Ketapang    

Tiga Hari Pencarian, ABK KM Dharma Ferry II Ditemukan Meninggal di Perairan Sukabangun

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Senin, 23 Februari 2026
Tiga Hari Pencarian, ABK KM Dharma Ferry II Ditemukan Meninggal di Perairan Sukabangun
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Anak Buah Kapal (ABK) KM Dharma Ferry II yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus di perairan Pelabuhan Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (23/02/2026).

Korban diketahui bernama Atas Ahmad Khoirudin (25 tahun), warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 17.45 WIB setelah terseret arus deras saat mandi di kawasan perairan Pelabuhan Sukabangun.

Saat kejadian, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus sungai hingga terseret ke arah muara Kuala Sukabangun dan tenggelam. Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian selama tiga hari.

Koordinator SAR Ketapang, Ayub mengatakan, bahwa korban ditemukan sekitar pukul 07.15 WIB dalam kondisi mengapung di permukaan air.

“Sekitar pukul 07.15 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban mengapung di atas permukaan air dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Ayub saat dikonfirmasi, Senin (23/02/2026)

Korban ditemukan pada titik koordinat 1°46'43" S - 109°56.54" E atau sekitar 0,8 nautical mile ke arah hilir dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah keluarga untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya dibawa ke rumah keluarga untuk diserahterimakan,” jelasnya.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Ketapang, Pos TNI AL Ketapang, Polsek Delta Pawan, Polairud Ketapang, BPBD Ketapang, kru KM Dharma Ferry II, Satpol PP Ketapang, KSOP Ketapang, SROP Ketapang, Puskesmas Delta Pawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian hingga evakuasi.

Dengan ditemukannya korban dan telah diserahkan kepada keluarga, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 07.30 WIB. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Safari Ramadan di Nanga Tayap, Bupati Alexander Wilyo Perkuat Silaturahmi dan Dorong Ekonomi Desa
Senin, 23 Februari 2026
Artikel Sebelumnya
Menu MBG di Sandai Ketapang Viral di Medsos, Warganet Soroti Kandungan Gizi dan Transparansi
Senin, 23 Februari 2026

Berita terkait