Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 06 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Ganda putra Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Rindorindo gagal meraih gelar juara Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah dramatis dari pasangan Chinese Taipei Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng pada partai final di GOR A Yani Terpadu, Pontianak, Minggu (6/9/2026).
Sempat unggul pada gim pertama, Yeremia/Patra akhirnya takluk dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-11, 19-21, 20-22.
“Permainan kurang tenang. Kita kecolongan poin,” ujar Patra seusai pertandingan.
Yeremia/Patra mengawali laga final dengan permainan meyakinkan dan mampu mengendalikan pertandingan untuk merebut gim pertama dengan skor 21-11.
Namun, Chia/Lin perlahan bangkit pada gim kedua dan mampu mengambil momentum hingga memaksa Yeremia/Patra menyerah 19-21. Hasil tersebut membuat pertandingan harus ditentukan melalui gim ketiga.
Persaingan semakin sengit pada gim penentuan. Kedua pasangan saling berbalas serangan hingga memasuki poin-poin akhir.
Yeremia/Patra sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan pertandingan. Namun, Chia/Lin mampu menjaga permainan dan menutup gim ketiga dengan kemenangan 22-20 sekaligus memastikan gelar juara.
Patra mengakui kegagalan meraih gelar juara tersebut tidak terlepas dari permainan mereka yang kurang tenang ketika memasuki situasi krusial. Sejumlah poin penting justru terlepas ketika pertandingan berlangsung ketat.
“Di set ketiga next perbaikan sama mental. Mereka main nekan terus, kita juga main saling berbalas-balasan,” katanya.
Kekalahan tersebut sekaligus memperpanjang catatan Yeremia/Patra yang belum mampu meraih gelar juara setelah dalam dua turnamen secara beruntun berhasil mencapai partai final.
Pada pekan sebelumnya, mereka juga harus puas menjadi runner up pada Polytron Indonesia Challenge.
Meski gagal menjadi juara, Yeremia/Patra tetap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Pontianak yang memadati GOR A Yani Terpadu.
Yeremia mengaku bangga sekaligus terkesan dengan antusiasme suporter yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan.
“Antusias masyarakat Pontianak sudah dukung kita full. Antusias, rame. Kita bangga bisa melihat suporter sebanyak ini di Pontianak,” ujar Yeremia.
Menurut Yeremia, dukungan tersebut memberikan tambahan semangat bagi mereka untuk berjuang hingga poin terakhir.
“Penonton dukung ke kita, satu stadion berisi. Kita senang, bangga dan semangat,” katanya.
Kini, kegagalan meraih gelar juara di Pontianak menjadi evaluasi bagi Yeremia/Patra, terutama dalam menjaga ketenangan dan kekuatan mental saat menghadapi poin-poin krusial agar kesempatan menembus final pada turnamen berikutnya dapat berujung pada gelar juara.
KALBARONLINE.com – Ganda putra Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Rindorindo gagal meraih gelar juara Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah dramatis dari pasangan Chinese Taipei Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng pada partai final di GOR A Yani Terpadu, Pontianak, Minggu (6/9/2026).
Sempat unggul pada gim pertama, Yeremia/Patra akhirnya takluk dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-11, 19-21, 20-22.
“Permainan kurang tenang. Kita kecolongan poin,” ujar Patra seusai pertandingan.
Yeremia/Patra mengawali laga final dengan permainan meyakinkan dan mampu mengendalikan pertandingan untuk merebut gim pertama dengan skor 21-11.
Namun, Chia/Lin perlahan bangkit pada gim kedua dan mampu mengambil momentum hingga memaksa Yeremia/Patra menyerah 19-21. Hasil tersebut membuat pertandingan harus ditentukan melalui gim ketiga.
Persaingan semakin sengit pada gim penentuan. Kedua pasangan saling berbalas serangan hingga memasuki poin-poin akhir.
Yeremia/Patra sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan pertandingan. Namun, Chia/Lin mampu menjaga permainan dan menutup gim ketiga dengan kemenangan 22-20 sekaligus memastikan gelar juara.
Patra mengakui kegagalan meraih gelar juara tersebut tidak terlepas dari permainan mereka yang kurang tenang ketika memasuki situasi krusial. Sejumlah poin penting justru terlepas ketika pertandingan berlangsung ketat.
“Di set ketiga next perbaikan sama mental. Mereka main nekan terus, kita juga main saling berbalas-balasan,” katanya.
Kekalahan tersebut sekaligus memperpanjang catatan Yeremia/Patra yang belum mampu meraih gelar juara setelah dalam dua turnamen secara beruntun berhasil mencapai partai final.
Pada pekan sebelumnya, mereka juga harus puas menjadi runner up pada Polytron Indonesia Challenge.
Meski gagal menjadi juara, Yeremia/Patra tetap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Pontianak yang memadati GOR A Yani Terpadu.
Yeremia mengaku bangga sekaligus terkesan dengan antusiasme suporter yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan.
“Antusias masyarakat Pontianak sudah dukung kita full. Antusias, rame. Kita bangga bisa melihat suporter sebanyak ini di Pontianak,” ujar Yeremia.
Menurut Yeremia, dukungan tersebut memberikan tambahan semangat bagi mereka untuk berjuang hingga poin terakhir.
“Penonton dukung ke kita, satu stadion berisi. Kita senang, bangga dan semangat,” katanya.
Kini, kegagalan meraih gelar juara di Pontianak menjadi evaluasi bagi Yeremia/Patra, terutama dalam menjaga ketenangan dan kekuatan mental saat menghadapi poin-poin krusial agar kesempatan menembus final pada turnamen berikutnya dapat berujung pada gelar juara.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini