Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sabtu, 28 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Memasuki musim kemarau panjang yang diperkirakan BMKG, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Ia meminta agar warga menahan diri dari aktivitas apapun yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dengan cara membakar lahan.
“Untuk ke depan ada perkiraan dari BMKG bahwa akan terjadi kemarau yang cukup panjang. Maka kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kubu Raya untuk menahan diri, tidak melakukan aktivitas membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Sujiwo menegaskan, dampak karhutla sangat luas dan merugikan berbagai sektor. Tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat.
“Dampak kebakaran hutan dan lahan ini sangat luar biasa. Bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi juga menimbulkan debu dan asap yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kabut asap yang tebal kerap memaksa sekolah diliburkan sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Selain itu, peningkatan kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
“Kalau kabut sudah tebal dan karhutla menyebar, sekolah bisa diliburkan. Ini jelas mengganggu dunia pendidikan. Belum lagi penyakit ISPA dan penyakit lainnya yang berdampak pada kesehatan masyarakat,” paparnya.
Tak hanya itu, sektor transportasi dan perekonomian juga ikut terdampak. Penerbangan dapat terganggu hingga terhenti akibat jarak pandang yang terbatas.
“Penerbangan bisa terhenti, dan itu akan berdampak pada pergerakan ekonomi, investasi, dan sektor lainnya,” tegas Sujiwo.
Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau. (Lid)
KALBARONLINE.com - Memasuki musim kemarau panjang yang diperkirakan BMKG, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Ia meminta agar warga menahan diri dari aktivitas apapun yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dengan cara membakar lahan.
“Untuk ke depan ada perkiraan dari BMKG bahwa akan terjadi kemarau yang cukup panjang. Maka kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kubu Raya untuk menahan diri, tidak melakukan aktivitas membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Sujiwo menegaskan, dampak karhutla sangat luas dan merugikan berbagai sektor. Tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat.
“Dampak kebakaran hutan dan lahan ini sangat luar biasa. Bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi juga menimbulkan debu dan asap yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kabut asap yang tebal kerap memaksa sekolah diliburkan sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Selain itu, peningkatan kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
“Kalau kabut sudah tebal dan karhutla menyebar, sekolah bisa diliburkan. Ini jelas mengganggu dunia pendidikan. Belum lagi penyakit ISPA dan penyakit lainnya yang berdampak pada kesehatan masyarakat,” paparnya.
Tak hanya itu, sektor transportasi dan perekonomian juga ikut terdampak. Penerbangan dapat terganggu hingga terhenti akibat jarak pandang yang terbatas.
“Penerbangan bisa terhenti, dan itu akan berdampak pada pergerakan ekonomi, investasi, dan sektor lainnya,” tegas Sujiwo.
Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini