Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 06 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Drama sengit mewarnai partai final ganda campuran Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (6/9/2026).
Pasangan China, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi, harus berjibaku selama tiga gim untuk menundukkan rekan senegaranya, Liao Pin Yi/Zhang Jia Han.
Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi akhirnya memastikan gelar juara setelah menang dramatis dengan skor 21-9, 20-22, 22-20.
Pertandingan berlangsung ketat, terutama pada gim kedua dan gim penentuan. Kejar-mengejar poin terjadi hingga angka-angka kritis yang membuat suasana GOR Terpadu Ahmad Yani semakin panas.
Setelah menang mudah pada gim pertama dengan skor 21-9, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi justru mendapat perlawanan sengit pada gim kedua.
Liao Pin Yi/Zhang Jia Han mampu bangkit dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah mengamankan gim kedua dengan skor tipis 22-20.
Gim penentuan kembali berjalan ketat. Kedua pasangan saling menekan dan tidak memberikan kesempatan untuk menjauh.
Pada poin-poin akhir, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi mampu menjaga ketenangan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 22-20.
Bagi Ma Xi Xiang, kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena diraih di hadapan para pencinta bulu tangkis Pontianak.
Ia mengaku menikmati atmosfer pertandingan di GOR Terpadu Ahmad Yani yang dipenuhi dukungan suporter.
“Saya sangat senang bisa bertanding di Pontianak. Atmosfer suporternya luar biasa,” ujar Ma Xi Xiang.
Ma Xi Xiang mengakui penampilannya pada gim kedua tidak berjalan sesuai harapan.
Setelah tampil dominan pada gim pertama, permainan Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi sempat mengalami penurunan sehingga Liao Pin Yi/Zhang Jia Han mampu memanfaatkan momentum dan memaksakan gim ketiga.
Namun, pasangan China tersebut mampu melakukan perbaikan pada gim penentuan.
“Memang di set kedua saya bermain kurang lepas, namun bisa lebih baik di set ketiga sehingga bisa menang,” katanya.
Ketenangan pada poin-poin krusial akhirnya menjadi salah satu kunci Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi mengamankan kemenangan.
Selain kemenangan, Ma Xi Xiang juga mengaku senang bisa tampil di partai final menghadapi pasangan yang berasal dari negaranya sendiri.
Pertandingan sesama wakil China tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi kedua pasangan karena mereka saling memahami karakter permainan dan kemampuan masing-masing.
“Kami juga senang karena bisa bertanding dengan rekan senegara,” ujarnya.
Bagi Ma Xi Xiang, persaingan dengan rekan senegara tidak mengurangi keseruan pertandingan. Justru, laga tersebut menjadi kesempatan bagi masing-masing pasangan untuk menguji kemampuan hingga batas maksimal.
Lebih jauh, keikutsertaan di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga memberikan pengalaman penting bagi Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi.
Salah satunya kesempatan menghadapi sejumlah pasangan Indonesia yang memiliki karakter permainan dan strategi berbeda.
“Di sini kami juga banyak belajar, terlebih melawan pasangan dari Indonesia. Kami bisa lebih belajar bagaimana teknik dan strategi mereka bermain,” tutur Ma Xi Xiang.
Kemenangan dramatis di Pontianak tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari perjalanan Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi dalam meningkatkan kemampuan.
Bukan hanya membawa pulang gelar, pengalaman bertanding di tengah atmosfer suporter Pontianak serta menghadapi lawan-lawan dengan karakter permainan berbeda menjadi bekal berharga bagi pasangan China tersebut untuk menghadapi turnamen berikutnya.
KALBARONLINE.com – Drama sengit mewarnai partai final ganda campuran Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (6/9/2026).
Pasangan China, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi, harus berjibaku selama tiga gim untuk menundukkan rekan senegaranya, Liao Pin Yi/Zhang Jia Han.
Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi akhirnya memastikan gelar juara setelah menang dramatis dengan skor 21-9, 20-22, 22-20.
Pertandingan berlangsung ketat, terutama pada gim kedua dan gim penentuan. Kejar-mengejar poin terjadi hingga angka-angka kritis yang membuat suasana GOR Terpadu Ahmad Yani semakin panas.
Setelah menang mudah pada gim pertama dengan skor 21-9, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi justru mendapat perlawanan sengit pada gim kedua.
Liao Pin Yi/Zhang Jia Han mampu bangkit dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah mengamankan gim kedua dengan skor tipis 22-20.
Gim penentuan kembali berjalan ketat. Kedua pasangan saling menekan dan tidak memberikan kesempatan untuk menjauh.
Pada poin-poin akhir, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi mampu menjaga ketenangan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 22-20.
Bagi Ma Xi Xiang, kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena diraih di hadapan para pencinta bulu tangkis Pontianak.
Ia mengaku menikmati atmosfer pertandingan di GOR Terpadu Ahmad Yani yang dipenuhi dukungan suporter.
“Saya sangat senang bisa bertanding di Pontianak. Atmosfer suporternya luar biasa,” ujar Ma Xi Xiang.
Ma Xi Xiang mengakui penampilannya pada gim kedua tidak berjalan sesuai harapan.
Setelah tampil dominan pada gim pertama, permainan Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi sempat mengalami penurunan sehingga Liao Pin Yi/Zhang Jia Han mampu memanfaatkan momentum dan memaksakan gim ketiga.
Namun, pasangan China tersebut mampu melakukan perbaikan pada gim penentuan.
“Memang di set kedua saya bermain kurang lepas, namun bisa lebih baik di set ketiga sehingga bisa menang,” katanya.
Ketenangan pada poin-poin krusial akhirnya menjadi salah satu kunci Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi mengamankan kemenangan.
Selain kemenangan, Ma Xi Xiang juga mengaku senang bisa tampil di partai final menghadapi pasangan yang berasal dari negaranya sendiri.
Pertandingan sesama wakil China tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi kedua pasangan karena mereka saling memahami karakter permainan dan kemampuan masing-masing.
“Kami juga senang karena bisa bertanding dengan rekan senegara,” ujarnya.
Bagi Ma Xi Xiang, persaingan dengan rekan senegara tidak mengurangi keseruan pertandingan. Justru, laga tersebut menjadi kesempatan bagi masing-masing pasangan untuk menguji kemampuan hingga batas maksimal.
Lebih jauh, keikutsertaan di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga memberikan pengalaman penting bagi Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi.
Salah satunya kesempatan menghadapi sejumlah pasangan Indonesia yang memiliki karakter permainan dan strategi berbeda.
“Di sini kami juga banyak belajar, terlebih melawan pasangan dari Indonesia. Kami bisa lebih belajar bagaimana teknik dan strategi mereka bermain,” tutur Ma Xi Xiang.
Kemenangan dramatis di Pontianak tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari perjalanan Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi dalam meningkatkan kemampuan.
Bukan hanya membawa pulang gelar, pengalaman bertanding di tengah atmosfer suporter Pontianak serta menghadapi lawan-lawan dengan karakter permainan berbeda menjadi bekal berharga bagi pasangan China tersebut untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini