Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 15 Oktober 2025 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan menyatakan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dinilai menjadi terobosan besar dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui kemudahan akses permodalan dan penguatan koperasi di tingkat desa.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, hingga saat ini telah terbentuk 2.143 KDMP di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, 1.617 koperasi sudah memiliki akun Simkopdes (Microset) sebagai sistem digitalisasi koperasi, sementara 61 KDMP telah memiliki minimal satu gerai aktif dengan total 69 gerai beroperasi di berbagai kabupaten/kota.
Salah satu contoh sukses penerapan program ini datang dari KDMP Jeruju Besar di Kota Pontianak, yang menjadi koperasi pertama di Kalbar menerima pinjaman bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) senilai Rp508,8 juta.
Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha koperasi yang kini memiliki beragam unit layanan, mulai dari gerai sembako, apotek, LPG, pupuk subsidi, hingga pengelolaan sampah.
Kepala Desa Jeruju Besar, Nurhalijah, mengungkapkan bahwa koperasi kini mampu mencatat omzet sekitar Rp150 juta per bulan dengan keuntungan bersih mencapai Rp20 juta.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan Bulog, ID Food, dan Indogrosir, serta menyediakan layanan pembayaran digital melalui QRIS untuk listrik dan angsuran perbankan,” ujarnya.
Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa keberadaan KDMP menjadi bagian penting dari strategi pemerintah memperkuat ekonomi desa dan memastikan distribusi kebutuhan pokok serta akses permodalan berjalan efektif.
Salah satu dampak nyata dari program ini, kata Ria Norsan, terlihat dari penyaluran pupuk subsidi yang kini lebih tepat sasaran dan mudah dijangkau oleh petani.
“Alhamdulillah, sekarang pupuk subsidi tidak lagi menjadi masalah. Kuotanya sudah ditingkatkan dua kali lipat, dan dengan adanya gerai KDMP di desa, petani semakin mudah memperoleh pupuk tepat waktu dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemprov Kalbar akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar manfaat program Koperasi Merah Putih bisa dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.
Program Koperasi Merah Putih sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam membangun ekonomi rakyat dari bawah. Melalui koperasi desa yang kuat, transparan, dan modern, Pemprov Kalbar berupaya menciptakan kemandirian ekonomi desa sekaligus memperluas lapangan kerja baru.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov Kalbar dan sinergi lintas sektor, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi fondasi ekonomi baru yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat. (Red)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan menyatakan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dinilai menjadi terobosan besar dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui kemudahan akses permodalan dan penguatan koperasi di tingkat desa.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, hingga saat ini telah terbentuk 2.143 KDMP di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, 1.617 koperasi sudah memiliki akun Simkopdes (Microset) sebagai sistem digitalisasi koperasi, sementara 61 KDMP telah memiliki minimal satu gerai aktif dengan total 69 gerai beroperasi di berbagai kabupaten/kota.
Salah satu contoh sukses penerapan program ini datang dari KDMP Jeruju Besar di Kota Pontianak, yang menjadi koperasi pertama di Kalbar menerima pinjaman bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) senilai Rp508,8 juta.
Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha koperasi yang kini memiliki beragam unit layanan, mulai dari gerai sembako, apotek, LPG, pupuk subsidi, hingga pengelolaan sampah.
Kepala Desa Jeruju Besar, Nurhalijah, mengungkapkan bahwa koperasi kini mampu mencatat omzet sekitar Rp150 juta per bulan dengan keuntungan bersih mencapai Rp20 juta.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan Bulog, ID Food, dan Indogrosir, serta menyediakan layanan pembayaran digital melalui QRIS untuk listrik dan angsuran perbankan,” ujarnya.
Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa keberadaan KDMP menjadi bagian penting dari strategi pemerintah memperkuat ekonomi desa dan memastikan distribusi kebutuhan pokok serta akses permodalan berjalan efektif.
Salah satu dampak nyata dari program ini, kata Ria Norsan, terlihat dari penyaluran pupuk subsidi yang kini lebih tepat sasaran dan mudah dijangkau oleh petani.
“Alhamdulillah, sekarang pupuk subsidi tidak lagi menjadi masalah. Kuotanya sudah ditingkatkan dua kali lipat, dan dengan adanya gerai KDMP di desa, petani semakin mudah memperoleh pupuk tepat waktu dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemprov Kalbar akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar manfaat program Koperasi Merah Putih bisa dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.
Program Koperasi Merah Putih sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam membangun ekonomi rakyat dari bawah. Melalui koperasi desa yang kuat, transparan, dan modern, Pemprov Kalbar berupaya menciptakan kemandirian ekonomi desa sekaligus memperluas lapangan kerja baru.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov Kalbar dan sinergi lintas sektor, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi fondasi ekonomi baru yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini