Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 30 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 12 SMP negeri dan swasta serta sembilan sanggar seni meramaikan Pergelaran Kesenian Daerah (PKD) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak di Rumah Melayu, Rabu (30/9/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi sekolah dan sanggar untuk menampilkan hasil latihan sekaligus menjaga eksistensi kesenian daerah.
“Ini merupakan wujud dari upaya kami untuk memfasilitasi sanggar-sanggar dan sekolah-sekolah yang telah berusaha melestarikan budaya daerah di Kota Pontianak,” kata Hermawan.
Menurutnya, para peserta diberikan kesempatan tampil bersama komunitas, sanggar maupun sekolah lainnya.
“Hari ini mereka berkarya dan tampil bersama komunitas, sanggar, maupun sekolah lainnya untuk menunjukkan apa yang selama ini telah mereka latih,” ujarnya.
Hermawan menyebut PKD kali ini melibatkan 12 SMP negeri dan swasta serta sembilan sanggar yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan kesenian.
“Untuk pesertanya, dari SMP negeri dan swasta ada 12 sekolah. Kemudian untuk sanggar ada sembilan sanggar yang selama ini juga sering kami libatkan dalam berbagai kegiatan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong agar Pergelaran Kesenian Daerah ke depan dapat dikembangkan menjadi festival.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya sekaligus menjaga kesenian daerah agar tetap hidup.
“Ini menjadi momentum untuk memberikan dukungan, motivasi, dan semangat kepada anak-anak bangsa atau putra-putri yang ada di Kota Pontianak untuk terus berkarya dan menghidupkan kesenian-kesenian daerah,” kata Bahasan.
Ia berharap PKD tidak hanya menjadi agenda pertunjukan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar jika antusiasme peserta terus meningkat.
“Mudah-mudahan agenda pagelaran ini bukan hanya sekadar tampil, tetapi nantinya bisa diagendakan menjadi sebuah festival,” ujarnya.
Bahasan juga mengusulkan kegiatan kesenian tersebut dikaitkan dengan momentum Hari Jadi Kota Pontianak setiap 23 Oktober.
Terlebih, menurutnya, Pontianak dihuni beragam suku dan etnis dengan kekayaan seni dan budaya masing-masing.
“Kita ketahui Kota Pontianak terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Ada kurang lebih 28 etnis. Seni dan budayanya terus dikembangkan dan dilestarikan oleh berbagai sanggar di Kota Pontianak,” katanya.
Bahasan memastikan Pemkot Pontianak tetap memberikan dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Pemerintah Kota Pontianak pada intinya harus hadir dan memberikan dukungan. Walaupun dengan keterbatasan anggaran, kita tetap memberikan dukungan dan kegiatan hari ini menjadi salah satu buktinya,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 12 SMP negeri dan swasta serta sembilan sanggar seni meramaikan Pergelaran Kesenian Daerah (PKD) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak di Rumah Melayu, Rabu (30/9/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi sekolah dan sanggar untuk menampilkan hasil latihan sekaligus menjaga eksistensi kesenian daerah.
“Ini merupakan wujud dari upaya kami untuk memfasilitasi sanggar-sanggar dan sekolah-sekolah yang telah berusaha melestarikan budaya daerah di Kota Pontianak,” kata Hermawan.
Menurutnya, para peserta diberikan kesempatan tampil bersama komunitas, sanggar maupun sekolah lainnya.
“Hari ini mereka berkarya dan tampil bersama komunitas, sanggar, maupun sekolah lainnya untuk menunjukkan apa yang selama ini telah mereka latih,” ujarnya.
Hermawan menyebut PKD kali ini melibatkan 12 SMP negeri dan swasta serta sembilan sanggar yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan kesenian.
“Untuk pesertanya, dari SMP negeri dan swasta ada 12 sekolah. Kemudian untuk sanggar ada sembilan sanggar yang selama ini juga sering kami libatkan dalam berbagai kegiatan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong agar Pergelaran Kesenian Daerah ke depan dapat dikembangkan menjadi festival.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya sekaligus menjaga kesenian daerah agar tetap hidup.
“Ini menjadi momentum untuk memberikan dukungan, motivasi, dan semangat kepada anak-anak bangsa atau putra-putri yang ada di Kota Pontianak untuk terus berkarya dan menghidupkan kesenian-kesenian daerah,” kata Bahasan.
Ia berharap PKD tidak hanya menjadi agenda pertunjukan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar jika antusiasme peserta terus meningkat.
“Mudah-mudahan agenda pagelaran ini bukan hanya sekadar tampil, tetapi nantinya bisa diagendakan menjadi sebuah festival,” ujarnya.
Bahasan juga mengusulkan kegiatan kesenian tersebut dikaitkan dengan momentum Hari Jadi Kota Pontianak setiap 23 Oktober.
Terlebih, menurutnya, Pontianak dihuni beragam suku dan etnis dengan kekayaan seni dan budaya masing-masing.
“Kita ketahui Kota Pontianak terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Ada kurang lebih 28 etnis. Seni dan budayanya terus dikembangkan dan dilestarikan oleh berbagai sanggar di Kota Pontianak,” katanya.
Bahasan memastikan Pemkot Pontianak tetap memberikan dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Pemerintah Kota Pontianak pada intinya harus hadir dan memberikan dukungan. Walaupun dengan keterbatasan anggaran, kita tetap memberikan dukungan dan kegiatan hari ini menjadi salah satu buktinya,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini