Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 23 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Pengacara Hotman Paris Hutapea memutuskan mundur dari tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang kini berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi PT Asabri periode 2020–2024 dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatannya yang memburuk sehingga mengharuskannya menjalani perawatan intensif.
"Saya mengundurkan diri karena harus fokus pada pengobatan dan mengikuti anjuran dokter," ujar Hotman, Kamis (23/7/2026), di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.
Hotman mengungkapkan telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Febrie sejak dua hari sebelumnya.
Menurutnya, dokter yang menanganinya meminta agar ia beristirahat total selama dua pekan karena penyakit saraf terjepit yang dideritanya kembali kambuh. Namun, aktivitas mendampingi klien dalam sejumlah perkara, termasuk kasus Febrie, membuat kondisinya semakin memburuk.
Keluhan sakit pada punggung sebenarnya telah dirasakan Hotman sejak Mei 2026. Ia sempat menjalani berbagai terapi di Jakarta sebelum akhirnya menjalani operasi di Singapura pada 9 Juli 2026.
Setelah operasi, dokter menyarankan agar ia menjalani masa pemulihan secara penuh. Namun, Hotman mengaku tetap melanjutkan aktivitasnya sebagai pengacara.
Pada 17 Juli 2026, Hotman masih terlihat mendampingi Febrie saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung sebagai tersangka. Dua hari kemudian, rasa sakit kembali muncul hingga ia harus mengonsumsi obat pereda nyeri.
Kondisi tersebut membuat Hotman memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas profesinya dan melanjutkan pengobatan di Singapura mulai Jumat (24/7/2026).
Meski Hotman mengundurkan diri, pendampingan hukum terhadap Febrie tetap berlanjut. Penanganan perkara akan diteruskan oleh tim kuasa hukum lainnya, termasuk pengacara Massagus Farizi yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Hotman.
Dengan mundurnya pengacara senior tersebut, fokus pembelaan Febrie Adriansyah kini sepenuhnya berada di tangan tim hukum yang tersisa, sementara Hotman memilih memprioritaskan proses pemulihan kesehatannya. (*)
KALBARONLINE.com – Pengacara Hotman Paris Hutapea memutuskan mundur dari tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang kini berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi PT Asabri periode 2020–2024 dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatannya yang memburuk sehingga mengharuskannya menjalani perawatan intensif.
"Saya mengundurkan diri karena harus fokus pada pengobatan dan mengikuti anjuran dokter," ujar Hotman, Kamis (23/7/2026), di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.
Hotman mengungkapkan telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Febrie sejak dua hari sebelumnya.
Menurutnya, dokter yang menanganinya meminta agar ia beristirahat total selama dua pekan karena penyakit saraf terjepit yang dideritanya kembali kambuh. Namun, aktivitas mendampingi klien dalam sejumlah perkara, termasuk kasus Febrie, membuat kondisinya semakin memburuk.
Keluhan sakit pada punggung sebenarnya telah dirasakan Hotman sejak Mei 2026. Ia sempat menjalani berbagai terapi di Jakarta sebelum akhirnya menjalani operasi di Singapura pada 9 Juli 2026.
Setelah operasi, dokter menyarankan agar ia menjalani masa pemulihan secara penuh. Namun, Hotman mengaku tetap melanjutkan aktivitasnya sebagai pengacara.
Pada 17 Juli 2026, Hotman masih terlihat mendampingi Febrie saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung sebagai tersangka. Dua hari kemudian, rasa sakit kembali muncul hingga ia harus mengonsumsi obat pereda nyeri.
Kondisi tersebut membuat Hotman memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas profesinya dan melanjutkan pengobatan di Singapura mulai Jumat (24/7/2026).
Meski Hotman mengundurkan diri, pendampingan hukum terhadap Febrie tetap berlanjut. Penanganan perkara akan diteruskan oleh tim kuasa hukum lainnya, termasuk pengacara Massagus Farizi yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Hotman.
Dengan mundurnya pengacara senior tersebut, fokus pembelaan Febrie Adriansyah kini sepenuhnya berada di tangan tim hukum yang tersisa, sementara Hotman memilih memprioritaskan proses pemulihan kesehatannya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini