Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 25 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak, setelah sebelumnya dilanda kemarau panjang dan kabut asap akibat karhutla.
Kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan Pemerintah Kota Pontianak dalam menentukan kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah pada pekan depan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, keputusan untuk kembali membuka pembelajaran tatap muka akan melihat kondisi kabut asap dan situasi di lapangan.
“Ya kita lihat, karena memang kemarin itu berdasarkan aspirasi atau penyampaian dari berbagai pihak, baik itu dari segi kesehatan atau dari segi keamanan, meminta kepada Pak Wali Kota untuk meliburkan atau mengubah pola belajar,” kata Bahasan.
Menurutnya, hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap di Pontianak.
“Namun dengan kondisi yang mungkin beberapa hari ini ada turun hujan, mudah-mudahan kabut asap ini bisa terkurangi,” ujarnya.
Bahasan mengatakan, jika kondisi memungkinkan, Pemkot Pontianak dapat kembali menerapkan pembelajaran tatap muka mulai pekan depan.
“Sehingga minggu depan bisa juga kalau memang situasi yang memungkinkan, kita langsung bisa membuat kebijakan untuk pembelajaran tatap muka dibuka kembali,” katanya.
Meski begitu, ia menegaskan keputusan tersebut masih bersifat situasional. Pemkot Pontianak akan terus memantau kondisi udara dan perkembangan kabut asap sebelum mengambil kebijakan.
“Artinya situasional,” tegas Bahasan.
Pengawasan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan siswa juga akan tetap dilakukan bersama para pemangku kepentingan terkait.
Bahasan menambahkan, Pemkot Pontianak bersama stakeholder masih berkomitmen melakukan penanganan kabut asap hingga kondisi membaik.
“Pokoknya slogan Pemerintah Kota Pontianak bersama stakeholder, pantang pulang sebelum turun hujan,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak, setelah sebelumnya dilanda kemarau panjang dan kabut asap akibat karhutla.
Kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan Pemerintah Kota Pontianak dalam menentukan kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah pada pekan depan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, keputusan untuk kembali membuka pembelajaran tatap muka akan melihat kondisi kabut asap dan situasi di lapangan.
“Ya kita lihat, karena memang kemarin itu berdasarkan aspirasi atau penyampaian dari berbagai pihak, baik itu dari segi kesehatan atau dari segi keamanan, meminta kepada Pak Wali Kota untuk meliburkan atau mengubah pola belajar,” kata Bahasan.
Menurutnya, hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap di Pontianak.
“Namun dengan kondisi yang mungkin beberapa hari ini ada turun hujan, mudah-mudahan kabut asap ini bisa terkurangi,” ujarnya.
Bahasan mengatakan, jika kondisi memungkinkan, Pemkot Pontianak dapat kembali menerapkan pembelajaran tatap muka mulai pekan depan.
“Sehingga minggu depan bisa juga kalau memang situasi yang memungkinkan, kita langsung bisa membuat kebijakan untuk pembelajaran tatap muka dibuka kembali,” katanya.
Meski begitu, ia menegaskan keputusan tersebut masih bersifat situasional. Pemkot Pontianak akan terus memantau kondisi udara dan perkembangan kabut asap sebelum mengambil kebijakan.
“Artinya situasional,” tegas Bahasan.
Pengawasan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan siswa juga akan tetap dilakukan bersama para pemangku kepentingan terkait.
Bahasan menambahkan, Pemkot Pontianak bersama stakeholder masih berkomitmen melakukan penanganan kabut asap hingga kondisi membaik.
“Pokoknya slogan Pemerintah Kota Pontianak bersama stakeholder, pantang pulang sebelum turun hujan,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini