Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 23 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Anak Buah Kapal (ABK) KM Dharma Ferry II yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus di perairan Pelabuhan Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (23/02/2026).
Korban diketahui bernama Atas Ahmad Khoirudin (25 tahun), warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 17.45 WIB setelah terseret arus deras saat mandi di kawasan perairan Pelabuhan Sukabangun.
Saat kejadian, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus sungai hingga terseret ke arah muara Kuala Sukabangun dan tenggelam. Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian selama tiga hari.
Koordinator SAR Ketapang, Ayub mengatakan, bahwa korban ditemukan sekitar pukul 07.15 WIB dalam kondisi mengapung di permukaan air.
“Sekitar pukul 07.15 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban mengapung di atas permukaan air dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Ayub saat dikonfirmasi, Senin (23/02/2026)
Korban ditemukan pada titik koordinat 1°46'43" S - 109°56.54" E atau sekitar 0,8 nautical mile ke arah hilir dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah keluarga untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya dibawa ke rumah keluarga untuk diserahterimakan,” jelasnya.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Ketapang, Pos TNI AL Ketapang, Polsek Delta Pawan, Polairud Ketapang, BPBD Ketapang, kru KM Dharma Ferry II, Satpol PP Ketapang, KSOP Ketapang, SROP Ketapang, Puskesmas Delta Pawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian hingga evakuasi.
Dengan ditemukannya korban dan telah diserahkan kepada keluarga, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 07.30 WIB. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Anak Buah Kapal (ABK) KM Dharma Ferry II yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus di perairan Pelabuhan Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (23/02/2026).
Korban diketahui bernama Atas Ahmad Khoirudin (25 tahun), warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 17.45 WIB setelah terseret arus deras saat mandi di kawasan perairan Pelabuhan Sukabangun.
Saat kejadian, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus sungai hingga terseret ke arah muara Kuala Sukabangun dan tenggelam. Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian selama tiga hari.
Koordinator SAR Ketapang, Ayub mengatakan, bahwa korban ditemukan sekitar pukul 07.15 WIB dalam kondisi mengapung di permukaan air.
“Sekitar pukul 07.15 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban mengapung di atas permukaan air dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Ayub saat dikonfirmasi, Senin (23/02/2026)
Korban ditemukan pada titik koordinat 1°46'43" S - 109°56.54" E atau sekitar 0,8 nautical mile ke arah hilir dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah keluarga untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya dibawa ke rumah keluarga untuk diserahterimakan,” jelasnya.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Ketapang, Pos TNI AL Ketapang, Polsek Delta Pawan, Polairud Ketapang, BPBD Ketapang, kru KM Dharma Ferry II, Satpol PP Ketapang, KSOP Ketapang, SROP Ketapang, Puskesmas Delta Pawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian hingga evakuasi.
Dengan ditemukannya korban dan telah diserahkan kepada keluarga, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 07.30 WIB. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini