Pontianak    

Festival Tundang Pelajar Didorong Jadi Agenda Tahunan Kota Pontianak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 15 September 2026
Festival Tundang Pelajar Didorong Jadi Agenda Tahunan Kota Pontianak
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan saat membuka Festival Tundang Pelajar (FTP) Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (15/9/2026) (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendorong Festival Tundang, Pantun dan Gendang tingkat pelajar yang digelar di MAN 1 Kota Pontianak menjadi agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut penting sebagai ruang untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya daerah kepada generasi muda.

Bahasan mengatakan, Tundang merupakan salah satu khazanah budaya Pontianak yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Karena itu, ia mendukung agar festival serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Tundang adalah budaya leluhur yang wajib terus kita lestarikan,” ujarnya ketika membuka Festival Tundang Pelajar (FTP) Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (15/9/2026).

Ia menilai, pelibatan pelajar dalam festival budaya merupakan langkah tepat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya lokal. Generasi muda perlu diberi ruang agar tidak hanya mengenal budaya luar, tetapi juga bangga terhadap budaya daerah sendiri.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini. Jangan sampai generasi muda hanya mengagumi budaya luar, sementara budaya sendiri dilupakan,” katanya.

Bahasan berharap Festival Tundang tingkat pelajar dapat menjadi agenda rutin di Kota Pontianak. Bahkan, ia menyarankan kegiatan tersebut dimasukkan dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak.

“Kalau saya sarankan, Festival Tundang ini masuk dalam agenda Hari Jadi Kota Pontianak. Harus ada Tundangnya, karena ini bagian dari khazanah budaya Kota Pontianak,” jelasnya.

Menurutnya, festival yang digelar tahun ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangun ekosistem pembinaan Tundang di kalangan pelajar. Ke depan, kolaborasi antara Kementerian Agama, madrasah, sekolah, pemerintah daerah, dan pelaku budaya perlu diperkuat agar peserta semakin banyak dan pelaksanaan semakin meriah.

“Mudah-mudahan ke depan, dengan kolaborasi antara Kemenag, madrasah, dan sekolah-sekolah yang ada, Festival Tundang ini terus dimeriahkan,” ujarnya.

Pelestarian budaya, lanjut Bahasan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Pontianak yang ingin menghadirkan masyarakat yang bahagia. Kegiatan kebudayaan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkuat identitas, kebersamaan, dan kebanggaan warga kota.

Ia berharap Festival Tundang tingkat pelajar terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang mencintai budaya Pontianak. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Tundang diharapkan tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat.

“Mudah-mudahan Festival Tundang tingkat pelajar ini terus menuai sukses dan membangkitkan semangat anak muda untuk menjaga budaya kita,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Krisis Air Bersih, Pemkot Pontianak Salurkan 1.000 Ton Air per Hari dan Beri Diskon 30 Persen
Monday, 14 September 2026
Artikel Sebelumnya
Sekda Pontianak Tegaskan RT/RW Jadi Ujung Tombak Pemerintah di Lingkungan Warga
Monday, 14 September 2026

Berita terkait