Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Selasa, 11 November 2025 |
KALBARONLINE.com – Dugaan kecurangan pada proyek pembangunan tiang listrik di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mencuat ke publik. Menyusul beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan pengecoran tiang listrik bercampur dengan sabut kelapa.
Berdasarkan informasi yang diterima, video itu direkam di salah satu proyek pengecoran tiang listrik di Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Rekaman itu diunggah akun Facebook bernama Fahri Aghifari pada Selasa 11 November 2025. Dalam video tersebut, terlihat bagian dalam pondasi tiang listrik yang terbelah, dan memperlihatkan campuran adukan yang diduga mengandung sabut kelapa.
Fahri menuding praktik itu sebagai bentuk nyata budaya korupsi di proyek pembangunan.
“Cerminan budaya korupsi. Tiang baru beberapa hari, mungkin dikiranya di ujung kampung, bukan di jalan besar. Diberi sabut kelapa di dalamnya,” ungkap Fahri dalam unggahannya.
Dirinya menyebut, akibat campuran yang tidak sesuai, tiang itu hanya bertahan sekitar beberapa hari sebelum retak parah dan pecah.
“Semen tiga sak pun mau dikorupsinya. Kepala proyek maupun konsultan tolong dievaluasi. Jangan memberi malu masyarakat,” kata dia.
Unggahan tersebut cepat menyebar, mendapat berbagai komentar dan ribuan tayangan. Banyak warganet mengomentari dengan nada kecewa sekaligus prihatin, menyebut kasus ini sebagai contoh buruk pengawasan proyek di Sambas yang dianggap jauh dari perhatian. (Jau)
KALBARONLINE.com – Dugaan kecurangan pada proyek pembangunan tiang listrik di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mencuat ke publik. Menyusul beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan pengecoran tiang listrik bercampur dengan sabut kelapa.
Berdasarkan informasi yang diterima, video itu direkam di salah satu proyek pengecoran tiang listrik di Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Rekaman itu diunggah akun Facebook bernama Fahri Aghifari pada Selasa 11 November 2025. Dalam video tersebut, terlihat bagian dalam pondasi tiang listrik yang terbelah, dan memperlihatkan campuran adukan yang diduga mengandung sabut kelapa.
Fahri menuding praktik itu sebagai bentuk nyata budaya korupsi di proyek pembangunan.
“Cerminan budaya korupsi. Tiang baru beberapa hari, mungkin dikiranya di ujung kampung, bukan di jalan besar. Diberi sabut kelapa di dalamnya,” ungkap Fahri dalam unggahannya.
Dirinya menyebut, akibat campuran yang tidak sesuai, tiang itu hanya bertahan sekitar beberapa hari sebelum retak parah dan pecah.
“Semen tiga sak pun mau dikorupsinya. Kepala proyek maupun konsultan tolong dievaluasi. Jangan memberi malu masyarakat,” kata dia.
Unggahan tersebut cepat menyebar, mendapat berbagai komentar dan ribuan tayangan. Banyak warganet mengomentari dengan nada kecewa sekaligus prihatin, menyebut kasus ini sebagai contoh buruk pengawasan proyek di Sambas yang dianggap jauh dari perhatian. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini