Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sabtu, 14 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dalam berbagai dinamika sosial dan politik, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Al-Qur'an dan Sunnah.
Gerakan tajdid atau pembaruan, katanya, tidak hanya dimaknai sebagai pembaruan pemikiran, tetapi juga sikap dan tindakan progresif dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Untuk itu, penting ruang dialog sebagai sarana memperkuat ukhuwah, memperkaya wawasan, sekaligus membangun kesadaran politik yang berlandaskan etika dan moral.
“Forum seperti ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang pembelajaran bersama. Ada kesinambungan antara pengalaman para senior dan semangat adik-adik mahasiswa,” ujarnya ketika membuka Dialog Ideopolitor PDM Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (13/2/2026).
Ia berharap, dialog politik ini dapat menumbuhkan kesadaran berpolitik yang santun dan beretika, memperkuat organisasi sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan umat, serta mendorong generasi muda untuk aktif dalam pembangunan dengan semangat kebangsaan.
Ia juga menyoroti tantangan global di era digital yang dinilai semakin kompleks dan membingungkan. Karena itu, generasi muda dituntut tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga kritis dan melek informasi.
“Mahasiswa harus mengikuti perkembangan informasi, baik nasional maupun global. Dengan wawasan yang luas, cita-cita untuk berkontribusi bagi bangsa akan lebih mudah diwujudkan,” pesannya.
Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kalbar, Helman Fachri menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan wajib tahunan. Apa yang disampaikan dalam dialog ini akan lebih banyak membahas bagaimana Muhammadiyah lahir, dan apa nilai yang diperjuangkan.
"Muhammadiyah ada sampai sekarang karena ideologi. Karena itu kegiatan ini diadakan agar gerakan ini selalu seiring seirama," katanya. (Jau)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dalam berbagai dinamika sosial dan politik, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Al-Qur'an dan Sunnah.
Gerakan tajdid atau pembaruan, katanya, tidak hanya dimaknai sebagai pembaruan pemikiran, tetapi juga sikap dan tindakan progresif dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Untuk itu, penting ruang dialog sebagai sarana memperkuat ukhuwah, memperkaya wawasan, sekaligus membangun kesadaran politik yang berlandaskan etika dan moral.
“Forum seperti ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang pembelajaran bersama. Ada kesinambungan antara pengalaman para senior dan semangat adik-adik mahasiswa,” ujarnya ketika membuka Dialog Ideopolitor PDM Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (13/2/2026).
Ia berharap, dialog politik ini dapat menumbuhkan kesadaran berpolitik yang santun dan beretika, memperkuat organisasi sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan umat, serta mendorong generasi muda untuk aktif dalam pembangunan dengan semangat kebangsaan.
Ia juga menyoroti tantangan global di era digital yang dinilai semakin kompleks dan membingungkan. Karena itu, generasi muda dituntut tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga kritis dan melek informasi.
“Mahasiswa harus mengikuti perkembangan informasi, baik nasional maupun global. Dengan wawasan yang luas, cita-cita untuk berkontribusi bagi bangsa akan lebih mudah diwujudkan,” pesannya.
Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kalbar, Helman Fachri menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan wajib tahunan. Apa yang disampaikan dalam dialog ini akan lebih banyak membahas bagaimana Muhammadiyah lahir, dan apa nilai yang diperjuangkan.
"Muhammadiyah ada sampai sekarang karena ideologi. Karena itu kegiatan ini diadakan agar gerakan ini selalu seiring seirama," katanya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini