Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 06 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Di tengah panas dan kepungan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bupati Ketapang Alexander Wilyo menunjukkan kebersamaan dengan para petugas yang berada di garis depan penanganan kebakaran.
Saat turun langsung memantau penanganan Karhutla di kawasan Pelang, Kamis (3/9/2026), Alexander memilih makan bersama para petugas di lokasi.
Tanpa jamuan khusus maupun tempat makan istimewa, Bupati Ketapang menyantap nasi bungkus dengan menu yang sama seperti yang dikonsumsi para petugas pemadam.
“Nasi Padang mah samem dengan yang dimakan biak-biak pemadam,” kata Alexander saat dihubungi.
Momen tersebut berlangsung spontan di sela aktivitas pemadaman. Para petugas sejak pagi berjibaku mengendalikan api dalam kondisi panas, asap tebal dan medan yang tidak mudah.
“Itu spontan saja. Saya di lapangan bersama petugas yang sedang berjibaku memadamkan karhutla. Mereka bekerja dari pagi, panas, asap, bahkan dalam kondisi yang tidak mudah,” ujarnya.
Menurut Alexander, kehadiran pemerintah dalam situasi darurat seperti Karhutla tidak cukup hanya melalui laporan maupun rapat. Pemimpin, kata dia, harus melihat secara langsung kondisi yang dihadapi petugas dan masyarakat.
“Saya ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya datang ketika rapat atau memberikan instruksi dari kantor. Dalam kondisi seperti ini, kita harus hadir bersama masyarakat dan petugas di lapangan,” tegasnya.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang berada di garis depan penanganan Karhutla. Mereka harus bekerja dalam kondisi penuh risiko, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.
“Bagi saya, petugas yang berada di garis depan ini harus kita hargai. Mereka mempertaruhkan tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan untuk mengendalikan api,” katanya.
Alexander menilai, makan bersama menjadi bentuk sederhana untuk membangun kebersamaan antara pemerintah dan petugas yang tengah menjalankan tugas di lapangan.
“Kalau mereka makan nasi bungkus di lokasi, saya juga tidak perlu makan di tempat yang berbeda. Kita sedang menghadapi situasi darurat, jadi yang dibutuhkan adalah kebersamaan dan kerja nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, pemerintah desa hingga masyarakat.
“Yang paling penting sekarang bukan soal siapa yang terlihat, tetapi bagaimana api bisa kita kendalikan dan masyarakat bisa terlindungi,” tegasnya.
Alexander memastikan dirinya akan terus turun langsung memantau kondisi di lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan dari jajaran.
“Saya tidak ingin hanya menjadi bupati yang menerima laporan tentang kebakaran. Kalau petugas turun ke lapangan, saya juga harus turun,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Di tengah panas dan kepungan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bupati Ketapang Alexander Wilyo menunjukkan kebersamaan dengan para petugas yang berada di garis depan penanganan kebakaran.
Saat turun langsung memantau penanganan Karhutla di kawasan Pelang, Kamis (3/9/2026), Alexander memilih makan bersama para petugas di lokasi.
Tanpa jamuan khusus maupun tempat makan istimewa, Bupati Ketapang menyantap nasi bungkus dengan menu yang sama seperti yang dikonsumsi para petugas pemadam.
“Nasi Padang mah samem dengan yang dimakan biak-biak pemadam,” kata Alexander saat dihubungi.
Momen tersebut berlangsung spontan di sela aktivitas pemadaman. Para petugas sejak pagi berjibaku mengendalikan api dalam kondisi panas, asap tebal dan medan yang tidak mudah.
“Itu spontan saja. Saya di lapangan bersama petugas yang sedang berjibaku memadamkan karhutla. Mereka bekerja dari pagi, panas, asap, bahkan dalam kondisi yang tidak mudah,” ujarnya.
Menurut Alexander, kehadiran pemerintah dalam situasi darurat seperti Karhutla tidak cukup hanya melalui laporan maupun rapat. Pemimpin, kata dia, harus melihat secara langsung kondisi yang dihadapi petugas dan masyarakat.
“Saya ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya datang ketika rapat atau memberikan instruksi dari kantor. Dalam kondisi seperti ini, kita harus hadir bersama masyarakat dan petugas di lapangan,” tegasnya.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang berada di garis depan penanganan Karhutla. Mereka harus bekerja dalam kondisi penuh risiko, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.
“Bagi saya, petugas yang berada di garis depan ini harus kita hargai. Mereka mempertaruhkan tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan untuk mengendalikan api,” katanya.
Alexander menilai, makan bersama menjadi bentuk sederhana untuk membangun kebersamaan antara pemerintah dan petugas yang tengah menjalankan tugas di lapangan.
“Kalau mereka makan nasi bungkus di lokasi, saya juga tidak perlu makan di tempat yang berbeda. Kita sedang menghadapi situasi darurat, jadi yang dibutuhkan adalah kebersamaan dan kerja nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, pemerintah desa hingga masyarakat.
“Yang paling penting sekarang bukan soal siapa yang terlihat, tetapi bagaimana api bisa kita kendalikan dan masyarakat bisa terlindungi,” tegasnya.
Alexander memastikan dirinya akan terus turun langsung memantau kondisi di lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan dari jajaran.
“Saya tidak ingin hanya menjadi bupati yang menerima laporan tentang kebakaran. Kalau petugas turun ke lapangan, saya juga harus turun,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini