Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Minggu, 01 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Sejak pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, kawasan Jalan Diponegoro sudah dipadati ribuan warga yang ingin menyaksikan prosesi sakral ritual buka mata naga di Kelenteng Kwan Tie Bio, Kota Pontianak, pada Minggu (01/03/2026).
Tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Cap Go Meh ini selalu berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
Menariknya, bukan hanya warga Tionghoa yang hadir. Banyak warga muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan juga tampak ikut menyaksikan.
Salah satunya Mona, warga Jalan Meranti, yang datang bersama sang cucu sejak pagi hari. Ia mengaku sengaja datang karena keinginan cucunya yang sudah sejak lama ingin melihat langsung atraksi naga.
“Cucu mau nonton, dari kemarin dia bilang pengen nonton naga,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski sedang berpuasa, Mona mengaku hal tersebut tidak menjadi penghalang baginya untuk menikmati suasana meriah di sepanjang jalan itu.
Ia bahkan mengaku bukan pertama kali datang menyaksikan ritual tersebut. Tahun lalu dirinya juga hadir bersama cucunya.
“Bagus, ramai, meriah,” katanya singkat.
Hal serupa juga disampaikan Ardelia, warga muslim lainnya yang turut menjadi penonton. Menurutnya, ritual buka mata naga bukan hanya menarik dari sisi budaya, tetapi juga menjadi momen kebersamaan masyarakat Pontianak yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Meski harus menahan lapar dan haus, ia tetap menikmati jalannya prosesi, terlebih saat naga mulai meliuk-liuk diiringi tabuhan musik yang menambah semarak suasana.
“Alhamdulilah masih kuat puasa, cuacanya ndak begitu panas jadi masih tahan lah. Tiap tahun emang suka liat naga nih kalau cap go meh,” ujarnya.
Ritual buka mata naga sendiri menjadi penanda dimulainya berbagai rangkaian perayaan Cap Go Meh di Pontianak. Selain sarat makna spiritual, tradisi ini juga selalu menjadi magnet wisata budaya yang dinanti masyarakat setiap tahunnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Sejak pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, kawasan Jalan Diponegoro sudah dipadati ribuan warga yang ingin menyaksikan prosesi sakral ritual buka mata naga di Kelenteng Kwan Tie Bio, Kota Pontianak, pada Minggu (01/03/2026).
Tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Cap Go Meh ini selalu berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
Menariknya, bukan hanya warga Tionghoa yang hadir. Banyak warga muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan juga tampak ikut menyaksikan.
Salah satunya Mona, warga Jalan Meranti, yang datang bersama sang cucu sejak pagi hari. Ia mengaku sengaja datang karena keinginan cucunya yang sudah sejak lama ingin melihat langsung atraksi naga.
“Cucu mau nonton, dari kemarin dia bilang pengen nonton naga,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski sedang berpuasa, Mona mengaku hal tersebut tidak menjadi penghalang baginya untuk menikmati suasana meriah di sepanjang jalan itu.
Ia bahkan mengaku bukan pertama kali datang menyaksikan ritual tersebut. Tahun lalu dirinya juga hadir bersama cucunya.
“Bagus, ramai, meriah,” katanya singkat.
Hal serupa juga disampaikan Ardelia, warga muslim lainnya yang turut menjadi penonton. Menurutnya, ritual buka mata naga bukan hanya menarik dari sisi budaya, tetapi juga menjadi momen kebersamaan masyarakat Pontianak yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Meski harus menahan lapar dan haus, ia tetap menikmati jalannya prosesi, terlebih saat naga mulai meliuk-liuk diiringi tabuhan musik yang menambah semarak suasana.
“Alhamdulilah masih kuat puasa, cuacanya ndak begitu panas jadi masih tahan lah. Tiap tahun emang suka liat naga nih kalau cap go meh,” ujarnya.
Ritual buka mata naga sendiri menjadi penanda dimulainya berbagai rangkaian perayaan Cap Go Meh di Pontianak. Selain sarat makna spiritual, tradisi ini juga selalu menjadi magnet wisata budaya yang dinanti masyarakat setiap tahunnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini