Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 06 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan hasil positif. Hingga pemantauan terakhir pada Sabtu (5/9/2026), tidak ditemukan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi hasil dari sinergi dan kesigapan seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla, khususnya personel Satgas Darat yang terus berada di lapangan untuk melakukan pemantauan, pencegahan, serta penanganan potensi kebakaran.
Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Darat yang dinilai telah bekerja maksimal dalam menjaga wilayah Kapuas Hulu dari ancaman Karhutla.
“Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh unsur di lapangan. Saya mengapresiasi seluruh personel Satgas Darat yang terus siaga dan tidak mengenal lelah dalam melakukan pencegahan serta penanganan Karhutla,” ujarnya.
Menurut Andreas, kondisi nihil hotspot bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Pencegahan harus tetap menjadi prioritas karena potensi Karhutla dapat muncul sewaktu-waktu, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.
“Meski saat ini nihil hotspot, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Jangan sampai lengah. Pemantauan wilayah, edukasi kepada masyarakat, dan respons cepat terhadap setiap indikasi kebakaran harus terus dilakukan,” tegasnya.
Satgas Darat juga terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli dan pemantauan di wilayah rawan. Masyarakat turut diajak menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci dalam menjaga Kapuas Hulu dari ancaman Karhutla.
Adapun personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla terdiri dari 200 personel Kodim 1206/Putussibau, 250 personel Yonif 644/Walet Sakti, dan 350 personel Yonif TP 927/Umbu Kambu, yang dibantu BPBD Kapuas Hulu, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.
Andreas kembali mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah meski kondisi hotspot saat ini nihil. Ia menilai kewaspadaan tetap diperlukan karena musim kemarau panjang belum tentu berakhir.
“Jangan lengah, tetap waspada, kemarau panjang mungkin belum selesai karena adanya fenomena El Nino yang terjadi sekarang. Mari kita jaga lingkungan, jaga kualitas kesehatan melalui udara yang sehat dengan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan Karhutla sehingga semuanya dapat terjaga dan kita dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari secara normal kembali dan meminimalisir akibat-akibat yang ditimbulkan oleh Karhutla di masa-masa mendatang,” pungkas Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. (Haq)
KALBARONLINE.com – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan hasil positif. Hingga pemantauan terakhir pada Sabtu (5/9/2026), tidak ditemukan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi hasil dari sinergi dan kesigapan seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla, khususnya personel Satgas Darat yang terus berada di lapangan untuk melakukan pemantauan, pencegahan, serta penanganan potensi kebakaran.
Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Darat yang dinilai telah bekerja maksimal dalam menjaga wilayah Kapuas Hulu dari ancaman Karhutla.
“Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh unsur di lapangan. Saya mengapresiasi seluruh personel Satgas Darat yang terus siaga dan tidak mengenal lelah dalam melakukan pencegahan serta penanganan Karhutla,” ujarnya.
Menurut Andreas, kondisi nihil hotspot bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Pencegahan harus tetap menjadi prioritas karena potensi Karhutla dapat muncul sewaktu-waktu, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.
“Meski saat ini nihil hotspot, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Jangan sampai lengah. Pemantauan wilayah, edukasi kepada masyarakat, dan respons cepat terhadap setiap indikasi kebakaran harus terus dilakukan,” tegasnya.
Satgas Darat juga terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli dan pemantauan di wilayah rawan. Masyarakat turut diajak menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci dalam menjaga Kapuas Hulu dari ancaman Karhutla.
Adapun personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla terdiri dari 200 personel Kodim 1206/Putussibau, 250 personel Yonif 644/Walet Sakti, dan 350 personel Yonif TP 927/Umbu Kambu, yang dibantu BPBD Kapuas Hulu, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.
Andreas kembali mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah meski kondisi hotspot saat ini nihil. Ia menilai kewaspadaan tetap diperlukan karena musim kemarau panjang belum tentu berakhir.
“Jangan lengah, tetap waspada, kemarau panjang mungkin belum selesai karena adanya fenomena El Nino yang terjadi sekarang. Mari kita jaga lingkungan, jaga kualitas kesehatan melalui udara yang sehat dengan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan Karhutla sehingga semuanya dapat terjaga dan kita dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari secara normal kembali dan meminimalisir akibat-akibat yang ditimbulkan oleh Karhutla di masa-masa mendatang,” pungkas Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini