Ketapang    

Maulid Nabi di Ponpes Hidayaturrahman, Bupati Ketapang Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 06 September 2026
Maulid Nabi di Ponpes Hidayaturrahman, Bupati Ketapang Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Hidayaturrahman menjadi momentum untuk memperkuat sinergi ulama, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta keharmonisan di Kabupaten Ketapang.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri para ulama, santri, pemuka agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi menghadirkan KH Muhammad Hilmy Asidiqy Al Aroki, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Jakarta sekaligus murid almarhum KH Hasyim Muzadi, sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Hilmy Asidiqy Al Aroki mengajak umat menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan tiga pesan utama KH Hasyim Muzadi dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut meliputi pentingnya membangun toleransi yang berakar pada nilai spiritual atau khasyatullah, memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, serta menolak radikalisme dengan mengedepankan dialog demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan, ulama dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.

"Ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi. Ulama memberikan tuntunan, pencerahan, serta pendidikan akhlak dan adab mengikuti jejak Rasulullah SAW, sementara umara menjalankan amanah untuk melayani masyarakat dan membangun daerah. Ketika keduanya berjalan bersama, akan hadir kedamaian dan kesejahteraan di tengah masyarakat," ujarnya.

Menurut Alexander, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Ketapang harus terus dirawat melalui semangat toleransi dan kebersamaan. Ia menyebut Kabupaten Ketapang sebagai "rumah besar" bagi seluruh umat beragama untuk hidup berdampingan secara harmonis.

"Ketapang adalah rumah besar bagi seluruh umat beragama. Kerukunan yang selama ini terpelihara menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri," katanya.

Ia menambahkan, upaya menjaga kerukunan tersebut juga sejalan dengan Misi Kelima Kabupaten Ketapang, yakni meningkatkan pembangunan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perjamuan makan siang di kediaman Kyai Jemai Makmur. Momen tersebut memperlihatkan kedekatan dan sinergi antara ulama, pemerintah serta masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Hidayaturrahman diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, toleransi dan semangat kebersamaan dalam menjaga Ketapang sebagai daerah yang damai bagi seluruh masyarakat. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Ketapang Ajukan OMC ke Pusat, Hujan Buatan Terkendala Bibit Awan
Sunday, 06 September 2026
Artikel Sebelumnya
Jaga Stabilitas Pangan, Bulog Ketapang Salurkan Beras SPHP dan Premium ke Pasar
Sunday, 06 September 2026

Berita terkait