Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 31 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Mulai 1 April 2026, dermaga penyeberangan feri Bardan–Siantan di Pontianak akan kembali menghentikan operasional sementara. Penutupan ini dilakukan karena kondisi dermaga yang mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai tidak lagi memenuhi standar keselamatan.
Dosen Tenaga Ahli Teknisi dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan), Umar mengungkapkan, bahwa dari hasil kajian teknis, struktur dermaga sudah berada pada tingkat kerusakan yang membahayakan.
“Dari sisi penilaian teknis, struktur dermaga di Siantan ini sudah sampai pada tahap kerusakan yang cukup membahayakan. Kerusakan utamanya berada pada bagian pondasi,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan pada pondasi menjadi perhatian serius karena merupakan bagian vital yang menopang seluruh struktur dermaga. Jika pondasi mengalami kerusakan, maka struktur di atasnya juga berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna.
Menurut Umar, kondisi pondasi saat ini menunjukkan adanya kerusakan berupa beton yang kropos, retak, hingga pecah. Kerusakan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beban yang diterima dermaga, baik beban vertikal maupun horizontal dari tumbukan kapal saat bersandar.
“Terlihat jelas bahwa pondasi yang sangat vital itu mengalami keretakan. Bahkan luas permukaan beton juga sudah berkurang, sehingga kekuatannya menurun secara signifikan,” jelasnya.
Tak hanya pada pondasi, kerusakan juga terjadi pada bagian movable bridge atau jembatan penghubung antara kapal dan dermaga yang terbuat dari baja. Umar menyebutkan, kondisi baja pada bagian tersebut sudah mengalami korosi parah dan tidak lagi memungkinkan untuk dilakukan pemeliharaan.
“Kerusakan pada movable bridge sudah pada tahap lanjut. Baja sudah sangat kropos dan tidak bisa lagi diperbaiki. Ini tentu sangat berbahaya, apalagi dilalui kendaraan, baik roda dua hingga kendaraan berat,” katanya.
Selain itu, struktur fender atau penahan benturan kapal juga mengalami kerusakan serius. Pada bagian fondasinya ditemukan retakan bahkan patah, meski belum sepenuhnya roboh karena masih ditopang oleh tulangan besi di dalam beton.
Ia menambahkan, besarnya beban kapal, terutama saat membawa muatan, turut mempercepat kerusakan. Meski kapal bergerak dengan kecepatan rendah saat merapat, momentum yang dihasilkan tetap besar dan dapat memperparah kondisi struktur.
“Momentum dari kapal itu sangat besar, dan ini bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Itu yang menjadi salah satu faktor paling berbahaya,” ungkapnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, penutupan sementara dermaga dinilai sebagai langkah yang tepat guna menghindari risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan masyarakat pengguna jasa penyeberangan. (Lid)
KALBARONLINE.com - Mulai 1 April 2026, dermaga penyeberangan feri Bardan–Siantan di Pontianak akan kembali menghentikan operasional sementara. Penutupan ini dilakukan karena kondisi dermaga yang mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai tidak lagi memenuhi standar keselamatan.
Dosen Tenaga Ahli Teknisi dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan), Umar mengungkapkan, bahwa dari hasil kajian teknis, struktur dermaga sudah berada pada tingkat kerusakan yang membahayakan.
“Dari sisi penilaian teknis, struktur dermaga di Siantan ini sudah sampai pada tahap kerusakan yang cukup membahayakan. Kerusakan utamanya berada pada bagian pondasi,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan pada pondasi menjadi perhatian serius karena merupakan bagian vital yang menopang seluruh struktur dermaga. Jika pondasi mengalami kerusakan, maka struktur di atasnya juga berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna.
Menurut Umar, kondisi pondasi saat ini menunjukkan adanya kerusakan berupa beton yang kropos, retak, hingga pecah. Kerusakan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beban yang diterima dermaga, baik beban vertikal maupun horizontal dari tumbukan kapal saat bersandar.
“Terlihat jelas bahwa pondasi yang sangat vital itu mengalami keretakan. Bahkan luas permukaan beton juga sudah berkurang, sehingga kekuatannya menurun secara signifikan,” jelasnya.
Tak hanya pada pondasi, kerusakan juga terjadi pada bagian movable bridge atau jembatan penghubung antara kapal dan dermaga yang terbuat dari baja. Umar menyebutkan, kondisi baja pada bagian tersebut sudah mengalami korosi parah dan tidak lagi memungkinkan untuk dilakukan pemeliharaan.
“Kerusakan pada movable bridge sudah pada tahap lanjut. Baja sudah sangat kropos dan tidak bisa lagi diperbaiki. Ini tentu sangat berbahaya, apalagi dilalui kendaraan, baik roda dua hingga kendaraan berat,” katanya.
Selain itu, struktur fender atau penahan benturan kapal juga mengalami kerusakan serius. Pada bagian fondasinya ditemukan retakan bahkan patah, meski belum sepenuhnya roboh karena masih ditopang oleh tulangan besi di dalam beton.
Ia menambahkan, besarnya beban kapal, terutama saat membawa muatan, turut mempercepat kerusakan. Meski kapal bergerak dengan kecepatan rendah saat merapat, momentum yang dihasilkan tetap besar dan dapat memperparah kondisi struktur.
“Momentum dari kapal itu sangat besar, dan ini bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Itu yang menjadi salah satu faktor paling berbahaya,” ungkapnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, penutupan sementara dermaga dinilai sebagai langkah yang tepat guna menghindari risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan masyarakat pengguna jasa penyeberangan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini