Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 04 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang kolaborasi bagi komunitas dan anak muda untuk ikut memberikan gagasan dalam pembangunan daerah.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, pemerintah menggelar diskusi bersama sejumlah komunitas yang tergabung dalam Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon), Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Muthalib Bapperida Pontianak tersebut bertujuan mendorong keterlibatan komunitas dalam memberikan ide, inovasi, serta solusi terhadap berbagai kebutuhan pembangunan kota.
Kepala Bapperida Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim mengatakan, sejak 2019 pihaknya telah membentuk Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon) sebagai wadah untuk menghimpun kreativitas, gagasan, dan inovasi dari berbagai komunitas.
“Yang kita harapkan adalah pemuda-pemudi Kota Pontianak yang punya kreativitas dan ide-ide segar bisa memberikan sumbangsih pemikiran kepada pengambil kebijakan, dalam hal ini Wali Kota,” kata Yuli.
Menurutnya, keberadaan komunitas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan di Kota Pontianak.
Saat ini, Rumpon menaungi komunitas dari lima bidang utama, yakni pendidikan, lingkungan, kesehatan, ekonomi kreatif dan pariwisata, serta hobi.
Khusus sektor ekonomi kreatif, Yuli menyebut perkembangannya semakin luas dengan berbagai subsektor, mulai dari fesyen, kuliner, seni pertunjukan, hingga startup digital.
Ia mencontohkan sejumlah inovasi pelayanan publik di Kota Pontianak yang lahir dari gagasan masyarakat dan komunitas.
Salah satunya adalah Sistem Informasi Pohon (Si Pohon) yang memuat data pohon di ruang terbuka hijau, serta Jendela Informasi Harga Pangan (JEPIN) yang membantu masyarakat memantau harga kebutuhan pokok di berbagai pasar secara real time.
“Kalau mau belanja, masyarakat bisa melihat harga cabai, bawang, atau komoditas lainnya di masing-masing pasar melalui aplikasi. Itu salah satu inovasi yang berawal dari ide komunitas,” ujarnya.
Yuli menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak terbuka terhadap berbagai usulan masyarakat yang bersifat konkret dan dapat diterapkan.
Menurutnya, ide yang disampaikan komunitas tidak berhenti dalam forum diskusi, tetapi dapat diakomodasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hingga Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah.
“Kalau usulannya konkret dan bisa diwujudkan, tentu akan kita proses menjadi bagian dari program pemerintah daerah,” tuturnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Bapperida berharap semakin banyak inovasi lahir dari masyarakat sehingga pembangunan Kota Pontianak dapat berjalan lebih partisipatif dan sesuai dengan kebutuhan warga. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang kolaborasi bagi komunitas dan anak muda untuk ikut memberikan gagasan dalam pembangunan daerah.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, pemerintah menggelar diskusi bersama sejumlah komunitas yang tergabung dalam Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon), Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Muthalib Bapperida Pontianak tersebut bertujuan mendorong keterlibatan komunitas dalam memberikan ide, inovasi, serta solusi terhadap berbagai kebutuhan pembangunan kota.
Kepala Bapperida Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim mengatakan, sejak 2019 pihaknya telah membentuk Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon) sebagai wadah untuk menghimpun kreativitas, gagasan, dan inovasi dari berbagai komunitas.
“Yang kita harapkan adalah pemuda-pemudi Kota Pontianak yang punya kreativitas dan ide-ide segar bisa memberikan sumbangsih pemikiran kepada pengambil kebijakan, dalam hal ini Wali Kota,” kata Yuli.
Menurutnya, keberadaan komunitas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan di Kota Pontianak.
Saat ini, Rumpon menaungi komunitas dari lima bidang utama, yakni pendidikan, lingkungan, kesehatan, ekonomi kreatif dan pariwisata, serta hobi.
Khusus sektor ekonomi kreatif, Yuli menyebut perkembangannya semakin luas dengan berbagai subsektor, mulai dari fesyen, kuliner, seni pertunjukan, hingga startup digital.
Ia mencontohkan sejumlah inovasi pelayanan publik di Kota Pontianak yang lahir dari gagasan masyarakat dan komunitas.
Salah satunya adalah Sistem Informasi Pohon (Si Pohon) yang memuat data pohon di ruang terbuka hijau, serta Jendela Informasi Harga Pangan (JEPIN) yang membantu masyarakat memantau harga kebutuhan pokok di berbagai pasar secara real time.
“Kalau mau belanja, masyarakat bisa melihat harga cabai, bawang, atau komoditas lainnya di masing-masing pasar melalui aplikasi. Itu salah satu inovasi yang berawal dari ide komunitas,” ujarnya.
Yuli menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak terbuka terhadap berbagai usulan masyarakat yang bersifat konkret dan dapat diterapkan.
Menurutnya, ide yang disampaikan komunitas tidak berhenti dalam forum diskusi, tetapi dapat diakomodasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hingga Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah.
“Kalau usulannya konkret dan bisa diwujudkan, tentu akan kita proses menjadi bagian dari program pemerintah daerah,” tuturnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Bapperida berharap semakin banyak inovasi lahir dari masyarakat sehingga pembangunan Kota Pontianak dapat berjalan lebih partisipatif dan sesuai dengan kebutuhan warga. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini