Pontianak    

Merchant QRIS di Pontianak Tembus 186 Ribu, Edi Dorong Digitalisasi UMKM

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 20 October 2026
Merchant QRIS di Pontianak Tembus 186 Ribu, Edi Dorong Digitalisasi UMKM
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat bertransaksi menggunakan QRIS pada salah satu pelaku UMKM di pasar murah di Kantor Camat Pontianak Selatan, Selasa (20/10/2026) (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Pontianak semakin meluas, termasuk di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai perkembangan tersebut menunjukkan ekosistem pembayaran digital di Kota Pontianak semakin terbentuk.

Menurut Edi, pembayaran non-tunai kini semakin mudah dijumpai, bahkan pada usaha berskala kecil. Kondisi ini dinilai menjadi indikasi meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.

“Tadi saya juga ikut mencoba (bayar pakai QRIS). Ini menunjukkan bahwa akses keuangan kita, atau digitalisasi penggunaan sistem pembayaran, sudah semakin memasyarakat. Ini hal yang positif kalau masyarakat terus terbiasa dengan pembayaran non-tunai,” ujarnya setelah mencoba bertransaksi menggunakan QRIS pada salah satu pelaku UMKM di pasar murah, Kantor Camat Pontianak Selatan, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah merchant QRIS di Kota Pontianak pada 2025 mencapai 186.753 merchant, meningkat 12,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah merchant QRIS bertambah rata-rata 28.154 merchant per tahun, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 26,44 persen.

Edi mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital semakin baik. Bagi pelaku UMKM, QRIS menawarkan alternatif pembayaran yang praktis karena transaksi dapat dilakukan tanpa harus selalu menyediakan uang tunai maupun uang kembalian.

“QRIS ini lebih praktis dan lebih aman. Karena itu penggunaannya harus terus kita sosialisasikan,” katanya.

Menurutnya, semakin banyak UMKM yang menyediakan QRIS juga memberikan kemudahan bagi konsumen. Kebiasaan bertransaksi secara non-tunai diharapkan turut memperluas ekosistem ekonomi digital di Kota Pontianak.

Pemerintah Kota Pontianak juga menjalankan sejumlah program untuk mendorong digitalisasi UMKM. Upaya tersebut meliputi sosialisasi QRIS, pelatihan pencatatan keuangan digital, pengembangan pembayaran pajak dan retribusi melalui e-Ponti, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat digitalisasi daerah.

Pemanfaatan QRIS juga diperluas pada transaksi pemerintah daerah. Hingga September 2026, penerimaan pajak daerah melalui kanal QRIS tercatat meningkat 570,54 persen dibandingkan periode yang sama pada September 2025.

Edi menegaskan, transformasi menuju pembayaran digital perlu dilakukan secara bertahap dan inklusif. Masyarakat tetap perlu mendapatkan pilihan serta pemahaman yang memadai agar digitalisasi benar-benar memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Karena itu, Pemkot Pontianak bersama perbankan dan pemangku kepentingan lainnya akan terus mendorong edukasi penggunaan QRIS, terutama bagi pelaku UMKM.

“Yang penting masyarakat memahami manfaatnya dan terbiasa. Kalau semakin banyak pelaku usaha menyediakan QRIS, masyarakat juga semakin mudah bertransaksi,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Pasar Murah Pontianak Serap Hasil Petani Lokal, 11.636 Paket Sembako Disiapkan
Tuesday, 20 October 2026
Artikel Sebelumnya
Konsul Malaysia Sebut Pontianak Mirip Buenos Aires, Sama-Sama Punya Budaya Kopi yang Kuat
Tuesday, 20 October 2026

Berita terkait