Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 21 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com - Kecelakan kerja tragis terjadi di kawasan PLTU Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Rabu (21/1/2026) sore.
Empat orang pekerja cleaning service dilaporkan terjatuh dari cerobong pembuangan setinggi sekitar 50 meter. Dua orang di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan medis.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat keempat korban tengah melakukan pekerjaan pembersihan play eksilo atau corong blower debu hasil pembakaran batu bara di cerobong pembuangan PLTU.
Dua korban yang meninggal dunia diketahui berinisial JN (35) dan RN (32). Keduanya merupakan warga Sukabangun Dalam dan bekerja sebagai karyawan PT Limas, perusahaan pihak ketiga yang menangani jasa kebersihan di area PLTU Sukabangun.
Sementara dua korban lainnya, ARF (38) dan HR (30), juga warga Sukabangun Dalam dan karyawan PT Limas, saat ini masih dalam penanganan medis akibat luka serius yang diderita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sekitar pukul 16.00 WIB para korban mulai melakukan pekerjaan pembersihan di area cerobong. Namun, kurang lebih 30 menit kemudian, pegangan besi yang dilas pada dinding plat cerobong tiba-tiba runtuh. Keempat pekerja tersebut pun terjatuh dari ketinggian puluhan meter.
“Awalnya mereka bekerja seperti biasa. Tiba-tiba terdengar suara keras disertai getaran. Saat didekati, para korban sudah terjatuh,” ujar salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Tim SAR bersama petugas keamanan PLTU Sukabangun segera melakukan evakuasi terhadap para korban. Selanjutnya korban yang meninggal dunia dievakuasi, sementara dua korban luka dilarikan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya pegangan besi di cerobong tersebut serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam standar keselamatan kerja.
Pihak keluarga korban telah dihubungi dan dilakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Informasi yang beredar menyebutkan pihak PLTU Sukabangun juga menyiapkan bantuan medis dan pendampingan psikologis bagi korban serta keluarga korban.
Redaksi telah berupaya menghubungi pihak manajemen PLTU Sukabangun untuk meminta keterangan resmi terkait insiden ini. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada jawaban atau pernyataan resmi yang diterima. Redaksi akan memuat klarifikasi atau hak jawab dari pihak PLTU Sukabangun apabila telah diperoleh di kemudian hari. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Kecelakan kerja tragis terjadi di kawasan PLTU Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Rabu (21/1/2026) sore.
Empat orang pekerja cleaning service dilaporkan terjatuh dari cerobong pembuangan setinggi sekitar 50 meter. Dua orang di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan medis.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat keempat korban tengah melakukan pekerjaan pembersihan play eksilo atau corong blower debu hasil pembakaran batu bara di cerobong pembuangan PLTU.
Dua korban yang meninggal dunia diketahui berinisial JN (35) dan RN (32). Keduanya merupakan warga Sukabangun Dalam dan bekerja sebagai karyawan PT Limas, perusahaan pihak ketiga yang menangani jasa kebersihan di area PLTU Sukabangun.
Sementara dua korban lainnya, ARF (38) dan HR (30), juga warga Sukabangun Dalam dan karyawan PT Limas, saat ini masih dalam penanganan medis akibat luka serius yang diderita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sekitar pukul 16.00 WIB para korban mulai melakukan pekerjaan pembersihan di area cerobong. Namun, kurang lebih 30 menit kemudian, pegangan besi yang dilas pada dinding plat cerobong tiba-tiba runtuh. Keempat pekerja tersebut pun terjatuh dari ketinggian puluhan meter.
“Awalnya mereka bekerja seperti biasa. Tiba-tiba terdengar suara keras disertai getaran. Saat didekati, para korban sudah terjatuh,” ujar salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Tim SAR bersama petugas keamanan PLTU Sukabangun segera melakukan evakuasi terhadap para korban. Selanjutnya korban yang meninggal dunia dievakuasi, sementara dua korban luka dilarikan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya pegangan besi di cerobong tersebut serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam standar keselamatan kerja.
Pihak keluarga korban telah dihubungi dan dilakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Informasi yang beredar menyebutkan pihak PLTU Sukabangun juga menyiapkan bantuan medis dan pendampingan psikologis bagi korban serta keluarga korban.
Redaksi telah berupaya menghubungi pihak manajemen PLTU Sukabangun untuk meminta keterangan resmi terkait insiden ini. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada jawaban atau pernyataan resmi yang diterima. Redaksi akan memuat klarifikasi atau hak jawab dari pihak PLTU Sukabangun apabila telah diperoleh di kemudian hari. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini