Pontianak    

Harga TBS Sawit Anjlok, Ria Norsan Janji Upayakan Kembali Normal

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 03 June 2026
Harga TBS Sawit Anjlok, Ria Norsan Janji Upayakan Kembali Normal
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat diwawancarai wartawan mengenai harga TBS sawit yang anjlok (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Petani kelapa sawit di Kalimantan Barat kini tengah menghadapi tekanan berat setelah harga tandan buah segar (TBS) sawit mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Di Kabupaten Bengkayang misalnya, harga TBS sawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.340 per kilogram kini turun hingga sekitar Rp2.330 per kilogram di tingkat petani. Kondisi ini memicu keresahan karena terjadi di tengah naiknya biaya operasional seperti panen, transportasi, pupuk hingga bahan bakar minyak (BBM).

Menanggapi anjloknya harga sawit di Kalbar tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengaku prihatin lantaran dampaknya langsung dirasakan para petani.

“Kita ikut prihatin ya. Karena ini juga kan anjloknya di perdagangan internasional juga, CPO-nya kan,” ujar Norsan, Rabu (3/6/2026).

Meski begitu, Norsan mengaku belum bisa memastikan secara rinci penyebab utama jatuhnya harga TBS sawit saat ini. Namun Pemerintah Provinsi Kalbar, kata dia, akan berupaya mencari langkah agar harga sawit bisa kembali membaik.

“Ini mungkin saya belum bisa memberikan komentar yang sebab dan penyebabnya anjlok harga sawit ini. Namun kita berupaya semaksimal mungkin bagaimana supaya harga sawit ini bisa kembali normal,” katanya.

Menurutnya, jika harga belum bisa kembali ke posisi sebelumnya, setidaknya dapat mendekati level harga yang pernah dinikmati petani sawit.

“Kita berupaya untuk membalikkan kepada harga semula lagi,” tuturnya.

Norsan juga menilai, melemahnya harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional turut dipengaruhi berbagai faktor global. Mulai dari situasi geopolitik hingga hambatan ekspor-impor yang berdampak pada perdagangan dunia.

“Perang dunia ini pasti penyebab juga. Mungkin terhambatnya ekspor-impor karena pengaruh hal-hal yang lain,” ujarnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Forkopimcam Bunut Hilir Survei Lokasi Dapur Makanan Bergizi di Desa Empangau
Wednesday, 03 June 2026
Artikel Sebelumnya
Di Tengah Krisis Fiskal, DPRD Pontianak Minta Pemkot Cari Sumber PAD Alternatif
Wednesday, 03 June 2026

Berita terkait