Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Senin, 03 November 2025 |
KALBARONLINE.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, ancaman kejahatan digital kian nyata. Menyikapi fenomena itu, Aliansi Wartawan Kriminal (Awak) Pontianak menggelar Diskusi Publik bertajuk “Waspada Jadi Korban Scamming dan Pishing”, yang rencananya akan berlangsung pada 13 November 2025 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak.
Kegiatan yang bakal dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan itu menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, di antaranya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar, Bank Kalbar dan Indosat.
Ketua Awak Pontianak, Dede Iskandar mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap meningkatnya kasus scamming (penipuan online) di Kalimantan Barat. Menurutnya, maraknya modus penipuan digital melalui pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi keuangan perlu diwaspadai bersama.
“Kejahatan digital bukan hanya merugikan secara materi, tapi juga mengikis rasa aman masyarakat dalam bertransaksi secara daring. Melalui diskusi ini, kami ingin membuka ruang edukasi dan dialog agar masyarakat lebih waspada dan cerdas dalam menghadapi modus scamming,” ujar Dede.
Lebih lanjut Dede menegaskan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk memperkuat literasi digital dan membangun kolaborasi lintas sektor dalam melawan kejahatan siber.
“Awak berkomitmen menjembatani sinergi antara insan pers, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat. Kejahatan digital adalah ancaman bersama yang memerlukan kesadaran kolektif,” tambahnya.
Diskusi publik ini akan dihadiri oleh berbagai organisasi jurnalis dan wartawan di Kota Pontianak, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas dan universitas di Pontianak.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Polda Kalbar, Bank Kalbar, Pemerintah Kota Pontianak, Pemrov Kalbar serta instansi terkait lainnya. Diharapkan, hasil dari forum ini dapat menjadi pijakan dalam memperkuat literasi keamanan digital di masyarakat Kalbar. (Jau)
KALBARONLINE.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, ancaman kejahatan digital kian nyata. Menyikapi fenomena itu, Aliansi Wartawan Kriminal (Awak) Pontianak menggelar Diskusi Publik bertajuk “Waspada Jadi Korban Scamming dan Pishing”, yang rencananya akan berlangsung pada 13 November 2025 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak.
Kegiatan yang bakal dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan itu menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, di antaranya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar, Bank Kalbar dan Indosat.
Ketua Awak Pontianak, Dede Iskandar mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap meningkatnya kasus scamming (penipuan online) di Kalimantan Barat. Menurutnya, maraknya modus penipuan digital melalui pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi keuangan perlu diwaspadai bersama.
“Kejahatan digital bukan hanya merugikan secara materi, tapi juga mengikis rasa aman masyarakat dalam bertransaksi secara daring. Melalui diskusi ini, kami ingin membuka ruang edukasi dan dialog agar masyarakat lebih waspada dan cerdas dalam menghadapi modus scamming,” ujar Dede.
Lebih lanjut Dede menegaskan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk memperkuat literasi digital dan membangun kolaborasi lintas sektor dalam melawan kejahatan siber.
“Awak berkomitmen menjembatani sinergi antara insan pers, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat. Kejahatan digital adalah ancaman bersama yang memerlukan kesadaran kolektif,” tambahnya.
Diskusi publik ini akan dihadiri oleh berbagai organisasi jurnalis dan wartawan di Kota Pontianak, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas dan universitas di Pontianak.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Polda Kalbar, Bank Kalbar, Pemerintah Kota Pontianak, Pemrov Kalbar serta instansi terkait lainnya. Diharapkan, hasil dari forum ini dapat menjadi pijakan dalam memperkuat literasi keamanan digital di masyarakat Kalbar. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini