Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 22 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Suasana kerja rutin berubah menjadi tragedi di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Rabu (21/1/2026) sore.
Empat pekerja cleaning service tertimbun runtuhan debu batubara (fly ash) dari dalam cerobong pembuangan. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat.
Satu diantara korban selamat, PEM (38), mengungkapkan detik-detik kejadian nahas tersebut. Ia menceritakan, saat itu mereka berempat sedang berada di dalam lubang cerobong untuk membersihkan debu batubara yang mengeras.
“Kami berempat waktu itu berada di dalam lubang, membersihkan debu batubara. Ada yang berada di bawah, ada juga yang di samping. Tiba-tiba debu dari atas runtuh dan langsung ambruk ke bawah,” ujarnya kepada wartawan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang.
Menurutnya, runtuhan terjadi sangat cepat tanpa tanda-tanda sebelumnya. Refleks menyelamatkan diri membuat dirinya dan satu rekan lain berhasil mundur ke belakang, sementara dua rekannya yang berada di posisi paling bawah tidak sempat menghindar.
“Saya sempat menarik body harness teman saya, tapi runtuhannya terlalu cepat dan berat. Posisi saya sendiri sudah tertimbun debu sampai leher,” tambahnya.
PEM menjelaskan, sebelum kejadian mereka membuat lubang berdiameter sekitar satu meter untuk menembus bagian bawah cerobong. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan membuat lubang ke arah atas. Dua korban yang meninggal dunia berada di titik pembuatan lubang tersebut.
“Awalnya saya ikut di bawah, tapi kemudian naik ke atas untuk bergantian. Tidak lama setelah itu kejadian runtuh,” katanya.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Material debu batubara yang berada di bagian atas cerobong diduga tiba-tiba runtuh dan menimpa para pekerja yang sedang berada di dalam lubang pembersihan.
Dua korban meninggal dunia diketahui berinisial JN (35), warga Mekar Sari/Sindur, dan RN (32), warga Sukabangun Dalam RT 13. Sementara dua korban selamat berinisial PEM (38) dan HR (30), warga Sukabangun Dalam.
Seluruh korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD dr. Agusdjam Ketapang. Hingga pukul 23.45 WIB, dua pekerja yang selamat telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi medis. Sementara satu pekerja lain yang berada di luar cerobong dan sempat memberikan pertolongan dilaporkan mengalami syok dan masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut serta menelusuri penerapan prosedur keselamatan kerja di lokasi kejadian. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Suasana kerja rutin berubah menjadi tragedi di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Rabu (21/1/2026) sore.
Empat pekerja cleaning service tertimbun runtuhan debu batubara (fly ash) dari dalam cerobong pembuangan. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat.
Satu diantara korban selamat, PEM (38), mengungkapkan detik-detik kejadian nahas tersebut. Ia menceritakan, saat itu mereka berempat sedang berada di dalam lubang cerobong untuk membersihkan debu batubara yang mengeras.
“Kami berempat waktu itu berada di dalam lubang, membersihkan debu batubara. Ada yang berada di bawah, ada juga yang di samping. Tiba-tiba debu dari atas runtuh dan langsung ambruk ke bawah,” ujarnya kepada wartawan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang.
Menurutnya, runtuhan terjadi sangat cepat tanpa tanda-tanda sebelumnya. Refleks menyelamatkan diri membuat dirinya dan satu rekan lain berhasil mundur ke belakang, sementara dua rekannya yang berada di posisi paling bawah tidak sempat menghindar.
“Saya sempat menarik body harness teman saya, tapi runtuhannya terlalu cepat dan berat. Posisi saya sendiri sudah tertimbun debu sampai leher,” tambahnya.
PEM menjelaskan, sebelum kejadian mereka membuat lubang berdiameter sekitar satu meter untuk menembus bagian bawah cerobong. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan membuat lubang ke arah atas. Dua korban yang meninggal dunia berada di titik pembuatan lubang tersebut.
“Awalnya saya ikut di bawah, tapi kemudian naik ke atas untuk bergantian. Tidak lama setelah itu kejadian runtuh,” katanya.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Material debu batubara yang berada di bagian atas cerobong diduga tiba-tiba runtuh dan menimpa para pekerja yang sedang berada di dalam lubang pembersihan.
Dua korban meninggal dunia diketahui berinisial JN (35), warga Mekar Sari/Sindur, dan RN (32), warga Sukabangun Dalam RT 13. Sementara dua korban selamat berinisial PEM (38) dan HR (30), warga Sukabangun Dalam.
Seluruh korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD dr. Agusdjam Ketapang. Hingga pukul 23.45 WIB, dua pekerja yang selamat telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi medis. Sementara satu pekerja lain yang berada di luar cerobong dan sempat memberikan pertolongan dilaporkan mengalami syok dan masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut serta menelusuri penerapan prosedur keselamatan kerja di lokasi kejadian. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini