Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 28 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendesak agar Terminal Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah segera beroperasi penuh.
Hal itu disampaikannya menanggapi keluhan warga terkait banyaknya mobil tronton yang parkir di bahu Jalan Komyos Sudarso untuk menunggu antrean kapal peti kemas di Pelabuhan Dwikora Pontianak.
Keberadaan tronton yang parkir di bahu jalan tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari akibat minimnya tanda peringatan.
“Kita berharap Pelabuhan Kijing segera dioperasionalkan supaya mengurangi beban jalan di Komyos Sudarso. Itu solusi jangka panjangnya,” kata Edi.
Menurutnya, persoalan tronton yang parkir di kawasan pelabuhan dwikora memang cukup dilematis lantaran tingginya aktivitas bongkar muat tidak diimbangi kapasitas lahan parkir yang memadai.
“Kalau tronton memang dilematis sekali, karena di Jalan Komyos Sudarso itu kan ada pelabuhan. Lahan parkir pelabuhan terbatas, jadi sambil menunggu kapal datang atau antrean bongkar muat, kadang tronton masih parkir di situ,” ujarnya.
Edi menyebut, Dinas Perhubungan Kota Pontianak hampir setiap hari melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir di bahu jalan tersebut.
“Dinas Perhubungan setiap hari mengempeskan ban kendaraan itu. Kalau menilang bukan tugas kita, tugas kita mengempeskan dan memberi sanksi,” katanya.
Terkait usulan warga agar dipasang lampu maupun tanda peringatan di sekitar lokasi parkir tronton, Edi menilai langkah tersebut penting guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas pada malam hari.
“Betul, karena kita kan tidak mungkin 24 jam mengawasi di situ. Kita juga sudah mengingatkan kepada pengusaha tronton, tapi memang jumlah mobilnya sangat banyak sambil menunggu antrean kapal datang atau bongkar muat,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendesak agar Terminal Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah segera beroperasi penuh.
Hal itu disampaikannya menanggapi keluhan warga terkait banyaknya mobil tronton yang parkir di bahu Jalan Komyos Sudarso untuk menunggu antrean kapal peti kemas di Pelabuhan Dwikora Pontianak.
Keberadaan tronton yang parkir di bahu jalan tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari akibat minimnya tanda peringatan.
“Kita berharap Pelabuhan Kijing segera dioperasionalkan supaya mengurangi beban jalan di Komyos Sudarso. Itu solusi jangka panjangnya,” kata Edi.
Menurutnya, persoalan tronton yang parkir di kawasan pelabuhan dwikora memang cukup dilematis lantaran tingginya aktivitas bongkar muat tidak diimbangi kapasitas lahan parkir yang memadai.
“Kalau tronton memang dilematis sekali, karena di Jalan Komyos Sudarso itu kan ada pelabuhan. Lahan parkir pelabuhan terbatas, jadi sambil menunggu kapal datang atau antrean bongkar muat, kadang tronton masih parkir di situ,” ujarnya.
Edi menyebut, Dinas Perhubungan Kota Pontianak hampir setiap hari melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir di bahu jalan tersebut.
“Dinas Perhubungan setiap hari mengempeskan ban kendaraan itu. Kalau menilang bukan tugas kita, tugas kita mengempeskan dan memberi sanksi,” katanya.
Terkait usulan warga agar dipasang lampu maupun tanda peringatan di sekitar lokasi parkir tronton, Edi menilai langkah tersebut penting guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas pada malam hari.
“Betul, karena kita kan tidak mungkin 24 jam mengawasi di situ. Kita juga sudah mengingatkan kepada pengusaha tronton, tapi memang jumlah mobilnya sangat banyak sambil menunggu antrean kapal datang atau bongkar muat,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini