Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 03 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Petani kelapa sawit di Kalimantan Barat kini tengah menghadapi tekanan berat setelah harga tandan buah segar (TBS) sawit mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Di Kabupaten Bengkayang misalnya, harga TBS sawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.340 per kilogram kini turun hingga sekitar Rp2.330 per kilogram di tingkat petani. Kondisi ini memicu keresahan karena terjadi di tengah naiknya biaya operasional seperti panen, transportasi, pupuk hingga bahan bakar minyak (BBM).
Menanggapi anjloknya harga sawit di Kalbar tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengaku prihatin lantaran dampaknya langsung dirasakan para petani.
“Kita ikut prihatin ya. Karena ini juga kan anjloknya di perdagangan internasional juga, CPO-nya kan,” ujar Norsan, Rabu (3/6/2026).
Meski begitu, Norsan mengaku belum bisa memastikan secara rinci penyebab utama jatuhnya harga TBS sawit saat ini. Namun Pemerintah Provinsi Kalbar, kata dia, akan berupaya mencari langkah agar harga sawit bisa kembali membaik.
“Ini mungkin saya belum bisa memberikan komentar yang sebab dan penyebabnya anjlok harga sawit ini. Namun kita berupaya semaksimal mungkin bagaimana supaya harga sawit ini bisa kembali normal,” katanya.
Menurutnya, jika harga belum bisa kembali ke posisi sebelumnya, setidaknya dapat mendekati level harga yang pernah dinikmati petani sawit.
“Kita berupaya untuk membalikkan kepada harga semula lagi,” tuturnya.
Norsan juga menilai, melemahnya harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional turut dipengaruhi berbagai faktor global. Mulai dari situasi geopolitik hingga hambatan ekspor-impor yang berdampak pada perdagangan dunia.
“Perang dunia ini pasti penyebab juga. Mungkin terhambatnya ekspor-impor karena pengaruh hal-hal yang lain,” ujarnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Petani kelapa sawit di Kalimantan Barat kini tengah menghadapi tekanan berat setelah harga tandan buah segar (TBS) sawit mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Di Kabupaten Bengkayang misalnya, harga TBS sawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.340 per kilogram kini turun hingga sekitar Rp2.330 per kilogram di tingkat petani. Kondisi ini memicu keresahan karena terjadi di tengah naiknya biaya operasional seperti panen, transportasi, pupuk hingga bahan bakar minyak (BBM).
Menanggapi anjloknya harga sawit di Kalbar tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengaku prihatin lantaran dampaknya langsung dirasakan para petani.
“Kita ikut prihatin ya. Karena ini juga kan anjloknya di perdagangan internasional juga, CPO-nya kan,” ujar Norsan, Rabu (3/6/2026).
Meski begitu, Norsan mengaku belum bisa memastikan secara rinci penyebab utama jatuhnya harga TBS sawit saat ini. Namun Pemerintah Provinsi Kalbar, kata dia, akan berupaya mencari langkah agar harga sawit bisa kembali membaik.
“Ini mungkin saya belum bisa memberikan komentar yang sebab dan penyebabnya anjlok harga sawit ini. Namun kita berupaya semaksimal mungkin bagaimana supaya harga sawit ini bisa kembali normal,” katanya.
Menurutnya, jika harga belum bisa kembali ke posisi sebelumnya, setidaknya dapat mendekati level harga yang pernah dinikmati petani sawit.
“Kita berupaya untuk membalikkan kepada harga semula lagi,” tuturnya.
Norsan juga menilai, melemahnya harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional turut dipengaruhi berbagai faktor global. Mulai dari situasi geopolitik hingga hambatan ekspor-impor yang berdampak pada perdagangan dunia.
“Perang dunia ini pasti penyebab juga. Mungkin terhambatnya ekspor-impor karena pengaruh hal-hal yang lain,” ujarnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini