Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 05 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyerahkan satu unit bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kepada Yayasan Pendidikan Pelayanan Kasih Fatima di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (05/02/2025) siang.
Lasarus menjelaskan, penyaluran bus sekolah tersebut melalui tahapan panjang, mulai dari pengusulan hingga proses verifikasi kebutuhan di lapangan. Setelah diserahkan, seluruh tanggung jawab perawatan kendaraan menjadi kewenangan pihak yayasan.
“Saya berharap bus ini dimanfaatkan secara maksimal. Perawatan sangat penting, termasuk pemilihan sopir. Sopir yang baik akan menentukan keselamatan penumpang sekaligus usia kendaraan,” ujar Lasarus.
Ia menegaskan, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengoperasian bus sekolah tersebut. Bus yang diserahkan merupakan kendaraan berfasilitas pendingin udara (full AC) dengan nilai sekitar Rp 700 juta.
Bus ini memiliki kapasitas ideal 17 penumpang dan dapat menampung hingga 20 orang tanpa berdesakan. Lasarus berharap keberadaan bus sekolah ini dapat menunjang mobilitas siswa, para suster, serta aktivitas pendidikan di lingkungan yayasan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat itu juga mengungkapkan, pada tahun anggaran 2025 pemerintah menyalurkan tiga unit bus sekolah di Kalimantan Barat, yakni dua unit untuk Kabupaten Sintang dan satu unit untuk Kabupaten Ketapang.
“Kami hadir untuk memperjuangkan dan menyuarakan kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang transportasi pendidikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Lasarus turut menyinggung pembangunan Rusunawa Asrama Putri Bintang Kejora yang berada di lingkungan Yayasan Kasih Fatima. Ia menegaskan, bangunan tersebut belum diresmikan secara resmi karena masih menunggu proses audit.
“Hari ini belum peresmian. Saya hanya memotong pita. Gedung ini akan diaudit terlebih dahulu, kemudian dilakukan perawatan. Setelah itu baru diresmikan bersama Kementerian PUPR dan diserahkan secara resmi kepada yayasan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalimantan Barat, I Ketut Suhartana, mengatakan bus sekolah tersebut merupakan unit ketiga yang disalurkan Kementerian Perhubungan di Kalimantan Barat pada tahun ini.
“Mudah-mudahan bus ini dapat memberikan manfaat optimal. Dengan fasilitas yang baik dan perawatan yang terjaga, pelayanan transportasi sekolah akan semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, harga satu unit bus sekolah berada di kisaran Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Oleh karena itu, pihak yayasan diminta menjaga kondisi teknis kendaraan serta memilih pengemudi yang berpengalaman dan bertanggung jawab.
Ketua Yayasan Pelayanan Kasih Fatima, Suster Felisitas, menyampaikan apresiasi atas bantuan bus sekolah dan pembangunan asrama putri yang dinilainya sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan tersebut.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan transportasi umum untuk kegiatan sekolah, terutama saat membawa banyak siswa sekaligus. Bus ini menjadi solusi penting bagi keterbatasan kami,” ungkapnya.
Suster Felisitas menjelaskan, Yayasan Pelayanan Kasih Fatima menaungi lima unit sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, dengan jumlah siswa hampir 900 orang. Selama ini, yayasan belum memiliki kendaraan operasional, khususnya bus sekolah.
“Asrama ini disiapkan bagi putri-putri dari daerah pedalaman agar mereka bisa mengakses pendidikan yang layak di Ketapang,” ujarnya.
Saat ini, rusunawa asrama putri telah dihuni oleh 96 siswi. Bangunan tersebut memiliki 30 kamar dengan kapasitas empat orang per kamar. Yayasan berharap jumlah penghuni akan bertambah pada tahun ajaran baru mendatang.
“Asrama putri dengan kapasitas besar seperti ini masih sangat terbatas di Ketapang. Biasanya anak-anak dari pedalaman yang melanjutkan SMP, SMA, atau SMK akan dititipkan kepada para suster dan tinggal di sini,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyerahkan satu unit bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kepada Yayasan Pendidikan Pelayanan Kasih Fatima di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (05/02/2025) siang.
Lasarus menjelaskan, penyaluran bus sekolah tersebut melalui tahapan panjang, mulai dari pengusulan hingga proses verifikasi kebutuhan di lapangan. Setelah diserahkan, seluruh tanggung jawab perawatan kendaraan menjadi kewenangan pihak yayasan.
“Saya berharap bus ini dimanfaatkan secara maksimal. Perawatan sangat penting, termasuk pemilihan sopir. Sopir yang baik akan menentukan keselamatan penumpang sekaligus usia kendaraan,” ujar Lasarus.
Ia menegaskan, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengoperasian bus sekolah tersebut. Bus yang diserahkan merupakan kendaraan berfasilitas pendingin udara (full AC) dengan nilai sekitar Rp 700 juta.
Bus ini memiliki kapasitas ideal 17 penumpang dan dapat menampung hingga 20 orang tanpa berdesakan. Lasarus berharap keberadaan bus sekolah ini dapat menunjang mobilitas siswa, para suster, serta aktivitas pendidikan di lingkungan yayasan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat itu juga mengungkapkan, pada tahun anggaran 2025 pemerintah menyalurkan tiga unit bus sekolah di Kalimantan Barat, yakni dua unit untuk Kabupaten Sintang dan satu unit untuk Kabupaten Ketapang.
“Kami hadir untuk memperjuangkan dan menyuarakan kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang transportasi pendidikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Lasarus turut menyinggung pembangunan Rusunawa Asrama Putri Bintang Kejora yang berada di lingkungan Yayasan Kasih Fatima. Ia menegaskan, bangunan tersebut belum diresmikan secara resmi karena masih menunggu proses audit.
“Hari ini belum peresmian. Saya hanya memotong pita. Gedung ini akan diaudit terlebih dahulu, kemudian dilakukan perawatan. Setelah itu baru diresmikan bersama Kementerian PUPR dan diserahkan secara resmi kepada yayasan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalimantan Barat, I Ketut Suhartana, mengatakan bus sekolah tersebut merupakan unit ketiga yang disalurkan Kementerian Perhubungan di Kalimantan Barat pada tahun ini.
“Mudah-mudahan bus ini dapat memberikan manfaat optimal. Dengan fasilitas yang baik dan perawatan yang terjaga, pelayanan transportasi sekolah akan semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, harga satu unit bus sekolah berada di kisaran Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Oleh karena itu, pihak yayasan diminta menjaga kondisi teknis kendaraan serta memilih pengemudi yang berpengalaman dan bertanggung jawab.
Ketua Yayasan Pelayanan Kasih Fatima, Suster Felisitas, menyampaikan apresiasi atas bantuan bus sekolah dan pembangunan asrama putri yang dinilainya sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan tersebut.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan transportasi umum untuk kegiatan sekolah, terutama saat membawa banyak siswa sekaligus. Bus ini menjadi solusi penting bagi keterbatasan kami,” ungkapnya.
Suster Felisitas menjelaskan, Yayasan Pelayanan Kasih Fatima menaungi lima unit sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, dengan jumlah siswa hampir 900 orang. Selama ini, yayasan belum memiliki kendaraan operasional, khususnya bus sekolah.
“Asrama ini disiapkan bagi putri-putri dari daerah pedalaman agar mereka bisa mengakses pendidikan yang layak di Ketapang,” ujarnya.
Saat ini, rusunawa asrama putri telah dihuni oleh 96 siswi. Bangunan tersebut memiliki 30 kamar dengan kapasitas empat orang per kamar. Yayasan berharap jumlah penghuni akan bertambah pada tahun ajaran baru mendatang.
“Asrama putri dengan kapasitas besar seperti ini masih sangat terbatas di Ketapang. Biasanya anak-anak dari pedalaman yang melanjutkan SMP, SMA, atau SMK akan dititipkan kepada para suster dan tinggal di sini,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini