Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 15 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Terik matahari tak menyurutkan antusiasme warga menyaksikan lomba sampan bidar tradisional di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Sabtu (15/8/2026).
Deretan sampan dengan delapan pendayung berpacu di atas Sungai Kapuas. Sorak warga pun terdengar setiap kali sampan mulai melaju mengejar garis finis.
Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Robo-Robo 2026 sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut digelar Organisasi Putera Kapuas.
Ketua Panitia, Onie Burhan, mengatakan tahun ini lomba diikuti sekitar 24 tim. Pesertanya tak hanya berasal dari Kota Pontianak, tetapi juga sejumlah daerah di Kalimantan Barat.
“Ada dari Kabupaten Sambas, Sekadau, Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Kita memang mengadakan event ini untuk se-Kalimantan Barat,” kata Onie.
Setiap tim terdiri dari 10 orang, yakni delapan pendayung dan dua orang cadangan. Mereka harus menaklukkan lintasan sepanjang sekitar 1.200 meter.
Pemenang ditentukan berdasarkan tim yang lebih dulu mencapai garis finis. Seluruh peserta bertanding dalam satu kategori.
Menurut Onie, lomba sampan bidar bukan sekadar perlombaan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat yang ingin terus mereka hidupkan.
“Sampan bidar ini boleh dikatakan warisan dari nenek moyang kita. Bukan hanya orang Bugis, tetapi semua kalangan, baik Melayu, Bugis, dan lainnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi yang sempat vakum selama beberapa tahun. Organisasi Putera Kapuas sebenarnya rutin menggelar kegiatan tersebut sejak berdiri pada 2011.
Namun, kegiatan sempat terhenti setelah terakhir digelar pada 2018. Rencana pelaksanaan berikutnya terkendala pandemi COVID-19 hingga akhirnya lomba kembali digelar tahun ini.
“Sayang kalau tidak kita hidupkan kembali. Ini salah satu momen yang berada di Kota Pontianak yang mengadakan festival budaya sekaligus sampan bidar,” tutur Onie.
Tahun ini, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian agenda besar yang digelar Putera Kapuas. Selain Festival Budaya Robo-Robo dan peringatan HUT ke-81 RI, rangkaian kegiatan juga disiapkan bertepatan dengan momentum Maulid Nabi.
Onie berharap kembalinya lomba sampan bidar dapat membuat tradisi tersebut semakin dikenal sekaligus menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah pada tahun-tahun berikutnya.
“Kita ingin tradisi ini terus hidup dan bisa menjadi salah satu agenda budaya yang ditunggu masyarakat setiap tahun,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Terik matahari tak menyurutkan antusiasme warga menyaksikan lomba sampan bidar tradisional di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Sabtu (15/8/2026).
Deretan sampan dengan delapan pendayung berpacu di atas Sungai Kapuas. Sorak warga pun terdengar setiap kali sampan mulai melaju mengejar garis finis.
Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Robo-Robo 2026 sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut digelar Organisasi Putera Kapuas.
Ketua Panitia, Onie Burhan, mengatakan tahun ini lomba diikuti sekitar 24 tim. Pesertanya tak hanya berasal dari Kota Pontianak, tetapi juga sejumlah daerah di Kalimantan Barat.
“Ada dari Kabupaten Sambas, Sekadau, Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Kita memang mengadakan event ini untuk se-Kalimantan Barat,” kata Onie.
Setiap tim terdiri dari 10 orang, yakni delapan pendayung dan dua orang cadangan. Mereka harus menaklukkan lintasan sepanjang sekitar 1.200 meter.
Pemenang ditentukan berdasarkan tim yang lebih dulu mencapai garis finis. Seluruh peserta bertanding dalam satu kategori.
Menurut Onie, lomba sampan bidar bukan sekadar perlombaan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat yang ingin terus mereka hidupkan.
“Sampan bidar ini boleh dikatakan warisan dari nenek moyang kita. Bukan hanya orang Bugis, tetapi semua kalangan, baik Melayu, Bugis, dan lainnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi yang sempat vakum selama beberapa tahun. Organisasi Putera Kapuas sebenarnya rutin menggelar kegiatan tersebut sejak berdiri pada 2011.
Namun, kegiatan sempat terhenti setelah terakhir digelar pada 2018. Rencana pelaksanaan berikutnya terkendala pandemi COVID-19 hingga akhirnya lomba kembali digelar tahun ini.
“Sayang kalau tidak kita hidupkan kembali. Ini salah satu momen yang berada di Kota Pontianak yang mengadakan festival budaya sekaligus sampan bidar,” tutur Onie.
Tahun ini, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian agenda besar yang digelar Putera Kapuas. Selain Festival Budaya Robo-Robo dan peringatan HUT ke-81 RI, rangkaian kegiatan juga disiapkan bertepatan dengan momentum Maulid Nabi.
Onie berharap kembalinya lomba sampan bidar dapat membuat tradisi tersebut semakin dikenal sekaligus menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah pada tahun-tahun berikutnya.
“Kita ingin tradisi ini terus hidup dan bisa menjadi salah satu agenda budaya yang ditunggu masyarakat setiap tahun,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini