Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 05 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) menggelar edukasi seputar perkembangan bahasa dan bicara pada anak, Kamis (05/02/2026).
Edukasi ini ditujukan untuk mengenali gangguan komunikasi, bicara dan bahasa yang bisa berdampak pada kelangsungan hidup dan kualitas interaksi sosial sang anak.
Ismi Dalilah, saat memberikan edukasi menyampaikan pentingnya mencegah keterlambatan penanganan yang dapat memperburuk kemampuan dan meningkatkan peluang perbaikan.
"Selain melatih bicara, terapis wicara juga membantu mengatasi gangguan komunikasi, bahasa, dan menelan," katanya.
Gangguan bicara berbeda dengan gangguan bahasa. Menurut Ismi, gangguan bahasa apabila seseorang kesulitan memahami bicara orang lain, atau kesulitan mengungkapkan pikiran gagasan, ide, dan perasaan dengan lengkap.
"Sedangkan seseorang dikatakan mengalami gangguan bicara apabila tidak mampu menghasilkan bunyi bicara dengan benar, atau lancar atau memiliki masalah dengan suaranya," jelasnya.
Ismi mengatakan, kemampuan bahasa pada anak berbeda-beda, sesuai dengan usianya. Pada usia 0 - 6 bulan, anak sudah bisa tersenyum ketika diajak bicara, mengenali suara manusia, mencari asal suara, mengoceh menggunakan konsonan/huruf p, m, b.
Anak usia 7 - 12 bulan sudah dapat merespon permintaan sederhana, mendengar dan meniru beberapa suara, dan memiliki kosa kata 1 - 3 kata. Dan anak usia 13 - 28 bulan sudah bisa mengikuti perintah sederhana, mengenal 1 - 3 bagian tubuh, dan memiliki 3 - 20 kosa kata.
Sedangkan anak usia 19 - 24 bukan sudah lebih banyak menguasai kosa kata sekitar 50 - 100 kata atau lebih, mengenali 5 bagian tubuh, dan bisa menjawab pertanyaan ‘ini apa’.
"Semakin bertambah usia, semakin banyak hal yang dikuasai," paparnya.
Setelah anak berusia 2 - 3 tahun, bicaranya 50 - 75 persen dapat dipahami oleh orang lain, mampu menanyakan 1 - 2 kata pertanyaan, dan memiliki pemahaman 500 - 900 kata. Dan ketika anak berusia 3 - 5 tahun, sudah mengerti fungsi benda, bertanya dan membuat pertanyaan, mengenali 1 - 4 warna, membuat angka 1 - 10 secara urut, dan bicaranya 80 - 90 persen dapat dimengerti orang lain.
Apabila anak-anak belum memiliki kemampuan pada usia tersebut, segera periksakan ke dokter spesialis anak untuk diperiksa lebih lanjut, dan kabar baiknya RSUD SSMA sudah memiliki terapis wicara yang dapat membantu anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan komunikasi, bicara, dan bahasa untuk mengejar keterlambatan," pungkasnya. (Jau)
KALBARONLINE.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) menggelar edukasi seputar perkembangan bahasa dan bicara pada anak, Kamis (05/02/2026).
Edukasi ini ditujukan untuk mengenali gangguan komunikasi, bicara dan bahasa yang bisa berdampak pada kelangsungan hidup dan kualitas interaksi sosial sang anak.
Ismi Dalilah, saat memberikan edukasi menyampaikan pentingnya mencegah keterlambatan penanganan yang dapat memperburuk kemampuan dan meningkatkan peluang perbaikan.
"Selain melatih bicara, terapis wicara juga membantu mengatasi gangguan komunikasi, bahasa, dan menelan," katanya.
Gangguan bicara berbeda dengan gangguan bahasa. Menurut Ismi, gangguan bahasa apabila seseorang kesulitan memahami bicara orang lain, atau kesulitan mengungkapkan pikiran gagasan, ide, dan perasaan dengan lengkap.
"Sedangkan seseorang dikatakan mengalami gangguan bicara apabila tidak mampu menghasilkan bunyi bicara dengan benar, atau lancar atau memiliki masalah dengan suaranya," jelasnya.
Ismi mengatakan, kemampuan bahasa pada anak berbeda-beda, sesuai dengan usianya. Pada usia 0 - 6 bulan, anak sudah bisa tersenyum ketika diajak bicara, mengenali suara manusia, mencari asal suara, mengoceh menggunakan konsonan/huruf p, m, b.
Anak usia 7 - 12 bulan sudah dapat merespon permintaan sederhana, mendengar dan meniru beberapa suara, dan memiliki kosa kata 1 - 3 kata. Dan anak usia 13 - 28 bulan sudah bisa mengikuti perintah sederhana, mengenal 1 - 3 bagian tubuh, dan memiliki 3 - 20 kosa kata.
Sedangkan anak usia 19 - 24 bukan sudah lebih banyak menguasai kosa kata sekitar 50 - 100 kata atau lebih, mengenali 5 bagian tubuh, dan bisa menjawab pertanyaan ‘ini apa’.
"Semakin bertambah usia, semakin banyak hal yang dikuasai," paparnya.
Setelah anak berusia 2 - 3 tahun, bicaranya 50 - 75 persen dapat dipahami oleh orang lain, mampu menanyakan 1 - 2 kata pertanyaan, dan memiliki pemahaman 500 - 900 kata. Dan ketika anak berusia 3 - 5 tahun, sudah mengerti fungsi benda, bertanya dan membuat pertanyaan, mengenali 1 - 4 warna, membuat angka 1 - 10 secara urut, dan bicaranya 80 - 90 persen dapat dimengerti orang lain.
Apabila anak-anak belum memiliki kemampuan pada usia tersebut, segera periksakan ke dokter spesialis anak untuk diperiksa lebih lanjut, dan kabar baiknya RSUD SSMA sudah memiliki terapis wicara yang dapat membantu anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan komunikasi, bicara, dan bahasa untuk mengejar keterlambatan," pungkasnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini