Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 10 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Ketua Panitia Cap Go Meh Pontianak, Hendry Pangestu Lim mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kota Pontianak masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia.
Hendry mengatakan, Pontianak selama ini dikenal sebagai salah satu kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Namun menurutnya, penilaian terhadap toleransi sebuah kota tidak berhenti pada pengakuan semata.
“Bicara toleransi, Kota Pontianak sebenarnya sudah termasuk kota yang toleran. Tapi penilaian tidak sampai di situ. Karena itu, sejak tahun 2024 hingga 2026 saya selaku Ketua Panitia Cap Go Meh terus berupaya agar Pontianak bisa meraih predikat 10 besar kota tertoleran,” ujarnya.
Ia berharap, pada tahun 2026 atau 2027, Pontianak mampu masuk dalam peringkat tersebut. Hendry menegaskan, pencapaian itu tidak bisa diraih hanya oleh panitia atau pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
“Saya berharap bukan hanya kami yang bekerja. Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk sama-sama berjuang, karena masyarakatlah yang sangat menentukan tercapainya predikat kota tertoleran,” katanya.
Terkait pelaksanaan Cap Go Meh, Hendry memastikan bahwa seluruh persiapan kegiatan sudah hampir rampung.
“Kalau dibilang 100 persen tentu belum, karena belum dilaksanakan. Tapi semua persiapan sudah dijalankan oleh panitia, tinggal menunggu waktu pelaksanaan,” jelasnya.
Selain itu, Hendry menyampaikan bahwa Cap Go Meh Pontianak juga akan ikut berpartisipasi dalam perayaan Cap Go Meh di Jakarta. Saat ini, panitia masih melakukan koordinasi dengan dinas kepemudaan, olahraga, dan pariwisata (disporapar) terkait teknis keikutsertaan.
“Kami akan berkoordinasi dengan disporapar mengenai teknis pelaksanaan dan apa saja yang perlu disiapkan. Panitia siap untuk ikut serta,” ujarnya.
Hendry juga menegaskan, bahwa perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak tidak akan menampilkan atraksi tatung, sesuai dengan arahan Wali Kota Pontianak.
“Saya tegaskan, seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, di Pontianak tidak ada tatung. Kota Pontianak adalah kota naga bersinar. Atraksi tatung itu ada di Singkawang,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan atraksi tatung agar berkunjung ke Singkawang.
“Jadi rekan-rekan yang ingin melihat atau bermain tatung, silakan ke Singkawang. Kota Pontianak tetap dengan ciri khasnya, yaitu naga,” pungkas Hendry. (Lid)
KALBARONLINE.com - Ketua Panitia Cap Go Meh Pontianak, Hendry Pangestu Lim mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kota Pontianak masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia.
Hendry mengatakan, Pontianak selama ini dikenal sebagai salah satu kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Namun menurutnya, penilaian terhadap toleransi sebuah kota tidak berhenti pada pengakuan semata.
“Bicara toleransi, Kota Pontianak sebenarnya sudah termasuk kota yang toleran. Tapi penilaian tidak sampai di situ. Karena itu, sejak tahun 2024 hingga 2026 saya selaku Ketua Panitia Cap Go Meh terus berupaya agar Pontianak bisa meraih predikat 10 besar kota tertoleran,” ujarnya.
Ia berharap, pada tahun 2026 atau 2027, Pontianak mampu masuk dalam peringkat tersebut. Hendry menegaskan, pencapaian itu tidak bisa diraih hanya oleh panitia atau pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
“Saya berharap bukan hanya kami yang bekerja. Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk sama-sama berjuang, karena masyarakatlah yang sangat menentukan tercapainya predikat kota tertoleran,” katanya.
Terkait pelaksanaan Cap Go Meh, Hendry memastikan bahwa seluruh persiapan kegiatan sudah hampir rampung.
“Kalau dibilang 100 persen tentu belum, karena belum dilaksanakan. Tapi semua persiapan sudah dijalankan oleh panitia, tinggal menunggu waktu pelaksanaan,” jelasnya.
Selain itu, Hendry menyampaikan bahwa Cap Go Meh Pontianak juga akan ikut berpartisipasi dalam perayaan Cap Go Meh di Jakarta. Saat ini, panitia masih melakukan koordinasi dengan dinas kepemudaan, olahraga, dan pariwisata (disporapar) terkait teknis keikutsertaan.
“Kami akan berkoordinasi dengan disporapar mengenai teknis pelaksanaan dan apa saja yang perlu disiapkan. Panitia siap untuk ikut serta,” ujarnya.
Hendry juga menegaskan, bahwa perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak tidak akan menampilkan atraksi tatung, sesuai dengan arahan Wali Kota Pontianak.
“Saya tegaskan, seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, di Pontianak tidak ada tatung. Kota Pontianak adalah kota naga bersinar. Atraksi tatung itu ada di Singkawang,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan atraksi tatung agar berkunjung ke Singkawang.
“Jadi rekan-rekan yang ingin melihat atau bermain tatung, silakan ke Singkawang. Kota Pontianak tetap dengan ciri khasnya, yaitu naga,” pungkas Hendry. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini