Sambas    

Setahun Diperjuangkan, Pengaman Pantai Matang Danau Mulai Terbangun untuk Hadang Abrasi di Sambas

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 07 June 2026
Setahun Diperjuangkan, Pengaman Pantai Matang Danau Mulai Terbangun untuk Hadang Abrasi di Sambas
Pengaman pantai Matang Danau Sambas mulai terbangun. Proyek Rp14 miliar ini ditargetkan melindungi warga dari abrasi (Foto: Istimewa)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Upaya melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi di Kabupaten Sambas mulai membuahkan hasil. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama sejumlah pihak terkait meninjau langsung progres pembangunan pengaman pantai di Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Peninjauan dilakukan oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, bersama Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Romi Firman, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Bupati Sambas Satono, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.

Pembangunan pengaman pantai sepanjang 135 meter tersebut merupakan hasil perjuangan bersama yang dimulai sejak tahun lalu setelah pemerintah menerima laporan terkait abrasi yang terjadi cukup masif di kawasan pesisir Desa Matang Danau.

“Tahun lalu kami datang langsung ke lokasi bersama Bupati Sambas, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, dan berbagai pihak terkait untuk melihat kondisi abrasi yang terjadi. Setelah itu, kami bersama-sama memperjuangkan usulan ini melalui penyusunan dokumen teknis dan berbagai persyaratan yang dibutuhkan hingga akhirnya mendapatkan dukungan dan alokasi anggaran dari Kementerian PU,” ujar Herzaky Mahendra Putra, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Herzaky, pembangunan pengaman pantai di Sambas yang saat ini sedang berjalan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian teknis, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.

“Kita masih ingat ketika sempat muncul berbagai keluhan masyarakat terkait abrasi yang mengancam kawasan ini. Hari ini kita bisa melihat bersama bahwa pembangunan telah berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur pesisir tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri PU Dody Hanggodo agar setiap anggaran pembangunan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Herzaky berharap keberadaan pengaman pantai nantinya mampu memberikan rasa aman bagi warga yang selama ini hidup di bawah ancaman abrasi yang terus mendekati kawasan permukiman.

“Harapan kami, setelah pembangunan ini selesai, masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran kehilangan lahan maupun harus memindahkan rumah akibat abrasi. Aktivitas ekonomi masyarakat, lahan pertanian, serta berbagai usaha produktif di kawasan ini juga dapat terlindungi dengan lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, M. Tahid, mengungkapkan pembangunan pengaman pantai di Kabupaten Sambas telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2020. Struktur yang digunakan memiliki ukuran 80 x 80 x 80 sentimeter dengan berat sekitar satu ton per unit dan dikerjakan langsung di lokasi sehingga turut menyerap tenaga kerja lokal.

Khusus di Desa Matang Danau, kata Tahid, masih diperlukan pembangunan tambahan sepanjang sekitar 355 meter lagi guna melindungi kawasan yang terdampak abrasi, termasuk lahan pertanian masyarakat dan kawasan yang memiliki potensi wisata pesisir.

Bupati Sambas Satono turut mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan abrasi di kawasan pesisir Matang Danau.

“Sekitar setahun yang lalu kami datang ke lokasi ini setelah menerima aduan masyarakat terkait abrasi yang sangat agresif. Saat itu kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Jika tidak ditangani, bukan hanya pantai yang terkikis, tetapi juga jalan aspal di belakangnya berpotensi hilang akibat abrasi,” ujarnya.

Menurut Satono, pembangunan pengaman pantai sepanjang 135 meter dengan nilai anggaran sekitar Rp14 miliar menjadi kabar baik bagi masyarakat karena mampu melindungi permukiman, aktivitas nelayan, pelaku usaha, hingga pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Meski demikian, ia menilai penanganan abrasi di Sambas masih perlu dilanjutkan karena masih terdapat sejumlah titik rawan yang belum tertangani secara menyeluruh.

“Kami berharap pembangunan dapat berlanjut pada tahun depan. Abrasi di kawasan ini masih cukup panjang dan membutuhkan penanganan lanjutan. Harapannya tidak hanya tambahan sekitar 335 meter, tetapi apabila memungkinkan dapat menjangkau lebih dari 500 meter sehingga seluruh titik kritis dapat terlindungi,” katanya.

Satono menambahkan, penanganan abrasi yang berkelanjutan akan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan pesisir.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Balai Wilayah Sungai, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat ini,” tuturnya.

Kepala Desa Matang Danau, Halipi, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan pengaman pantai tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih karena pembangunan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sejak tahun lalu ada pengecekan oleh Pak Herzaky dari Kemenko Infrastruktur bersama jajaran Balai dari Kementerian PU. Alhamdulillah sekarang sudah terbangun dan kami berharap pembangunan ini dapat dilanjutkan ke depannya,” ujar Halipi. (*)

Artikel Selanjutnya
Abrasi Capai 20 Meter per Tahun, Kemenko Infrastruktur Tinjau Usulan Pengaman Pantai Arung Parak di Sambas
Sunday, 07 June 2026
Artikel Sebelumnya
Putussibau City Run Diserbu Pelari dari Enam Daerah, PASI Kapuas Hulu: Antusiasmenya di Luar Ekspektasi
Sunday, 07 June 2026

Berita terkait