Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 17 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Kepulangan jemaah haji Kalimantan Barat di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026), berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Keluarga yang telah lama menanti tampak antusias menyambut para jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci.
Di tengah suasana tersebut, ada pemandangan unik yang mencuri perhatian. Selain membawa oleh-oleh khas seperti kurma dan air zamzam, sejumlah jemaah juga terlihat membawa boneka unta dalam jumlah yang tidak sedikit.
Salah satunya adalah Khusnul Khatimah (43), jemaah haji asal Kabupaten Sambas yang tergabung dalam Kloter 14. Ia menjadi perhatian karena membawa delapan boneka unta berukuran besar, satu boneka domba, serta 12 boneka unta berukuran kecil yang dikalungkan di lehernya.
“Ini buat anak-anak. Ini anak yang tua pun pada minta. Jadi penuh perjuangan bawa unta ini di bandara,” ujarnya sambil tersenyum.
Khusnul mengaku cukup kerepotan saat membawa puluhan boneka tersebut selama perjalanan pulang dari Arab Saudi menuju Indonesia. Namun semua itu dilakukan demi memenuhi permintaan anak-anak dan keluarganya di rumah.
Meski harus membawa banyak oleh-oleh, Khusnul bersyukur seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar. Ia mengaku dapat menjalankan setiap tahapan ibadah dengan baik selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah lancar. Ya, kita makmum saja karena kita enggak paham semua doa. Ada yang kita ikuti, ada imamnya, kita makmum saja,” katanya.
Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti selama menunaikan ibadah haji. Menurutnya, layanan konsumsi, minuman, hingga pendampingan dari petugas haji berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah lancar. Makan lancar, minuman lancar, banyak sedekah di sana. Petugasnya juga baik-baik dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Perjalanan menuju Tanah Suci bagi Khusnul bukanlah hal yang singkat. Ia mengungkapkan harus menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat haji. Bahkan, ia berangkat seorang diri setelah melakukan mutasi kependudukan dari Lampung ke Sambas.
“Sudah dua belas tahun nunggu. Saya sendiri, kami mutasi dari Lampung ke Sambas,” ucapnya.
Usai menunaikan rukun Islam kelima, Khusnul mengaku sulit menggambarkan rasa bahagia yang dirasakannya. Menurutnya, pengalaman berhaji menjadi momen yang sangat berharga dalam hidupnya.
“Alhamdulillah rasa gembira, senang, tiada tara pokoknya. Enggak bisa diimbangin dengan kata-kata,” katanya.
Ke depan, ia berharap masih diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang cukup agar dapat kembali beribadah ke Baitullah.
“Kami hanya berdoa semoga diberi rezeki yang berlimpah lagi, supaya bisa ibadah ke Baitullah lagi,” tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kepulangan jemaah haji Kalimantan Barat di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026), berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Keluarga yang telah lama menanti tampak antusias menyambut para jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci.
Di tengah suasana tersebut, ada pemandangan unik yang mencuri perhatian. Selain membawa oleh-oleh khas seperti kurma dan air zamzam, sejumlah jemaah juga terlihat membawa boneka unta dalam jumlah yang tidak sedikit.
Salah satunya adalah Khusnul Khatimah (43), jemaah haji asal Kabupaten Sambas yang tergabung dalam Kloter 14. Ia menjadi perhatian karena membawa delapan boneka unta berukuran besar, satu boneka domba, serta 12 boneka unta berukuran kecil yang dikalungkan di lehernya.
“Ini buat anak-anak. Ini anak yang tua pun pada minta. Jadi penuh perjuangan bawa unta ini di bandara,” ujarnya sambil tersenyum.
Khusnul mengaku cukup kerepotan saat membawa puluhan boneka tersebut selama perjalanan pulang dari Arab Saudi menuju Indonesia. Namun semua itu dilakukan demi memenuhi permintaan anak-anak dan keluarganya di rumah.
Meski harus membawa banyak oleh-oleh, Khusnul bersyukur seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar. Ia mengaku dapat menjalankan setiap tahapan ibadah dengan baik selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah lancar. Ya, kita makmum saja karena kita enggak paham semua doa. Ada yang kita ikuti, ada imamnya, kita makmum saja,” katanya.
Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti selama menunaikan ibadah haji. Menurutnya, layanan konsumsi, minuman, hingga pendampingan dari petugas haji berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah lancar. Makan lancar, minuman lancar, banyak sedekah di sana. Petugasnya juga baik-baik dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Perjalanan menuju Tanah Suci bagi Khusnul bukanlah hal yang singkat. Ia mengungkapkan harus menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat haji. Bahkan, ia berangkat seorang diri setelah melakukan mutasi kependudukan dari Lampung ke Sambas.
“Sudah dua belas tahun nunggu. Saya sendiri, kami mutasi dari Lampung ke Sambas,” ucapnya.
Usai menunaikan rukun Islam kelima, Khusnul mengaku sulit menggambarkan rasa bahagia yang dirasakannya. Menurutnya, pengalaman berhaji menjadi momen yang sangat berharga dalam hidupnya.
“Alhamdulillah rasa gembira, senang, tiada tara pokoknya. Enggak bisa diimbangin dengan kata-kata,” katanya.
Ke depan, ia berharap masih diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang cukup agar dapat kembali beribadah ke Baitullah.
“Kami hanya berdoa semoga diberi rezeki yang berlimpah lagi, supaya bisa ibadah ke Baitullah lagi,” tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini