Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 05 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Suasana penuh kehangatan dan nuansa adat mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Rabu (04/03/2026).
Kegiatan yang dihadiri Bupati Ketapang ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan keluarga besar zuriat serta sesepuh Kerajaan Matan. Kehadiran rombongan bupati disambut dengan prosesi adat kerajaan yang sarat makna budaya Melayu.
Penyambutan diawali dengan atraksi Silat Kutemare, dilanjutkan pengalungan syal kerajaan serta dentuman Meriam Pusaka Padam Pelite yang menambah khidmat suasana. Prosesi kemudian diteruskan dengan ritual Tepung Tawar sebagai simbol doa keselamatan dan penghormatan kepada tamu yang dimuliakan.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan merawat keberagaman sebagai kekuatan daerah.
“Momentum Ramadan seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempererat kebersamaan. Ketapang adalah rumah besar bagi kita semua, tempat berbagai suku dan agama hidup berdampingan dengan saling menghormati,” ujarnya.
Ia juga menilai Keraton Matan bukan hanya sebagai bangunan bersejarah, tetapi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi identitas daerah.
“Keraton Matan adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama. Nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang akar peradaban kita,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, bupati turut menyalakan Meriam Pusaka Padam Pelite yang telah berusia ratusan tahun. Tradisi tersebut menjadi simbol pelestarian sejarah yang hingga kini tetap dijaga oleh keluarga besar kerajaan.
Ketua Ikkramat, Uti Royden Top mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini rutin dilaksanakan sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin merawat silaturahmi antara keluarga besar Kerajaan Matan dengan pemerintah daerah serta seluruh masyarakat Ketapang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian sejarah dan budaya Keraton Matan yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Ketapang.
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, dihadiri para zuriat Kerajaan Matan, tokoh adat, serta sejumlah undangan lainnya. Tradisi adat yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa warisan budaya Melayu tetap hidup dan terus dijaga di tengah masyarakat. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Suasana penuh kehangatan dan nuansa adat mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Rabu (04/03/2026).
Kegiatan yang dihadiri Bupati Ketapang ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan keluarga besar zuriat serta sesepuh Kerajaan Matan. Kehadiran rombongan bupati disambut dengan prosesi adat kerajaan yang sarat makna budaya Melayu.
Penyambutan diawali dengan atraksi Silat Kutemare, dilanjutkan pengalungan syal kerajaan serta dentuman Meriam Pusaka Padam Pelite yang menambah khidmat suasana. Prosesi kemudian diteruskan dengan ritual Tepung Tawar sebagai simbol doa keselamatan dan penghormatan kepada tamu yang dimuliakan.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan merawat keberagaman sebagai kekuatan daerah.
“Momentum Ramadan seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempererat kebersamaan. Ketapang adalah rumah besar bagi kita semua, tempat berbagai suku dan agama hidup berdampingan dengan saling menghormati,” ujarnya.
Ia juga menilai Keraton Matan bukan hanya sebagai bangunan bersejarah, tetapi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi identitas daerah.
“Keraton Matan adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama. Nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang akar peradaban kita,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, bupati turut menyalakan Meriam Pusaka Padam Pelite yang telah berusia ratusan tahun. Tradisi tersebut menjadi simbol pelestarian sejarah yang hingga kini tetap dijaga oleh keluarga besar kerajaan.
Ketua Ikkramat, Uti Royden Top mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini rutin dilaksanakan sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin merawat silaturahmi antara keluarga besar Kerajaan Matan dengan pemerintah daerah serta seluruh masyarakat Ketapang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian sejarah dan budaya Keraton Matan yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Ketapang.
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, dihadiri para zuriat Kerajaan Matan, tokoh adat, serta sejumlah undangan lainnya. Tradisi adat yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa warisan budaya Melayu tetap hidup dan terus dijaga di tengah masyarakat. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini