Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 15 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Hari Pelanggan Nasional (HPN) menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM).
Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan vokasi untuk menyelaraskan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan industri ketenagalistrikan.
Komitmen itu diwujudkan melalui Workshop Pembelajaran Berbasis Proyek Industri di SMKN 2 Banjarbaru dengan tema “Penyelarasan Kurikulum & SOP Produk/Jasa Teaching Factory”. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 2 Banjarbaru tersebut diikuti tenaga pendidik dan guru kejuruan dengan materi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) industri, project-based learning, serta pengelolaan Teaching Factory.
Melalui kegiatan tersebut, PLN UP2B Kalselteng berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai standar serta praktik kerja di industri ketenagalistrikan. Pembekalan ini diharapkan membantu para pendidik menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Assistant Manager Perencanaan PLN UP2B Kalselteng Arif Yoga Fitranto selaku narasumber menyampaikan, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri dapat membantu siswa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai dunia kerja.
“Penyelarasan kurikulum dan SOP Teaching Factory merupakan salah satu langkah untuk memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri. Kami berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga siswa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai standar, proses, dan budaya kerja di industri ketenagalistrikan,” ujar Arif.
Manager PLN UP2B Kalselteng Indrayadi mengatakan, penguatan pendidikan vokasi merupakan bagian dari upaya PLN turut menyiapkan SDM yang kompeten dan memahami kebutuhan industri.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bahwa pelayanan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga melalui kesiapan sumber daya manusia yang mendukungnya. Karena itu, kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi salah satu langkah PLN untuk ikut menyiapkan generasi yang kompeten dan memahami standar kerja industri,” ujar Indrayadi.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan perlu didukung penguatan kompetensi SDM secara berkelanjutan.
“Bagi PLN, Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dengan memastikan kesiapan sumber daya manusia yang menopang operasional kelistrikan. Kolaborasi dengan dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam menyiapkan SDM yang kompeten, adaptif, dan memiliki budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tutur Riko.
Melalui kolaborasi dengan SMKN 2 Banjarbaru, PLN UP2B Kalselteng terus mendukung penguatan pendidikan vokasi sebagai bagian dari kontribusi dalam membangun SDM yang kompeten sekaligus memperkuat fondasi pelayanan kelistrikan yang andal bagi pelanggan.
KALBARONLINE.com – Hari Pelanggan Nasional (HPN) menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM).
Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan vokasi untuk menyelaraskan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan industri ketenagalistrikan.
Komitmen itu diwujudkan melalui Workshop Pembelajaran Berbasis Proyek Industri di SMKN 2 Banjarbaru dengan tema “Penyelarasan Kurikulum & SOP Produk/Jasa Teaching Factory”. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 2 Banjarbaru tersebut diikuti tenaga pendidik dan guru kejuruan dengan materi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) industri, project-based learning, serta pengelolaan Teaching Factory.
Melalui kegiatan tersebut, PLN UP2B Kalselteng berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai standar serta praktik kerja di industri ketenagalistrikan. Pembekalan ini diharapkan membantu para pendidik menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Assistant Manager Perencanaan PLN UP2B Kalselteng Arif Yoga Fitranto selaku narasumber menyampaikan, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri dapat membantu siswa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai dunia kerja.
“Penyelarasan kurikulum dan SOP Teaching Factory merupakan salah satu langkah untuk memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri. Kami berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga siswa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai standar, proses, dan budaya kerja di industri ketenagalistrikan,” ujar Arif.
Manager PLN UP2B Kalselteng Indrayadi mengatakan, penguatan pendidikan vokasi merupakan bagian dari upaya PLN turut menyiapkan SDM yang kompeten dan memahami kebutuhan industri.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bahwa pelayanan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga melalui kesiapan sumber daya manusia yang mendukungnya. Karena itu, kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi salah satu langkah PLN untuk ikut menyiapkan generasi yang kompeten dan memahami standar kerja industri,” ujar Indrayadi.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan perlu didukung penguatan kompetensi SDM secara berkelanjutan.
“Bagi PLN, Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dengan memastikan kesiapan sumber daya manusia yang menopang operasional kelistrikan. Kolaborasi dengan dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam menyiapkan SDM yang kompeten, adaptif, dan memiliki budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tutur Riko.
Melalui kolaborasi dengan SMKN 2 Banjarbaru, PLN UP2B Kalselteng terus mendukung penguatan pendidikan vokasi sebagai bagian dari kontribusi dalam membangun SDM yang kompeten sekaligus memperkuat fondasi pelayanan kelistrikan yang andal bagi pelanggan.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini