikut kegiatan di luar daerah, hanya saja mungkin belum terlalu terekspos,” katanya.
Melalui peringatan Skateboarding Day Kalbar 2026 ini, komunitas berharap olahraga skateboard semakin mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak sehingga dapat berkembang lebih jauh serta melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kalimantan Barat. (Lid)
KALBARONLINE.com – Suasana berbeda mewarnai peringatan Skateboarding Day 2026 di Kalimantan Barat. Jika biasanya digelar di skatepark, tahun ini ratusan skater memilih merayakan Hari Skateboard Sedunia di area parkiran rooftop Taman Kota Pontianak, Minggu (21/6/2026).
Ketua Panitia Skateboarding Day Kalbar 2026, Syarif Yusuf, mengatakan pemilihan lokasi tersebut menjadi salah satu hal yang membuat perayaan tahun ini terasa lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini sangat berbeda dari segi lokasi. Biasanya di skatepark, sekarang di parkiran taman kota. Selain itu kami juga tidak mengadakan parade street seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sebagai pengganti parade street, panitia menghadirkan konsep baru bertajuk Kalbar Competition Skateboarding (KCS). Kompetisi skateboard ini mengusung format yang berbeda karena lebih menitikberatkan pada penggunaan obstacle atau rintangan sebagai tantangan utama bagi para peserta.
“Kalau game of skate biasanya di flat, tapi KCS ini di obstacle. Jadi tantangannya berbeda,” jelas Yusuf.
Bagi komunitas skateboard, tanggal 21 Juni memiliki makna yang sangat istimewa. Hari tersebut diperingati sebagai Hari Skateboard Sedunia atau Skateboarding Day yang dirayakan secara serentak oleh para skater di berbagai negara.
“Anak skate menyebut ini seperti lebarannya skateboard, karena 21 Juni memang Hari Skateboard Sedunia yang dirayakan serentak di berbagai negara,” katanya.
Yusuf menyebut jumlah skater di Kalimantan Barat saat ini diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang. Mayoritas berasal dari kalangan anak muda berusia di bawah 30 tahun.
Menurutnya, skateboard bukan hanya sekadar olahraga ekstrem, tetapi juga menjadi wadah aktivitas positif yang mampu membangun pergaulan sehat dan menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
“Dengan bermain skateboard, mereka punya kegiatan positif dan lingkungan pergaulan yang sehat,” ujarnya.
Meski terus berkembang, komunitas skateboard Kalbar masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan fasilitas latihan. Skatepark yang tersedia saat ini dinilai masih terbatas dan lebih cocok digunakan oleh pemula.
Selain itu, komunitas skateboard di Kalbar hingga kini masih bergerak secara mandiri dan belum berada di bawah organisasi olahraga resmi. Kondisi tersebut membuat dukungan yang diterima komunitas masih relatif minim.
Meski demikian, para skater Kalbar tetap aktif mengikuti berbagai kompetisi skateboard di luar daerah, mulai dari Bandung, Jakarta hingga Surabaya.
“Sudah sering ikut kegiatan di luar daerah, hanya saja mungkin belum terlalu terekspos,” katanya.
Melalui peringatan Skateboarding Day Kalbar 2026 ini, komunitas berharap olahraga skateboard semakin mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak sehingga dapat berkembang lebih jauh serta melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kalimantan Barat. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini