Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 23 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook Zedi Prasetiyo viral di media sosial, Senin (23/02/2026).
Dalam postingannya, Zedi menuliskan caption, “Benar-benar memprihatinkan menu MBG SDN 07 Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat tanggal 23 Februari 2026. 1 hal, berapa kandungan gizi menu yang dibagikan ini? Sudah dihitung ahli gizi atau belum?”
Video berdurasi 35 detik tersebut memperlihatkan menu MBG yang dibagikan kepada siswa di SDN 07 Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Perekam video tampak geram dan mempertanyakan kelayakan menu yang dinilai tidak sepadan dengan anggaran pemerintah.
Dalam video itu juga disoroti roti tanpa merek atau produsen yang jelas. Pada kemasan hanya terlihat tempelan tanggal kedaluwarsa (ED) 27-02-26, tanpa keterangan komposisi maupun informasi nilai gizi.
Unggahan tersebut langsung menuai perhatian luas. Hingga berita ini ditulis, postingan tersebut telah mendapat ratusan tanggapan dan dibagikan ratusan kali oleh warganet.
Sejumlah komentar bernada sindiran pun bermunculan. Akun Albertianus Teguh berkomentar, “Sandai lagi,” disertai ikon tertawa. Sementara Mhd Fahri menulis, “Ladang korupsi.” Adapun Ahmad Nurdin berkomentar, “Ahli gizi dengan SPPG nye diajak beromong sambil ngopi lok sekalian bisikan (jelaskan untung yang kitak dapat).”
Tak hanya komentar, sejumlah warganet juga membagikan foto-foto menu serupa yang diterima anak-anak mereka, sehingga memunculkan dugaan bahwa menu tersebut tidak hanya terjadi di satu sekolah.
Diketahui, selama bulan Ramadan, menu MBG dibagikan dalam bentuk makanan kering kepada siswa. Berdasarkan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), pembagian menu MBG dimungkinkan dilakukan sekaligus untuk tiga hari.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait viralnya video tersebut maupun soal standar kandungan gizi dan mekanisme pengawasan menu yang dibagikan di SDN 07 Kecamatan Sandai.
Masyarakat pun berharap ada klarifikasi resmi guna memastikan kualitas, keamanan, serta kandungan gizi makanan yang diterima para siswa sesuai dengan tujuan program MBG itu sendiri. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook Zedi Prasetiyo viral di media sosial, Senin (23/02/2026).
Dalam postingannya, Zedi menuliskan caption, “Benar-benar memprihatinkan menu MBG SDN 07 Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat tanggal 23 Februari 2026. 1 hal, berapa kandungan gizi menu yang dibagikan ini? Sudah dihitung ahli gizi atau belum?”
Video berdurasi 35 detik tersebut memperlihatkan menu MBG yang dibagikan kepada siswa di SDN 07 Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Perekam video tampak geram dan mempertanyakan kelayakan menu yang dinilai tidak sepadan dengan anggaran pemerintah.
Dalam video itu juga disoroti roti tanpa merek atau produsen yang jelas. Pada kemasan hanya terlihat tempelan tanggal kedaluwarsa (ED) 27-02-26, tanpa keterangan komposisi maupun informasi nilai gizi.
Unggahan tersebut langsung menuai perhatian luas. Hingga berita ini ditulis, postingan tersebut telah mendapat ratusan tanggapan dan dibagikan ratusan kali oleh warganet.
Sejumlah komentar bernada sindiran pun bermunculan. Akun Albertianus Teguh berkomentar, “Sandai lagi,” disertai ikon tertawa. Sementara Mhd Fahri menulis, “Ladang korupsi.” Adapun Ahmad Nurdin berkomentar, “Ahli gizi dengan SPPG nye diajak beromong sambil ngopi lok sekalian bisikan (jelaskan untung yang kitak dapat).”
Tak hanya komentar, sejumlah warganet juga membagikan foto-foto menu serupa yang diterima anak-anak mereka, sehingga memunculkan dugaan bahwa menu tersebut tidak hanya terjadi di satu sekolah.
Diketahui, selama bulan Ramadan, menu MBG dibagikan dalam bentuk makanan kering kepada siswa. Berdasarkan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), pembagian menu MBG dimungkinkan dilakukan sekaligus untuk tiga hari.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait viralnya video tersebut maupun soal standar kandungan gizi dan mekanisme pengawasan menu yang dibagikan di SDN 07 Kecamatan Sandai.
Masyarakat pun berharap ada klarifikasi resmi guna memastikan kualitas, keamanan, serta kandungan gizi makanan yang diterima para siswa sesuai dengan tujuan program MBG itu sendiri. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini