Pontianak    

Penderita Diabetes Wajib Tahu, Pemantauan Gula Darah Mandiri Bisa Cegah Komplikasi Serius

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 05 June 2026
Penderita Diabetes Wajib Tahu, Pemantauan Gula Darah Mandiri Bisa Cegah Komplikasi Serius
Pemantauan gula darah mandiri membantu penderita diabetes mengontrol gula darah dan mencegah komplikasi serius (Foto: PKRS-Humas/RSUDSSMA)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Bagi penderita Diabetes Melitus (DM), menjaga kadar gula darah tetap terkendali bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan. Salah satu cara yang dinilai efektif untuk mendukung pengelolaan diabetes adalah melalui Pemantauan Gula Darah Mandiri (PGDM) yang dilakukan secara rutin.

Perawat RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, Siti Rahima Harahap, S.Kep.Ners, menjelaskan bahwa PGDM menjadi salah satu pilar penting dalam penatalaksanaan diabetes karena membantu penderita mengetahui kondisi gula darahnya dari waktu ke waktu.

Menurut Rahima, kadar gula darah dapat berubah sewaktu-waktu akibat berbagai faktor, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, penggunaan obat-obatan, stres, hingga kondisi kesehatan lainnya.

“Dengan melakukan pemeriksaan secara teratur, penderita diabetes dapat mengetahui apakah pengobatan yang dijalani sudah efektif atau perlu dilakukan penyesuaian sesuai anjuran tenaga kesehatan,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada komunitas diabetes di RSUD SSMA Kota Pontianak, Jumat (5/6/2026).

Ia menerangkan, pemantauan gula darah mandiri tidak hanya membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi juga berperan penting dalam mencegah berbagai komplikasi diabetes yang dapat muncul dalam jangka panjang.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol berisiko meningkatkan gangguan kesehatan pada jantung, ginjal, mata, saraf, hingga pembuluh darah. Karena itu, hasil pemantauan yang dilakukan secara rutin dapat menjadi dasar bagi pasien dan tenaga kesehatan dalam menentukan langkah pengelolaan diabetes yang tepat.

“Agar hasil pemantauan dapat dimanfaatkan secara optimal, setiap hasil pemeriksaan perlu dicatat. Saat ini terdapat dua cara pencatatan hasil PGDM, yaitu secara manual dan menggunakan aplikasi digital,” jelas Rahima.

Ia menuturkan, pencatatan manual umumnya dilakukan dengan menulis hasil pemeriksaan pada buku harian atau lembar pemantauan. Cara ini dinilai mudah diterapkan karena tidak membutuhkan perangkat elektronik dan dapat digunakan oleh semua kelompok usia.

Namun demikian, metode manual juga memiliki sejumlah keterbatasan, seperti risiko kehilangan catatan, kesulitan menganalisis data dalam jangka panjang, hingga kemungkinan lupa mencatat hasil pemeriksaan.

Di sisi lain, penggunaan aplikasi digital kini semakin diminati karena menawarkan kemudahan dalam menyimpan data serta memantau perkembangan kadar gula darah melalui grafik dan riwayat pemeriksaan.

Beberapa aplikasi bahkan telah dilengkapi fitur pengingat untuk melakukan pemeriksaan gula darah, minum obat, hingga jadwal kontrol ke fasilitas kesehatan.

Meski demikian, metode digital juga memiliki tantangan tersendiri karena memerlukan telepon pintar, sumber daya listrik untuk pengisian baterai, serta kemampuan dasar dalam mengoperasikan teknologi.

“Baik pencatatan manual maupun aplikasi memiliki manfaat yang sama, yaitu membantu penderita diabetes memantau kondisi kesehatannya secara lebih teratur. Pilihan metode pencatatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan kenyamanan masing-masing individu,” ungkapnya.

Rahima mengajak seluruh penderita diabetes untuk menjadikan Pemantauan Gula Darah Mandiri sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, gula darah yang terkontrol dengan baik merupakan langkah penting untuk menjalani hidup yang lebih sehat, aktif, dan produktif.

“Gula darah yang terpantau dengan baik adalah langkah menuju hidup yang lebih sehat, aktif, dan produktif,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
BGA Group Bekali Guru di Sungai Melayu Rayak Hadapi Era Pendidikan Digital
Friday, 05 June 2026
Artikel Sebelumnya
Bahasan Ajak Warga Pontianak Tanam Satu Pohon di Setiap Rumah, Jadi Solusi Hadapi Perubahan Iklim
Friday, 05 June 2026

Berita terkait