Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 23 July 2026 |
KALBARONLINE.COM – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak dunia usaha, perusahaan, dan berbagai elemen masyarakat untuk berkolaborasi membantu anak-anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan. Menurutnya, dukungan bersama sangat dibutuhkan untuk meringankan beban anak-anak beserta keluarga yang harus menjalani pengobatan dalam jangka panjang.
Ajakan tersebut disampaikan Edi saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional bersama anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan di Aula PMI Kota Pontianak, Kamis (23/07/2026).
Edi menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak selama ini telah mengalokasikan bantuan sosial bagi warga kurang mampu yang membutuhkan dukungan setelah menjalani pengobatan. Selain itu, Pemkot juga memberikan bantuan biaya perjalanan bagi pasien yang harus dirujuk ke luar daerah, termasuk Jakarta, serta menyediakan skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
"Selama ini Pemkot Pontianak sudah menganggarkan, selain BPJS, bantuan sosial untuk warga yang memerlukan bantuan setelah menjalankan pengobatan, termasuk ongkos perjalanan ke Jakarta bagi warga tidak mampu," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai peran pemerintah saja belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pasien. Karena itu, keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai sangat penting.
"Kita mengajak CSR dan dunia usaha juga ikut membantu. Karena dengan kolaborasi, kita bisa meringankan beban dari anak-anak ini," kata Edi yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Pontianak.
Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat kepedulian berbagai pihak terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
"Kita berkepentingan untuk terus berkolaborasi bagaimana anak-anak ini punya kesempatan untuk sehat dan berkembang, sehingga bisa membangun masa depan yang baik," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga mengapresiasi peran relawan Sedaya Indonesia yang selama ini mendampingi keluarga pasien, terutama mereka yang harus menjalani pengobatan di Jakarta.
Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Soedarso Pontianak, dr. Anindia Wardhani, mengatakan jumlah anak dengan penyakit jantung bawaan yang berhasil terdeteksi terus meningkat. Namun, pelayanan bedah jantung anak di Kalimantan Barat masih terbatas sehingga banyak pasien harus dirujuk ke Jakarta.
"Karena masih ada keterbatasan, kita belum bisa sampai operasi. Beberapa pasien masih kami kirim ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya.
Menurut dr. Anindia, setiap pekan sekitar lima hingga enam pasien dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita. Saat ini terdapat 29 pasien asal Kalimantan Barat yang masih berada di Jakarta untuk menunggu operasi maupun menjalani pemeriksaan lanjutan.
Meski begitu, layanan jantung di RSUD dr. Soedarso terus mengalami perkembangan. Sejumlah kasus penyakit jantung bawaan yang sederhana kini sudah dapat ditangani di Kalimantan Barat, termasuk melalui pemasangan alat dan deteksi dini.
"Alhamdulillah karena perkembangan di Soedarso, beberapa penyakit jantung bawaan yang sederhana sudah bisa kita tangani, terutama yang simple, karena sudah bisa pasang alat ataupun deteksi lebih awal," ungkapnya.
Untuk kasus yang lebih kompleks, khususnya yang memerlukan bedah jantung anak, pasien masih harus menjalani pengobatan di RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Karena itu, pendampingan bagi keluarga pasien dinilai menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. (*)
KALBARONLINE.COM – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak dunia usaha, perusahaan, dan berbagai elemen masyarakat untuk berkolaborasi membantu anak-anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan. Menurutnya, dukungan bersama sangat dibutuhkan untuk meringankan beban anak-anak beserta keluarga yang harus menjalani pengobatan dalam jangka panjang.
Ajakan tersebut disampaikan Edi saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional bersama anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan di Aula PMI Kota Pontianak, Kamis (23/07/2026).
Edi menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak selama ini telah mengalokasikan bantuan sosial bagi warga kurang mampu yang membutuhkan dukungan setelah menjalani pengobatan. Selain itu, Pemkot juga memberikan bantuan biaya perjalanan bagi pasien yang harus dirujuk ke luar daerah, termasuk Jakarta, serta menyediakan skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
"Selama ini Pemkot Pontianak sudah menganggarkan, selain BPJS, bantuan sosial untuk warga yang memerlukan bantuan setelah menjalankan pengobatan, termasuk ongkos perjalanan ke Jakarta bagi warga tidak mampu," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai peran pemerintah saja belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pasien. Karena itu, keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai sangat penting.
"Kita mengajak CSR dan dunia usaha juga ikut membantu. Karena dengan kolaborasi, kita bisa meringankan beban dari anak-anak ini," kata Edi yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Pontianak.
Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat kepedulian berbagai pihak terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
"Kita berkepentingan untuk terus berkolaborasi bagaimana anak-anak ini punya kesempatan untuk sehat dan berkembang, sehingga bisa membangun masa depan yang baik," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga mengapresiasi peran relawan Sedaya Indonesia yang selama ini mendampingi keluarga pasien, terutama mereka yang harus menjalani pengobatan di Jakarta.
Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Soedarso Pontianak, dr. Anindia Wardhani, mengatakan jumlah anak dengan penyakit jantung bawaan yang berhasil terdeteksi terus meningkat. Namun, pelayanan bedah jantung anak di Kalimantan Barat masih terbatas sehingga banyak pasien harus dirujuk ke Jakarta.
"Karena masih ada keterbatasan, kita belum bisa sampai operasi. Beberapa pasien masih kami kirim ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya.
Menurut dr. Anindia, setiap pekan sekitar lima hingga enam pasien dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita. Saat ini terdapat 29 pasien asal Kalimantan Barat yang masih berada di Jakarta untuk menunggu operasi maupun menjalani pemeriksaan lanjutan.
Meski begitu, layanan jantung di RSUD dr. Soedarso terus mengalami perkembangan. Sejumlah kasus penyakit jantung bawaan yang sederhana kini sudah dapat ditangani di Kalimantan Barat, termasuk melalui pemasangan alat dan deteksi dini.
"Alhamdulillah karena perkembangan di Soedarso, beberapa penyakit jantung bawaan yang sederhana sudah bisa kita tangani, terutama yang simple, karena sudah bisa pasang alat ataupun deteksi lebih awal," ungkapnya.
Untuk kasus yang lebih kompleks, khususnya yang memerlukan bedah jantung anak, pasien masih harus menjalani pengobatan di RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Karena itu, pendampingan bagi keluarga pasien dinilai menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini