Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
badminton
Naik ke Level Super 100, Yuni Kartika Sebut Indonesia Masters Jadi Tantangan Baru Pontianak
Naik ke Level Super 100, Yuni Kartika Sebut Indonesia Masters Jadi Tantangan Baru Pontianak
Monday, 31/08/2026

KALBARONLINE.com - Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, menyebut peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak sebagai tuan rumah.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 di Hotel Aston Pontianak, Senin (31/8/2026).

Setelah sukses menggelar Polytron Pontianak International Challenge 2026, Pontianak kembali menjadi tuan rumah turnamen bulu tangkis internasional melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang berlangsung 1-6 September 2026.

Turnamen yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak tersebut memiliki level kompetisi lebih tinggi karena masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100.

“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni.

Menurut Yuni, peningkatan level turnamen menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara. Namun, pengalaman menggelar Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi bekal penting untuk kembali menghadirkan pertandingan bulu tangkis internasional di Pontianak.

Ia juga menyoroti antusiasme masyarakat pada Polytron Pontianak International Challenge 2026. Menurutnya, dukungan penonton pada turnamen sebelumnya sangat luar biasa dan diharapkan kembali hadir pada Indonesia Masters 2026.

Yuni bahkan berharap atmosfer pertandingan kali ini dapat berlangsung lebih meriah dengan semakin banyak masyarakat yang datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani.

“Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, penyelenggara ingin semakin banyak Badminton Lovers datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani dan merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional,” katanya.

Harga tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 sendiri tetap dipatok Rp20.000. Harga tersebut sama dengan tiket Polytron Pontianak International Challenge 2026 sebelumnya.

Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makan dan minum senilai Rp10.000. Tiket dapat dibeli secara online melalui tiket.com maupun di Ticket Box yang tersedia di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak.

Menurut Yuni, harga tiket yang terjangkau diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan bulu tangkis internasional secara langsung.

Apalagi, Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 menghadirkan persaingan yang lebih tinggi dengan status sebagai bagian dari BWF World Tour Super 100.

Turnamen tersebut diikuti 356 atlet dari 17 negara. Selain Indonesia, peserta berasal dari Tiongkok, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Kanada, dan Finlandia.

Yuni berharap antusiasme masyarakat tidak hanya menjadi kemeriahan di tribun, tetapi juga memberikan energi tambahan bagi para atlet yang bertanding.

Ia menilai kehadiran penonton menjadi bagian penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan internasional di Pontianak.

Penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga menjadi kelanjutan dari rangkaian turnamen internasional yang digelar di Kota Khatulistiwa.

Sebelumnya, Polytron Pontianak International Challenge 2026 berlangsung pada 25-30 Agustus 2026 dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dengan pengalaman tersebut, Yuni berharap penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 dapat berlangsung lancar sekaligus semakin memperkuat posisi Pontianak sebagai salah satu kota yang mampu menggelar event bulu tangkis internasional.

“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami, tetapi kami juga bangga karena masyarakat Pontianak bisa kembali menyaksikan pertandingan internasional dengan persaingan yang lebih ketat,” pungkasnya.

Pemain China dan Thailand Berdatangan, Indah Cahya Siap Hadapi Persaingan Ketat di Pontianak
Pemain China dan Thailand Berdatangan, Indah Cahya Siap Hadapi Persaingan Ketat di Pontianak
Monday, 31/08/2026

KALBARONLINE.com - Ganda campuran Indonesia Indah Cahya Sari Jamil menyebut persaingan pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 bakal semakin ketat.

Hal tersebut disampaikan Indah dalam konferensi pers Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 di Hotel Aston Pontianak, Senin (31/8/2026).

Menurut Indah, sejumlah pemain dari China dan Thailand telah tiba di Pontianak untuk mengikuti turnamen. Kondisi tersebut membuat persaingan diprediksi semakin kompetitif.

“Untuk persiapan di minggu ini, ada pemain China dan Thailand sudah datang. Tentu persaingan akan semakin ketat,” kata Indah.

Meski demikian, Indah mengaku tidak ingin terlalu memikirkan siapa yang akan menjadi lawannya. Ia memilih fokus terhadap persiapan diri dan performanya bersama pasangan.

“Saya pribadi tidak terlalu fokus siapa lawannya, kami akan fokus pada diri kami dan persiapan kami agar dapat memberikan performa terbaik,” ujarnya.

Indah juga membawa pengalaman positif dari penampilannya bersama Bagas pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung pada pekan sebelumnya.

Menurutnya, turnamen tersebut memberikan pengalaman yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi persaingan pada pekan ini.

“Di minggu kemarin, permainan saya dengan Bagas cukup memberikan pengalaman yang positif. Pastinya masih ada beberapa yang terus dievaluasi dan diperbaiki terus,” ungkap Indah.

Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat membantu dirinya dan pasangan tampil lebih baik pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100. (Lid)

Rian Ardianto Sebut Dukungan Suporter Pontianak Bikin Atlet Indonesia Makin Semangat
Rian Ardianto Sebut Dukungan Suporter Pontianak Bikin Atlet Indonesia Makin Semangat
Monday, 31/08/2026

KALBARONLINE.com - Ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto menyebut dukungan suporter di Pontianak memberikan pengaruh besar terhadap semangat para atlet Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rian dalam konferensi pers Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 di Hotel Aston Pontianak, Senin (31/8/2026).

Menurut Rian, antusiasme masyarakat Pontianak sudah terlihat sejak gelaran Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung pada pekan sebelumnya.

Ia bahkan merasakan langsung dukungan tersebut sejak pertandingan awal hingga semifinal.

“Merasa sangat berpengaruh dukungan suporter. Apalagi antusias warga Pontianak sangat luar biasa,” kata Rian.

Menurutnya, atmosfer pertandingan di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak pada turnamen sebelumnya menjadi pengalaman positif bagi para atlet.

“Dilihat juga kemarin saat pelaksanaan Polytron Pontianak International Challenge 2026, dari hari pertama saya main sampai semifinal, antusiasmenya sangat luar biasa,” ujarnya.

Rian menilai dukungan penonton dapat memberikan energi tambahan bagi atlet Indonesia ketika bertanding di hadapan publik sendiri.

“Dukungan itu tentu akan membuat atlet Indonesia bisa lebih semangat lagi,” katanya.

Ia pun berharap antusiasme masyarakat Pontianak tidak hanya muncul pada awal turnamen, tetapi terus terjaga hingga seluruh rangkaian Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 selesai.

“Semoga antusiasmenya bisa dari awal sampai akhir acara,” harap Rian. (Lid)

Pontianak Naik Level, Polytron Indonesia Masters 2026 Hadirkan 356 Atlet dari 17 Negara
Pontianak Naik Level, Polytron Indonesia Masters 2026 Hadirkan 356 Atlet dari 17 Negara
Monday, 31/08/2026

KALBARONLINE.com - Belum benar-benar selesai euforia Polytron Pontianak International Challenge 2026, Pontianak langsung mendapat tantangan baru. Kota Khatulistiwa kembali menjadi panggung bulu tangkis internasional melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang berlangsung pada 1-6 September 2026.

Bedanya, kali ini level kompetisinya naik. Turnamen yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak tersebut masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100.

Jika International Challenge menjadi pembuka rangkaian turnamen internasional di Pontianak, Indonesia Masters 2026 membawa persaingan ke level yang lebih tinggi.

Para pemain bukan hanya mengejar gelar dan hadiah, tetapi juga poin ranking BWF yang penting untuk memperbaiki posisi mereka di peringkat dunia. Total hadiah yang diperebutkan mencapai USD120.000.

Besarnya hadiah dan poin ranking tersebut membuat persaingan diprediksi berlangsung ketat sejak babak awal hingga partai final.

Turnamen ini merupakan kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Pengprov PBSI Kalimantan Barat (Kalbar), dan Polytron sebagai sponsor utama.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi bulu tangkis internasional di daerah sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat menyaksikan pertandingan secara langsung.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak sebagai tuan rumah.

“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni.

Menurut Yuni, antusiasme masyarakat saat Polytron Pontianak International Challenge 2026 sangat luar biasa. Ia berharap atmosfer tersebut kembali hadir, bahkan lebih meriah pada Indonesia Masters.

Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, penyelenggara ingin semakin banyak Badminton Lovers datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani dan merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional.

Ketua Pengprov PBSI Kalbar, Joko Sularso, juga menyambut positif penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.

Menurutnya, digelarnya dua turnamen internasional secara berurutan menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di Kalimantan Barat.

“Ini momentum yang sangat baik untuk bulu tangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat level BWF World Tour Super 100. Ini menunjukkan bahwa Pontianak memiliki potensi dan kapasitas untuk menjadi salah satu kota penyelenggara event bulu tangkis internasional,” papar Joko.

Ia juga berharap kehadiran pemain nasional dan internasional memberikan dampak positif bagi pembinaan atlet-atlet muda di Kalbar. Para atlet muda dapat melihat langsung kualitas pertandingan di level internasional sekaligus mendapatkan motivasi untuk berkembang.

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 akan diikuti 356 atlet dari 17 negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta berasal dari Tiongkok, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Kanada, dan Finlandia.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 107 atlet. Posisi berikutnya ditempati Chinese Taipei dengan 79 atlet, India 34 atlet, Tiongkok 29 atlet, dan Thailand 22 atlet.

Komposisi peserta tersebut membuat persaingan semakin menarik. Pemain dari Asia, Eropa hingga Amerika Utara akan bertemu dalam satu panggung di Pontianak.

Dari kubu Indonesia, sejumlah nama yang sudah tidak asing bagi pecinta bulu tangkis juga akan tampil di hadapan publik tuan rumah. Mulai dari pemain berpengalaman hingga talenta muda yang tengah dipersiapkan untuk menjadi bagian penting dari kekuatan bulu tangkis Indonesia.

Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas M. Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, dan Christian.

Sementara di tunggal putri terdapat Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo, dan Dalila Aghnia Puteri.

Sektor ganda putra akan diramaikan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio, serta Aquino Evano Keneddy Tangka/Ikhsan Lintang Pramudya.

Di ganda putri, Indonesia diperkuat Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia dan Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Sedangkan sektor ganda campuran menghadirkan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Indonesia datang dengan modal positif setelah keluar sebagai juara umum pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan raihan tiga gelar.

Tiga gelar tersebut masing-masing dipersembahkan Richie Duta Richardo dari tunggal putra, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dari ganda campuran, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo dari ganda putra.

Khusus ganda putra, Indonesia bahkan menciptakan semifinal sesama wakil Merah Putih. Empat wakil Indonesia menembus babak tersebut sebelum Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo akhirnya berdiri di podium tertinggi.

Hasil tersebut menjadi modal positif sekaligus menambah kepercayaan diri para pemain Indonesia menghadapi persaingan di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.

Namun, jalan menuju gelar tentu tidak akan mudah. Sejumlah pemain kuat dari berbagai negara juga datang dengan ambisi yang sama.

Di tunggal putra, Prannoy H. S. dari India menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan. Pemain berpengalaman tersebut akan menjadi tantangan bagi para wakil Indonesia. Dari Chinese Taipei, Wang Po Wei juga siap meramaikan persaingan.

Di tunggal putri, tiga wakil India berada di jajaran unggulan teratas, yakni Ashmita Chaliha, Rakshitha Sree Santosh Ramraj, dan Anmol Kharb.

Persaingan ganda juga tidak kalah menarik. Di ganda putra, pasangan Hong Kong Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai menjadi unggulan pertama, sedangkan Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng dari Chinese Taipei berada di posisi unggulan kedua.

Untuk ganda putri, pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan dan Phattarin Aiamvareesrisakul menjadi lawan yang patut diwaspadai.

Sementara di ganda campuran, Supak Jomkoh/Ornnicha Jongsathapornparn dari Thailand serta pasangan Chinese Taipei Ming Che Lu/Chou Yun An turut hadir dan siap memperebutkan gelar.

Menariknya, meski level turnamen naik menjadi bagian dari BWF World Tour Super 100, harga tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 tetap dipatok Rp20.000.

Harga tersebut sama dengan tiket Polytron Pontianak International Challenge. Artinya, penonton bisa menyaksikan pertandingan dengan level kompetisi lebih tinggi, hadiah lebih besar, dan perebutan poin ranking BWF yang lebih tinggi tanpa harus membayar tiket lebih mahal.

Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makan dan minum senilai Rp10.000. Tiket dapat dibeli secara online melalui tiket.com maupun di Ticket Box yang berada di GOR Terpadu Ahmad Yani.

Harga tiket yang terjangkau menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk membawa atmosfer bulu tangkis kelas dunia lebih dekat kepada masyarakat.

Dukungan penonton diharapkan menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah sekaligus menjadi energi tambahan bagi para pemain.

Public Relation Manager Polytron, Kenny Meigar, mengatakan dukungan terhadap turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen Polytron untuk membawa pertandingan bulu tangkis internasional lebih dekat dengan masyarakat.

“Bagi Polytron, mendukung turnamen ini bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah ajang olahraga, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami untuk membawa atmosfer dan pertandingan bulu tangkis internasional lebih dekat kepada masyarakat. Kami bangga dapat melanjutkan dukungan yang sebelumnya kami berikan di level International Challenge dan kini meningkat ke level BWF World Tour Super 100,” jelas Kenny.

Kenny berharap masyarakat Pontianak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk hadir langsung di GOR, menikmati pertandingan berkualitas, sekaligus memberikan dukungan dan energi positif kepada atlet Indonesia.

“Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, yaitu Rp20.000, kami ingin bulu tangkis internasional dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin pecinta bulu tangkis di Pontianak,” ujarnya.

Bagi pecinta bulu tangkis yang belum bisa hadir langsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, pertandingan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV.

Siaran langsung tersedia mulai babak semifinal pada Sabtu (5/9/2026) dan partai final pada Minggu (6/9/2026). Kedua siaran tersebut dimulai pukul 13.00 WIB.

Antusiasme Warga Kalbar Bikin Panitia Polytron International Challenge Kaget
Antusiasme Warga Kalbar Bikin Panitia Polytron International Challenge Kaget
Thursday, 27/08/2026

KALBARONLINE.com – Antusiasme warga Kalimantan Barat menyaksikan Polytron Pontianak International Challenge 2026 ternyata di luar dugaan panitia. Hingga memasuki hari ketiga, turnamen bulutangkis internasional yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak itu mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Ketua Panitia Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan pelaksanaan turnamen hingga hari ketiga berjalan dengan baik. Namun, salah satu hal yang paling mendapat perhatian panitia adalah tingginya jumlah penonton yang hadir langsung ke arena pertandingan.

“Luar biasa. Bagi kami sebagai panitia penyelenggara, antusiasme penonton di luar dugaan,” ungkap Yuni.

Menurutnya, GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak memiliki kapasitas sekitar 1.700 penonton. Melihat antusiasme yang sudah terlihat sejak babak awal, panitia memperkirakan jumlah penonton akan semakin meningkat ketika turnamen memasuki babak semifinal dan final.

“Kalau mereka datang, kami berharap stadion bisa penuh pada Sabtu dan Minggu. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat positif terhadap bulu tangkis Indonesia dan BWF,” kata Yuni.

Antusiasme masyarakat tersebut juga terlihat dari penjualan tiket. Panitia berharap masyarakat yang telah membeli tiket dapat hadir langsung ke GOR untuk memberikan dukungan kepada para pemain yang bertanding.

Dukungan penonton dinilai dapat menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih meriah sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi para atlet yang tampil di Pontianak.

Di sisi lain, Yuni mengatakan Polytron Pontianak International Challenge 2026 juga menjadi kesempatan penting bagi pemain Indonesia, terutama atlet muda, untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.

“Saya melihat sejauh ini sangat baik. Yang kami prioritaskan adalah bagaimana pemain-pemain Indonesia, terutama pemain muda, bisa mendapatkan pengalaman dan berprestasi,” ujar Yuni.

Menurutnya, sejumlah pemain senior juga memanfaatkan turnamen di Pontianak untuk mencoba sektor permainan yang berbeda. Ia mencontohkan Apri dan Bagas yang tampil di sektor ganda campuran.

Bagi PBSI, kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman bertanding sekaligus membantu pemain muda mengumpulkan poin ranking internasional.

“Bagi PBSI, turnamen ini menjadi salah satu kesempatan bagi pemain muda untuk meraih poin ranking internasional, meningkatkan peringkat, dan nantinya bisa bertanding di level yang lebih tinggi,” katanya.

Hingga hari ketiga, sejumlah wakil Indonesia masih mampu melangkah di tengah persaingan ketat. Para pemain harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari sejumlah negara Asia, di antaranya Malaysia, Thailand, China Taipei dan Jepang.

Yuni berharap para atlet Indonesia dapat memanfaatkan turnamen tersebut untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang di level internasional.

“Harapannya, mereka mendapatkan pengalaman dan jam terbang, sekaligus bisa mengukur kemampuan mereka dibandingkan pemain dari negara lain. Kami tentunya ingin sebanyak mungkin wakil Indonesia tampil di lima partai final nanti,” ujarnya.

Dengan persaingan yang semakin mengerucut menuju babak akhir, panitia berharap dukungan masyarakat Kalimantan Barat terus meningkat. Kehadiran penonton diharapkan tidak hanya memeriahkan pertandingan, tetapi juga menunjukkan bahwa Pontianak mampu menghadirkan atmosfer kompetisi bulutangkis bertaraf internasional.

Panji Reswara Lewati Laga Sengit, Tiga Gim Antar Indonesia ke Babak Berikutnya
Panji Reswara Lewati Laga Sengit, Tiga Gim Antar Indonesia ke Babak Berikutnya
Tuesday, 25/08/2026

KALBARONLINE.com – Pebulu tangkis Indonesia Panji Reswara Utama Gunawan harus melewati pertarungan panjang sebelum memastikan kemenangan pada hari pertama Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Bermain di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Selasa (25/8/2026), Panji menundukkan wakil Malaysia, Jia Ho Chung, melalui tiga gim dengan skor 21-19, 19-21, 21-15.

Panji mengawali pertandingan dengan persaingan ketat. Perolehan angka kedua pemain terus berdekatan hingga akhirnya wakil Indonesia mampu mengamankan gim pertama.

Jia Ho Chung kemudian memberikan perlawanan lebih kuat pada gim kedua. Panji yang sempat kehilangan fokus harus menyerahkan gim tersebut dengan skor 19-21 sehingga pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Pada gim ketiga, Panji kembali menemukan ritme permainannya. Ia mampu menjaga konsistensi hingga menutup pertandingan dengan kemenangan 21-15.

Usai pertandingan, Panji mengakui laga tersebut menguras banyak tenaga. Ia menyebut permainan lawan yang agresif membuat pertandingan berlangsung dalam reli-reli panjang.

“Rally yang sangat melelahkan. Kalau mengandalkan pukulan enggak ya. Saya lihat tadi lawan bermain agak grusak-grusuk juga, terus sama akhirnya main agak melambatkan, tapi akhirnya main tenaga juga,” kata Panji.

Menurutnya, pertandingan akhirnya banyak ditentukan melalui reli panjang. Situasi tersebut membuat kedua pemain harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mempertahankan permainan.

“Ujung-ujungnya maksa reli, untung-untungan juga,” ujarnya.

Panji juga mengakui sempat kehilangan ketenangan pada gim kedua. Ia merasa terlalu terburu-buru sehingga permainan yang ditampilkan menjadi kurang rapi.

“Kurang tenang juga, saya agak terburu-buru di set kedua. Permainan lumayan kacau karena kurang fokus,” ungkapnya.

Pengalaman dari laga tersebut menjadi bahan evaluasi Panji untuk pertandingan selanjutnya. Ia ingin mematangkan kembali permainan sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang menurutnya terasa cukup lambat.

“Pertandingan selanjutnya rencananya lebih dimatangkan lagi. Ini juga tadi di lapangan terasa agak lambat kalau buat mukul,” katanya.

Panji tidak menyebut ada pemain tertentu yang menjadi lawan paling ditakutinya pada turnamen ini. Ia memilih menjaga fokus dan tampil maksimal dalam setiap pertandingan.

“Tidak ada pemain yang ditakutin sih. Yang penting all out, optimis aja, harus menang, main setnya,” tuturnya.

Selain mengevaluasi permainan, Panji juga akan memperbaiki waktu istirahat. Ia mengaku kurang mendapatkan waktu pemulihan sebelum pertandingan sehingga kondisi stamina sempat menurun.

“Yang dimatangkan istirahat. Kemarin istirahat kurang, jadi stamina agak berkurang,” pungkasnya. (Lid)

Raihan Buka Polytron Pontianak International Challenge dengan Kemenangan Telak
Raihan Buka Polytron Pontianak International Challenge dengan Kemenangan Telak
Tuesday, 25/08/2026

KALBARONLINE.com – Akhmad Raihan Nur Iswin mengawali perjalanan di Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Tunggal putra Indonesia itu menghentikan perlawanan wakil Inggris, Chun Chuen So, hanya dalam dua gim di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Selasa (25/8/2026).

Raihan tampil agresif sejak gim pertama. Permainannya membuat Chun Chuen So kesulitan mengembangkan permainan hingga pertandingan berakhir dengan skor telak 21-3 dan 21-5.

Kemenangan tersebut menjadi modal awal bagi Raihan untuk mengejar target yang sudah dipasangnya di turnamen kali ini. Ia membidik tiket ke babak perempat final, meski fokus utamanya tetap melewati setiap pertandingan satu per satu.

“Targetnya setiap pertandingan menang. Mungkin quarter final lah,” ujarnya.

Polytron Pontianak International Challenge 2026 juga menjadi turnamen Indonesia Masters keempat yang diikuti Raihan. Sebelumnya, ia telah tampil di Medan dan dua kali di Yogyakarta.

“Ini pertandingan keempat Indonesia Masters. Pertama di Medan, dua kali di Jogja, dan Pontianak yang keempat. Persiapannya saya latihan rutin setiap hari,” kata Akhmad usai pertandingan.

Menghadapi turnamen di Pontianak, Raihan tidak melakukan persiapan yang berbeda secara khusus. Ia lebih memusatkan perhatian pada dua aspek, yakni akurasi pukulan dan kondisi fisik.

“Ada persiapan khusus pertandingan kali ini, matangkan akurasi sama fisik itu saja,” katanya.

Menariknya, ketika ditanya mengenai pemain yang paling diwaspadai, Raihan tidak menunjuk pebulu tangkis dari luar negeri. Ia justru menyebut rekan senegaranya, Chico Aura Dwi Wardoyo.

Menurut Raihan, Chico menjadi salah satu pemain yang sulit ia hadapi, bahkan ketika keduanya bertemu dalam sesi latihan.

“Pemain yang paling ditakuti ada dari Indonesia, Chico Aura. Pas latihan saya kalah terus sama dia, sulit,” ungkapnya.

Terlepas dari target dan persaingan yang akan dihadapi pada babak berikutnya, Raihan mengaku puas dengan penampilannya di laga perdana. Hampir seluruh pukulan yang dimainkan mampu dieksekusi sesuai harapan.

“Hari ini melawan Inggris, senang sih, terus masuk semua bolanya. Enak mainnya,” tuturnya.

Raihan juga turut merasakan kondisi kabut asap yang menyelimuti Pontianak akibat kebakaran hutan dan lahan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak sampai mengganggu penampilannya selama berada di dalam arena pertandingan.

“Di lapangan terasa, tapi tidak masalah. AC-nya dingin, aman lah,” pungkasnya. (Lid)

3 Wakil Indonesia Buka Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan Kemenangan
3 Wakil Indonesia Buka Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan Kemenangan
Tuesday, 25/08/2026

KALBARONLINE.com – Tiga wakil Indonesia mengawali Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan hasil positif. Akhmad Raihan Nur Iswin, Fardan Reinanda Djoe, dan Nataka Alif Alfaqih sama-sama meraih kemenangan pada laga perdana di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Selasa (25/8/2026).

Raihan menjadi salah satu wakil Indonesia yang tampil meyakinkan. Menghadapi Chun Chuen So dari Inggris, tunggal putra Indonesia tersebut mampu menjaga kendali permainan hingga menutup laga dengan kemenangan dua gim langsung.

Penampilan tersebut membuat Raihan cukup puas. Ia menilai sebagian besar pukulan yang dimainkan berjalan sesuai rencana sehingga strategi yang dipersiapkan sebelum pertandingan dapat diterapkan dengan baik.

“Hari ini melawan Inggris, senang sih, terus masuk semua bolanya. Enak mainnya,” ujar Raihan seusai pertandingan.

Kemenangan juga dicatat Fardan Reinanda Djoe pada penampilan perdananya. Pemain asal Karawang itu menghadapi wakil Singapura, Zhang Hong Xiang.

Fardan mengakhiri pertandingan dalam dua gim dengan skor 21-14 dan 21-15. Namun, ia mengakui harus beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi arena pertandingan.

Luasnya GOR Terpadu Ahmad Yani membuat Fardan perlu menyesuaikan kontrol serta akurasi pukulannya pada gim pertama. Setelah mulai mendapatkan feeling terhadap lapangan, permainannya menjadi lebih nyaman.

“Di set pertama, karena baru main di GOR ini, jadi banyak yang harus dicoba dulu pukulan dan feeling-nya. Alhamdulillah bisa berjalan lancar. Di set kedua sudah dapat feel-nya dan mainnya lebih enak,” kata Fardan.

Cerita berbeda datang dari Nataka Alif Alfaqih. Tampil sebagai wakil tuan rumah, pebulu tangkis asal Pontianak itu berhasil mengamankan kemenangan atas pemain Amerika Serikat dengan skor 21-19 dan 21-16.

Bermain di kota kelahirannya membuat kemenangan tersebut terasa lebih istimewa bagi Nataka. Selain menghadapi lawan dari luar negeri, ia juga mendapat pengalaman tampil dalam turnamen internasional yang digelar di daerah asalnya.

Nataka mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan bermain pada ajang internasional di Pontianak.

“Perasaan saya sedikit kaget dan tidak menyangka bisa main di kelas internasional di Pontianak sebagai tuan rumah. Saya pun senang bisa main hari ini,” tuturnya.

Hasil yang diraih ketiga pemain tersebut menjadi modal awal yang positif bagi Indonesia dalam Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Raihan, Fardan, dan Nataka selanjutnya diharapkan mampu menjaga momentum kemenangan dan kembali meraih hasil positif pada babak berikutnya. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus 2026.

Pontianak Dipilih Jadi Tuan Rumah 2 Turnamen Badminton Internasional, Ini Alasannya
Pontianak Dipilih Jadi Tuan Rumah 2 Turnamen Badminton Internasional, Ini Alasannya
Monday, 24/08/2026

KALBARONLINE.com – Pontianak dipercaya menjadi tuan rumah dua turnamen bulu tangkis internasional pada 2026. Penunjukan tersebut tak lepas dari penilaian Badminton World Federation (BWF) terhadap kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung di Kota Khatulistiwa.

Dua turnamen yang akan digelar yakni Polytron Pontianak International Challenge 2026 dan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100.

Untuk Polytron Pontianak International Challenge 2026, pertandingan berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani pada 25–30 Agustus 2026. Turnamen ini diikuti peserta dari 17 negara dan masuk dalam kalender resmi BWF kategori International Challenge dengan total hadiah US$20 ribu.

Ketua Panitia, Yuni Kartika, mengatakan Pontianak dipilih setelah melalui survei BWF. Hasil survei tersebut menunjukkan Pontianak dinilai memenuhi berbagai kebutuhan untuk menggelar kompetisi bulu tangkis bertaraf internasional.

“Berdasarkan survei dari BWF, Pontianak dinyatakan layak karena punya GOR yang bagus, kemudian sebagai ibu kota provinsi, dan penyediaan hotel sangat baik. Ruang-ruang pendukung di hotel juga sangat memadai. Oleh karena itu Pontianak dipilih dalam dua kejuaraan sekaligus,” ujar Yuni.

Menurutnya, kesiapan bukan hanya dilihat dari arena pertandingan, tetapi juga fasilitas pendukung seperti akomodasi bagi para atlet dan peserta.

Pelaksanaan turnamen kali ini berlangsung di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Panitia pun berupaya memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya pertandingan.

“Itu harapan kita semua, pertandingan tetap lancar. Kita akan mengusahakan yang terbaik. Di dalam pertandingan clear, di luar pertandingan kita akan coba memberikan masker kepada atlet yang bertanding,” katanya.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung juga cukup tinggi. Tiket babak final yang akan digelar pada 30 Agustus 2026 bahkan telah terjual lebih dari 95 persen.

Meski begitu, masyarakat yang masih ingin menyaksikan pertandingan secara langsung tetap bisa membeli tiket di tiket box pada hari pertandingan.

Ketua Pengprov PBSI Kalbar Joko Sularso mengatakan, proses Pontianak menjadi tuan rumah turnamen internasional dilakukan melalui pengajuan proposal kepada PP PBSI.

Ia berharap kejuaraan internasional tersebut tidak berhenti sebagai ajang pertandingan semata. Kehadiran turnamen di Pontianak diharapkan bisa menjadi momentum untuk mendorong pembinaan atlet bulu tangkis Kalbar agar mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

“Kami harapkan Pontianak dan Kalbar mendapatkan kesempatan untuk bisa membina atlet yang berprestasi nasional maupun internasional,” ujar Joko.

Bagi masyarakat yang ingin menonton langsung, tiket dibanderol Rp20 ribu untuk seluruh babak. Setiap tiket juga mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10 ribu.

Tiket dapat dibeli melalui tiket.com maupun tiket box di GOR Terpadu Ahmad Yani. Tiket box dibuka 20 menit sebelum pertandingan dimulai.

Sementara itu, pertandingan semifinal pada 29 Agustus dan final pada 30 Agustus 2026 akan disiarkan langsung melalui iNews TV. Laga final dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB. (Lid)

17 Negara Ramaikan Polytron Pontianak International Challenge 2026
17 Negara Ramaikan Polytron Pontianak International Challenge 2026
Monday, 24/08/2026

KALBARONLINE.com – Kota Pontianak bersiap menjadi pusat perhatian dunia bulutangkis. Sebanyak 17 negara akan ambil bagian dalam Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung pada 25-30 Agustus 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.

Turnamen yang masuk kalender resmi Badminton World Federation (BWF) kategori International Challenge ini menjadi salah satu agenda penting bagi perkembangan bulutangkis di Kalimantan Barat.

Selain menghadirkan persaingan atlet internasional, kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pontianak untuk memperkenalkan diri sebagai daerah yang mampu menggelar kompetisi olahraga bertaraf internasional.

Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan hasil kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Pengprov PBSI Kalimantan Barat, dengan dukungan Polytron sebagai sponsor utama.

Turnamen ini menyediakan total hadiah sebesar US$20.000. Para pemain juga berkesempatan menambah pengalaman bertanding sekaligus mengumpulkan poin untuk peringkat dunia BWF.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk komitmen menghadirkan kompetisi internasional di daerah.

Menurutnya, kejuaraan ini bukan hanya menjadi panggung bagi atlet untuk mengejar prestasi dan poin ranking dunia, tetapi juga diharapkan membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta baru Indonesia.

“Kami merasa bangga dan bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bulutangkis internasional yang masuk dalam kalender BWF,” ujar Yuni saat konferensi pers di Pontianak, Senin (24/8/2026).

Ia berharap kehadiran turnamen tersebut memberikan dampak lebih luas, tidak hanya terhadap perkembangan olahraga, tetapi juga pariwisata dan perekonomian daerah.

“Di sisi lain, kami berharap penyelenggaraan turnamen ini memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong perkembangan olahraga, pariwisata, dan perekonomian daerah, sekaligus memperkenalkan Kota Pontianak,” katanya.

Persaingan akan semakin menarik dengan kehadiran peserta dari 17 negara, yakni Indonesia, Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis dan Portugal.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak. Kehadiran pemain dari berbagai negara tersebut diharapkan menciptakan persaingan kompetitif sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi para atlet tuan rumah.

Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat, Joko Sularso, mengatakan penyelenggaraan turnamen internasional menjadi momentum penting bagi Kalbar untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga dunia.

“Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari berbagai negara merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan Pontianak dan Kalimantan Barat kepada dunia,” katanya.

Joko berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman dan lancar serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan bulutangkis dan masyarakat Kalimantan Barat.

Sejumlah pemain Indonesia juga akan menjadi perhatian dalam turnamen tersebut.

Pada sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, Christian Adinata dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Sementara sektor tunggal putri diperkuat Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri.

Di sektor ganda putra, Indonesia akan diperkuat Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo.

Untuk ganda putri, terdapat Siti Sarah Azzahra/Velisha Christina, Ester Nurumi Tri Wardoyo/Lanny Tria Mayasari serta Halifia Usni Pratiwi/Selsi Josika.

Sedangkan sektor ganda campuran diisi Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa serta Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana.

Kehadiran para pemain tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat Pontianak untuk menyaksikan langsung pertandingan internasional.

Bagi PP PBSI, turnamen di Pontianak juga menjadi bagian dari upaya memperluas penyelenggaraan kompetisi berkualitas ke berbagai daerah.

Dengan demikian, para atlet Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan memperoleh pengalaman bertanding di level internasional tanpa harus selalu bertanding di luar negeri.

Dukungan juga datang dari Polytron sebagai sponsor utama. Public Relations Manager Polytron, Kenny Meigar, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya bulutangkis.

“Dukungan kami terhadap Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional,” ujarnya.

Masyarakat Pontianak dan sekitarnya juga memiliki kesempatan menyaksikan langsung aksi para pebulutangkis internasional.

Harga tiket Polytron Pontianak International Challenge 2026 dipatok Rp20 ribu, berlaku mulai babak awal hingga final. Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10 ribu.

Tiket dapat dibeli melalui tiket.com maupun secara langsung di Tiket Box GOR Terpadu Ahmad Yani yang dibuka 120 menit sebelum pertandingan dimulai.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di arena, pertandingan semifinal pada Sabtu, 29 Agustus 2026 dan final pada Minggu, 30 Agustus 2026 juga dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV.

Dengan hadirnya atlet dari 17 negara, Polytron Pontianak International Challenge 2026 tidak sekadar menjadi pertandingan bulutangkis. Ajang ini menjadi kesempatan bagi Pontianak dan Kalimantan Barat untuk menunjukkan bahwa daerah mampu menjadi bagian dari panggung olahraga internasional. (*)