Pontianak    

Edi Kamtono Ajak Anak Muda Jadi Mitra Pemerintah dan Pengawas Sosial

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 21 October 2026
Edi Kamtono Ajak Anak Muda Jadi Mitra Pemerintah dan Pengawas Sosial
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menjadi narasumber dalam Sarasehan Pendidikan Politik Masyarakat di Hotel Ibis, Rabu (21/10/2026) (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi juga tampil sebagai mitra pemerintah, penggerak perubahan, inovator, sekaligus pengawas sosial yang kritis dan konstruktif.

Menurut Edi, peran generasi muda semakin strategis karena mereka dekat dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta berbagai isu yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Karena itu, anak muda diharapkan mampu mengubah gagasan menjadi aksi, menghadirkan solusi kreatif, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi dan mengawal pembangunan.

“Generasi muda bukan sekadar penerus, tetapi mitra pembangunan hari ini. Kita membutuhkan anak-anak muda yang cerdas, berkarakter dan berani mengambil peran,” ujarnya dalam Sarasehan Pendidikan Politik Masyarakat di Hotel Ibis, Rabu (21/10/2026).

Edi mengatakan, demokrasi yang sehat tumbuh dari partisipasi masyarakat, termasuk keterlibatan aktif generasi muda dalam menyampaikan gagasan, aspirasi, maupun solusi.

Demokrasi, lanjutnya, tidak boleh dipahami sebatas datang ke tempat pemungutan suara setiap lima tahun sekali. Lebih dari itu, demokrasi mencakup kebebasan menyampaikan pendapat, berdiskusi, mengawasi kebijakan publik, hingga terlibat dalam berbagai isu seperti lapangan pekerjaan, pendidikan, lingkungan hidup, dan keadilan sosial.

“Anak muda harus berani menyampaikan pendapat. Tetapi kritis juga harus disertai etika, data dan tanggung jawab,” katanya.

Edi juga mengingatkan bahwa ruang demokrasi generasi muda kini semakin banyak berlangsung di media sosial. Kondisi ini membuka peluang besar untuk menyebarkan gagasan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan berupa hoaks, disinformasi, provokasi, dan ujaran kebencian.

Karena itu, ia mendorong generasi muda memperkuat literasi digital dengan membiasakan diri memeriksa sumber dan konteks informasi sebelum membagikannya.

“Cerdas bermedia harus berjalan bersama dengan sehat berdemokrasi. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, jangan mudah terprovokasi, dan tetap menghormati perbedaan pilihan maupun pendapat,” ujarnya.

Ia menilai tantangan politik yang dihadapi generasi muda saat ini antara lain apatisme, minimnya literasi politik, serta polarisasi di ruang digital.

Untuk memperluas keterlibatan anak muda, Edi membuka ruang partisipasi melalui forum pemuda, musyawarah, konsultasi publik, organisasi kepemudaan, kegiatan sosial, hingga aksi lingkungan.

Menurutnya, pembangunan akan semakin kuat apabila generasi muda tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga terlibat dalam menghasilkan karya dan solusi. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kewirausahaan, aktivitas komunitas, inovasi teknologi, maupun pengawasan terhadap layanan dan kebijakan publik.

Ia berharap pendidikan politik dapat melahirkan generasi muda Pontianak yang kritis tanpa memecah belah, berani bersuara dengan tetap menjaga etika, serta mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Ketika generasi muda berpartisipasi dengan cerdas, berintegritas dan saling menghargai, pembangunan menjadi milik bersama. Pontianak maju, demokrasinya juga semakin bermakna,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Pemkot Pontianak Tertibkan Kabel Internet Semrawut, Tujuh ISP Diduga Belum Berizin
Wednesday, 21 October 2026
Artikel Sebelumnya
Sekda Pontianak Tegaskan Rencana Aksi Satu Data Harus Terukur, Bukan Sekadar Dokumen
Wednesday, 21 October 2026

Berita terkait