Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 01 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kota Pontianak memastikan akan melanjutkan pembangunan kawasan waterfront city di tepian Sungai Kapuas sebagai bagian dari penataan wajah kota. Lanjutan pembangunan tersebut dari kawasan Kamboja hingga Gang Haji Mursit.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, proyek tersebut merupakan program yang telah dirintis sejak 2014 dan akan terus dilanjutkan secara bertahap.
“Waterfront ini menjadi program kota Pontianak yang dirintis sejak 2014 oleh Bapnas. Jadi kita harus terus melanjutkan, biarpun bertahap, ini akan nanti menampilkan wajah kota Pontianak. Jadi Sungai Kapuas itu menjadi muka atau frontnya,” ujarnya, Rabu (01/04/2026).
Edi mengungkapkan, konsep yang diusung disebut akan menyerupai kawasan yang telah ditata di Parit Besar, namun dengan desain yang lebih unik, ramah lingkungan, dan memiliki nilai estetika tinggi.
“Nanti akan ada spot-spot menarik, seperti ruang rekreasi, olahraga, hingga titik-titik yang instagramable, serta terintegrasi dengan taman di bawah Jembatan Kapuas I,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan, proyek ini menggunakan APBD dengan skema multi years atau tahun jamak. Pada tahap awal, Pemkot menyiapkan anggaran sekitar Rp 20 miliar.
“Ini kita lakukan bertahap, rencananya sekitar tiga tahun. Tahap pertama kita siapkan Rp 20 miliar,” ungkap Edi.
Selain mengandalkan APBD kota, pemkot juga berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Mengingat Sungai Kapuas berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai, pihaknya juga telah melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum serta DPR RI, khususnya Komisi V.
“Kita harapkan ada dukungan APBD provinsi dan juga APBN, sehingga pembangunan bisa lebih maksimal,” katanya.
Terkait dampak ke masyarakat, Edi menyebut tidak akan ada pembebasan lahan besar-besaran. Namun, akan dilakukan penataan dan penyesuaian terhadap bangunan yang berada di luar garis sempadan sungai.
Pemkot juga akan melakukan sosialisasi kepada warga terdampak, serta memberikan kompensasi berupa perbaikan bangunan sesuai desain yang telah ditetapkan.
“Kita akan kembalikan dalam bentuk perbaikan sesuai konsep penataan yang sudah direncanakan,” jelasnya.
Edi turut mengimbau masyarakat untuk mendukung pembangunan tersebut, termasuk menjaga fasilitas yang telah dibangun agar tidak dirusak.
“Kita berharap masyarakat, RT, RW, dan pelaku usaha bisa bersama-sama menjaga. Ini bukan hanya tugas pemerintah,” tegasnya.
Sebagai langkah pengamanan, Pemkot juga akan merancang infrastruktur yang tahan terhadap vandalisme serta memasang CCTV di sejumlah titik strategis.
Melalui proyek ini, Pemkot berharap waterfront city mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan sektor pariwisata, serta membuka lapangan kerja di Kota Pontianak. (Lid)
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kota Pontianak memastikan akan melanjutkan pembangunan kawasan waterfront city di tepian Sungai Kapuas sebagai bagian dari penataan wajah kota. Lanjutan pembangunan tersebut dari kawasan Kamboja hingga Gang Haji Mursit.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, proyek tersebut merupakan program yang telah dirintis sejak 2014 dan akan terus dilanjutkan secara bertahap.
“Waterfront ini menjadi program kota Pontianak yang dirintis sejak 2014 oleh Bapnas. Jadi kita harus terus melanjutkan, biarpun bertahap, ini akan nanti menampilkan wajah kota Pontianak. Jadi Sungai Kapuas itu menjadi muka atau frontnya,” ujarnya, Rabu (01/04/2026).
Edi mengungkapkan, konsep yang diusung disebut akan menyerupai kawasan yang telah ditata di Parit Besar, namun dengan desain yang lebih unik, ramah lingkungan, dan memiliki nilai estetika tinggi.
“Nanti akan ada spot-spot menarik, seperti ruang rekreasi, olahraga, hingga titik-titik yang instagramable, serta terintegrasi dengan taman di bawah Jembatan Kapuas I,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan, proyek ini menggunakan APBD dengan skema multi years atau tahun jamak. Pada tahap awal, Pemkot menyiapkan anggaran sekitar Rp 20 miliar.
“Ini kita lakukan bertahap, rencananya sekitar tiga tahun. Tahap pertama kita siapkan Rp 20 miliar,” ungkap Edi.
Selain mengandalkan APBD kota, pemkot juga berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Mengingat Sungai Kapuas berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai, pihaknya juga telah melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum serta DPR RI, khususnya Komisi V.
“Kita harapkan ada dukungan APBD provinsi dan juga APBN, sehingga pembangunan bisa lebih maksimal,” katanya.
Terkait dampak ke masyarakat, Edi menyebut tidak akan ada pembebasan lahan besar-besaran. Namun, akan dilakukan penataan dan penyesuaian terhadap bangunan yang berada di luar garis sempadan sungai.
Pemkot juga akan melakukan sosialisasi kepada warga terdampak, serta memberikan kompensasi berupa perbaikan bangunan sesuai desain yang telah ditetapkan.
“Kita akan kembalikan dalam bentuk perbaikan sesuai konsep penataan yang sudah direncanakan,” jelasnya.
Edi turut mengimbau masyarakat untuk mendukung pembangunan tersebut, termasuk menjaga fasilitas yang telah dibangun agar tidak dirusak.
“Kita berharap masyarakat, RT, RW, dan pelaku usaha bisa bersama-sama menjaga. Ini bukan hanya tugas pemerintah,” tegasnya.
Sebagai langkah pengamanan, Pemkot juga akan merancang infrastruktur yang tahan terhadap vandalisme serta memasang CCTV di sejumlah titik strategis.
Melalui proyek ini, Pemkot berharap waterfront city mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan sektor pariwisata, serta membuka lapangan kerja di Kota Pontianak. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini