Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 05 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memantau perkembangan banjir rob yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, ketinggian air pasang laut dilaporkan dapat mencapai hingga dua meter.
Edi menjelaskan, peningkatan muka air laut paling signifikan terjadi pada pagi hari. Sementara pada siang hingga sore hari, kenaikan air cenderung tidak terlalu besar.
“Untuk pagi hari memang terjadi kenaikan air. Namun pada siang sampai sore hari, kenaikannya tidak terlalu signifikan,” ujar Edi, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak pasang air laut atau banjir rob diperkirakan terjadi pada rentang 4 hingga 7 Januari 2026. Ketinggian air pasang disebut bisa mencapai dua meter di atas permukaan laut, baik yang berasal dari Sungai Kapuas maupun dari laut.
“Kondisi ini sudah dialami sejak 4 Januari, berlanjut pada 5 Januari, dan diperkirakan masih berlangsung hingga 7 Januari,” jelasnya.
Menurut Edi, data menunjukkan puncak pasang biasanya terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu, sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, air mulai berangsur surut dengan penurunan yang cukup cepat.
“Grafik pasang surutnya sangat tajam, baik saat naik maupun turun. Artinya, arus air cukup deras, baik ketika pasang maupun saat surut,” katanya.
Edi juga mengingatkan potensi risiko yang lebih besar apabila banjir rob terjadi bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air, sebagaimana yang pernah terjadi pada banjir rob awal Desember lalu.
“Yang kita khawatirkan adalah jika saat pasang terjadi hujan lebat disertai angin kencang, karena bisa membuat air semakin tinggi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pemkot Pontianak mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang bermukim di bantaran Sungai Kapuas dan kawasan rendah yang rawan terdampak banjir rob.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bersiap menghadapi potensi dampak banjir rob,” pungkas Edi. (Red)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memantau perkembangan banjir rob yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, ketinggian air pasang laut dilaporkan dapat mencapai hingga dua meter.
Edi menjelaskan, peningkatan muka air laut paling signifikan terjadi pada pagi hari. Sementara pada siang hingga sore hari, kenaikan air cenderung tidak terlalu besar.
“Untuk pagi hari memang terjadi kenaikan air. Namun pada siang sampai sore hari, kenaikannya tidak terlalu signifikan,” ujar Edi, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak pasang air laut atau banjir rob diperkirakan terjadi pada rentang 4 hingga 7 Januari 2026. Ketinggian air pasang disebut bisa mencapai dua meter di atas permukaan laut, baik yang berasal dari Sungai Kapuas maupun dari laut.
“Kondisi ini sudah dialami sejak 4 Januari, berlanjut pada 5 Januari, dan diperkirakan masih berlangsung hingga 7 Januari,” jelasnya.
Menurut Edi, data menunjukkan puncak pasang biasanya terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu, sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, air mulai berangsur surut dengan penurunan yang cukup cepat.
“Grafik pasang surutnya sangat tajam, baik saat naik maupun turun. Artinya, arus air cukup deras, baik ketika pasang maupun saat surut,” katanya.
Edi juga mengingatkan potensi risiko yang lebih besar apabila banjir rob terjadi bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air, sebagaimana yang pernah terjadi pada banjir rob awal Desember lalu.
“Yang kita khawatirkan adalah jika saat pasang terjadi hujan lebat disertai angin kencang, karena bisa membuat air semakin tinggi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pemkot Pontianak mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang bermukim di bantaran Sungai Kapuas dan kawasan rendah yang rawan terdampak banjir rob.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bersiap menghadapi potensi dampak banjir rob,” pungkas Edi. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini