Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 12 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan berupa uang operasional kepada seribuan guru ngaji tradisional. Secara simbolis, bantuan itu diserahkan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kamis (12/03/2026).
Wali Kota Edi Kamtono menyampaikan, bahwa bantuan ini sebaai bentuk apresiasi atas peran guru ngaji tradisional yang sudah berjasa dalam membantu masyarakat di Kota Pontianak agar dapat membaca Al-Qur'an.
Edi menyebutkan, tahun ini terdapat 1.006 orang guru ngaji tradisional yang menerima bantuan biaya operasional, masing-masing Rp 2,8 juta per orang.
“Semoga ini dapat menjadi penyemangat bagi para guru ngaji tradisional dalam mengajarkan masyarakat, khususnya anak-anak dalam membaca Al-Qur'an,” jelasnya.
Edi menambahkan, peran guru ngaji tradisional sangat vital dalam tumbuh kembang masyarakat Kota Pontianak khususnya dari sisi ilmu keagamaan. Ia menilai, bahwa guru ngaji tradisional tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur'an, tetapi juga ilmu serta tata cara ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peran mereka sangat penting karena untuk meningkatkan keimanan anak-anak kita. Terlebih, di era sekarang ini tantangannya sangat besar, terutama era digita,” tegas Edi.
Edi juga berpesan kepada para guru ngaji tradisional di Kota Pontianak agar terus semangat dalam kiprahnya mencerdaskan warga Kota Pontianak. Ia berharap, masyarakat Kota Pontianak, khususnya anak-anak dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan belajar Alquran bersama Guru Ngaji Tradisional.
“Semoga anak-anak kita bisa memiliki akhlakul karimah, yaitu budi pekerti yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, Satuki (80 tahun), salah satu penerima bantuan mengaku bersyukur. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para guru ngaji tradisional di Kota Pontianak.
“Pemerintah Kota Pontianak punya perhatian besar kepada guru-guru ngaji khususnya dan juga kepada kawan-kawan fardhu kifayah. Untuk itulah kami mengucapkan syukur alhamdulillah,” ucapnya.
Satuki mengaku, dirinya sudah empat puluh lima tahun mengajar sebagai Guru ngaji tradisional. Sekarang, Ia mengajarkan ilmu-ilmunya kepada enam puluh anak muridnya di sebuah surau di Gang Haji Ashari, Pontianak Timur.
“Sudah mengajar anak-anak mengaji di daerah saya sendiri sejak tahun 1980. Mulai dari rumah, kemudian perlahan ada peningkatan, dibuatlah surau kecil. Di situlah saya mengajar sampai sekarang,” ungkapnya.
Ia berharap, perhatian pemerintah kepada guru ngaji tradisional bisa terus berlanjut. Karena menurutnya, peran guru ngaji sangat penting dalam mengenalkan ilmu agama, khususnya dalam membentuk keterampilan dalam membaca Al-Qur'an.
“Ke depannya, perhatian seperti ini kalau bisa terus berjalan. Karena Guru Ngaji Tradisional tujuannya agar masyarakat dapat mengenal dan membaca Alquran, khususnya pada anak-anak,” terang Satuki. (Jau)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan berupa uang operasional kepada seribuan guru ngaji tradisional. Secara simbolis, bantuan itu diserahkan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kamis (12/03/2026).
Wali Kota Edi Kamtono menyampaikan, bahwa bantuan ini sebaai bentuk apresiasi atas peran guru ngaji tradisional yang sudah berjasa dalam membantu masyarakat di Kota Pontianak agar dapat membaca Al-Qur'an.
Edi menyebutkan, tahun ini terdapat 1.006 orang guru ngaji tradisional yang menerima bantuan biaya operasional, masing-masing Rp 2,8 juta per orang.
“Semoga ini dapat menjadi penyemangat bagi para guru ngaji tradisional dalam mengajarkan masyarakat, khususnya anak-anak dalam membaca Al-Qur'an,” jelasnya.
Edi menambahkan, peran guru ngaji tradisional sangat vital dalam tumbuh kembang masyarakat Kota Pontianak khususnya dari sisi ilmu keagamaan. Ia menilai, bahwa guru ngaji tradisional tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur'an, tetapi juga ilmu serta tata cara ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peran mereka sangat penting karena untuk meningkatkan keimanan anak-anak kita. Terlebih, di era sekarang ini tantangannya sangat besar, terutama era digita,” tegas Edi.
Edi juga berpesan kepada para guru ngaji tradisional di Kota Pontianak agar terus semangat dalam kiprahnya mencerdaskan warga Kota Pontianak. Ia berharap, masyarakat Kota Pontianak, khususnya anak-anak dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan belajar Alquran bersama Guru Ngaji Tradisional.
“Semoga anak-anak kita bisa memiliki akhlakul karimah, yaitu budi pekerti yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, Satuki (80 tahun), salah satu penerima bantuan mengaku bersyukur. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para guru ngaji tradisional di Kota Pontianak.
“Pemerintah Kota Pontianak punya perhatian besar kepada guru-guru ngaji khususnya dan juga kepada kawan-kawan fardhu kifayah. Untuk itulah kami mengucapkan syukur alhamdulillah,” ucapnya.
Satuki mengaku, dirinya sudah empat puluh lima tahun mengajar sebagai Guru ngaji tradisional. Sekarang, Ia mengajarkan ilmu-ilmunya kepada enam puluh anak muridnya di sebuah surau di Gang Haji Ashari, Pontianak Timur.
“Sudah mengajar anak-anak mengaji di daerah saya sendiri sejak tahun 1980. Mulai dari rumah, kemudian perlahan ada peningkatan, dibuatlah surau kecil. Di situlah saya mengajar sampai sekarang,” ungkapnya.
Ia berharap, perhatian pemerintah kepada guru ngaji tradisional bisa terus berlanjut. Karena menurutnya, peran guru ngaji sangat penting dalam mengenalkan ilmu agama, khususnya dalam membentuk keterampilan dalam membaca Al-Qur'an.
“Ke depannya, perhatian seperti ini kalau bisa terus berjalan. Karena Guru Ngaji Tradisional tujuannya agar masyarakat dapat mengenal dan membaca Alquran, khususnya pada anak-anak,” terang Satuki. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini