Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 02 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 1.419 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Orientasi PPPK Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, Selasa (2/6/2026).
Peserta orientasi tersebut terdiri dari PPPK formasi tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan guru yang diangkat pada tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan dalam lima angkatan sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalbar.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti orientasi dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai aparatur negara.
"Orientasi ini harus diikuti dengan baik. Ikuti seluruh prosesnya dan ambil ilmu yang diberikan oleh para pengajar," kata Norsan.
Menurutnya, orientasi PPPK menjadi bekal penting bagi para ASN untuk memahami tugas, tanggung jawab, serta peran mereka sebagai pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, menjelaskan bahwa orientasi PPPK merupakan amanat dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang wajib diikuti oleh seluruh PPPK hasil pengangkatan tahun 2025.
"PPPK yang mengikuti orientasi ini berjumlah 1.419 orang. Kegiatan ini wajib dilaksanakan untuk meng-upgrade pengetahuan mereka sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai dasar ASN," ujarnya.
Windy menuturkan, meskipun sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman bekerja di instansi pemerintah, orientasi tetap diperlukan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, tantangan pelayanan publik yang terus berkembang menuntut ASN menjadi aparatur yang profesional, inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
"ASN harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi maupun perubahan regulasi yang terus terjadi," katanya.
Dalam orientasi PPPK Kalbar 2026 ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai nilai-nilai dasar ASN, etika pemerintahan, tugas dan fungsi aparatur negara, hingga peran strategis ASN dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Windy berharap kegiatan tersebut dapat menjadi fondasi awal bagi para PPPK untuk menjalankan tugas dan pengabdian secara optimal di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
"Semoga orientasi ini menjadi awal perjalanan pengabdian yang penuh semangat, dedikasi, dan kontribusi terbaik untuk Kalimantan Barat," tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 1.419 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Orientasi PPPK Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, Selasa (2/6/2026).
Peserta orientasi tersebut terdiri dari PPPK formasi tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan guru yang diangkat pada tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan dalam lima angkatan sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalbar.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti orientasi dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai aparatur negara.
"Orientasi ini harus diikuti dengan baik. Ikuti seluruh prosesnya dan ambil ilmu yang diberikan oleh para pengajar," kata Norsan.
Menurutnya, orientasi PPPK menjadi bekal penting bagi para ASN untuk memahami tugas, tanggung jawab, serta peran mereka sebagai pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, menjelaskan bahwa orientasi PPPK merupakan amanat dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang wajib diikuti oleh seluruh PPPK hasil pengangkatan tahun 2025.
"PPPK yang mengikuti orientasi ini berjumlah 1.419 orang. Kegiatan ini wajib dilaksanakan untuk meng-upgrade pengetahuan mereka sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai dasar ASN," ujarnya.
Windy menuturkan, meskipun sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman bekerja di instansi pemerintah, orientasi tetap diperlukan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, tantangan pelayanan publik yang terus berkembang menuntut ASN menjadi aparatur yang profesional, inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
"ASN harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi maupun perubahan regulasi yang terus terjadi," katanya.
Dalam orientasi PPPK Kalbar 2026 ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai nilai-nilai dasar ASN, etika pemerintahan, tugas dan fungsi aparatur negara, hingga peran strategis ASN dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Windy berharap kegiatan tersebut dapat menjadi fondasi awal bagi para PPPK untuk menjalankan tugas dan pengabdian secara optimal di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
"Semoga orientasi ini menjadi awal perjalanan pengabdian yang penuh semangat, dedikasi, dan kontribusi terbaik untuk Kalimantan Barat," tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini