Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 12 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Aksi teror kembali menggegerkan Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang. Sebuah rumah warga di Sungai Debu, Desa Air Upas, diduga dibakar oleh orang tidak dikenal, disertai teror penembakan, Sabtu (10/01/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa ini kembali menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Informasi kejadian tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial. Teror ini menimpa seorang pria paruh baya bernama Komar. Dalam sejumlah video yang beredar, tampak sebuah rumah dilalap api yang disebut-sebut merupakan kediaman korban.
Video lainnya memperlihatkan Komar berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke rumah warga sekitar dalam kondisi syok. Warga terlihat memberikan bantuan dan menenangkan korban dengan memberinya minum.
Kapolsubsektor Air Upas, IPDA Badruzzaman, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi korban tidak separah informasi yang sempat beredar di media sosial.
“Korban hanya mengalami luka gores dan memar. Tidak benar isu yang menyebut korban mengalami pembacokan hingga bersimbah darah. Saat ini korban sudah kami bawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan,” ujar IPDA Badruzzaman.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan sementara dari saksi dan korban, diduga terdapat tiga orang pelaku yang terlibat dalam aksi teror tersebut. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan serta penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Teror yang kembali berulang di Desa Air Upas ini menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Forum Pemuda Air Upas Peduli menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai gangguan keamanan biasa.
Ketua Forum Pemuda Air Upas Peduli, Andreas Chandra, menyebut teror di Sungai Debu telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.
“Teror yang terjadi ini menjadi atensi serius. Ini bukan lagi sekadar gangguan keamanan, tapi sudah mengancam nyawa masyarakat,” tegas Andreas.
Menurutnya, rangkaian teror yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak besar terhadap kondisi psikologis warga dan menimbulkan trauma berkepanjangan.
“Masyarakat sekarang hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Kami berharap aparat kepolisian bertindak tegas dan serius agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tambahnya.
Andreas juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna membantu mengungkap pelaku teror yang meresahkan warga Desa Air Upas. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Aksi teror kembali menggegerkan Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang. Sebuah rumah warga di Sungai Debu, Desa Air Upas, diduga dibakar oleh orang tidak dikenal, disertai teror penembakan, Sabtu (10/01/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa ini kembali menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Informasi kejadian tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial. Teror ini menimpa seorang pria paruh baya bernama Komar. Dalam sejumlah video yang beredar, tampak sebuah rumah dilalap api yang disebut-sebut merupakan kediaman korban.
Video lainnya memperlihatkan Komar berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke rumah warga sekitar dalam kondisi syok. Warga terlihat memberikan bantuan dan menenangkan korban dengan memberinya minum.
Kapolsubsektor Air Upas, IPDA Badruzzaman, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi korban tidak separah informasi yang sempat beredar di media sosial.
“Korban hanya mengalami luka gores dan memar. Tidak benar isu yang menyebut korban mengalami pembacokan hingga bersimbah darah. Saat ini korban sudah kami bawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan,” ujar IPDA Badruzzaman.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan sementara dari saksi dan korban, diduga terdapat tiga orang pelaku yang terlibat dalam aksi teror tersebut. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan serta penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Teror yang kembali berulang di Desa Air Upas ini menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Forum Pemuda Air Upas Peduli menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai gangguan keamanan biasa.
Ketua Forum Pemuda Air Upas Peduli, Andreas Chandra, menyebut teror di Sungai Debu telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.
“Teror yang terjadi ini menjadi atensi serius. Ini bukan lagi sekadar gangguan keamanan, tapi sudah mengancam nyawa masyarakat,” tegas Andreas.
Menurutnya, rangkaian teror yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak besar terhadap kondisi psikologis warga dan menimbulkan trauma berkepanjangan.
“Masyarakat sekarang hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Kami berharap aparat kepolisian bertindak tegas dan serius agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tambahnya.
Andreas juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna membantu mengungkap pelaku teror yang meresahkan warga Desa Air Upas. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini