Pontianak    

Pulang Haji, Khusnul Khatimah Bawa 20 Boneka Unta Untuk Anak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 17 June 2026
Pulang Haji, Khusnul Khatimah Bawa 20 Boneka Unta Untuk Anak
Pulang haji, jemaah asal Sambas membawa 20 boneka unta untuk anak-anak dan mencuri perhatian di Asrama Haji Pontianak (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kepulangan jemaah haji Kalimantan Barat di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026), berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Keluarga yang telah lama menanti tampak antusias menyambut para jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci.

Di tengah suasana tersebut, ada pemandangan unik yang mencuri perhatian. Selain membawa oleh-oleh khas seperti kurma dan air zamzam, sejumlah jemaah juga terlihat membawa boneka unta dalam jumlah yang tidak sedikit.

Salah satunya adalah Khusnul Khatimah (43), jemaah haji asal Kabupaten Sambas yang tergabung dalam Kloter 14. Ia menjadi perhatian karena membawa delapan boneka unta berukuran besar, satu boneka domba, serta 12 boneka unta berukuran kecil yang dikalungkan di lehernya.

“Ini buat anak-anak. Ini anak yang tua pun pada minta. Jadi penuh perjuangan bawa unta ini di bandara,” ujarnya sambil tersenyum.

Khusnul mengaku cukup kerepotan saat membawa puluhan boneka tersebut selama perjalanan pulang dari Arab Saudi menuju Indonesia. Namun semua itu dilakukan demi memenuhi permintaan anak-anak dan keluarganya di rumah.

Meski harus membawa banyak oleh-oleh, Khusnul bersyukur seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar. Ia mengaku dapat menjalankan setiap tahapan ibadah dengan baik selama berada di Tanah Suci.

“Alhamdulillah lancar. Ya, kita makmum saja karena kita enggak paham semua doa. Ada yang kita ikuti, ada imamnya, kita makmum saja,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti selama menunaikan ibadah haji. Menurutnya, layanan konsumsi, minuman, hingga pendampingan dari petugas haji berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah lancar. Makan lancar, minuman lancar, banyak sedekah di sana. Petugasnya juga baik-baik dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Perjalanan menuju Tanah Suci bagi Khusnul bukanlah hal yang singkat. Ia mengungkapkan harus menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat haji. Bahkan, ia berangkat seorang diri setelah melakukan mutasi kependudukan dari Lampung ke Sambas.

“Sudah dua belas tahun nunggu. Saya sendiri, kami mutasi dari Lampung ke Sambas,” ucapnya.

Usai menunaikan rukun Islam kelima, Khusnul mengaku sulit menggambarkan rasa bahagia yang dirasakannya. Menurutnya, pengalaman berhaji menjadi momen yang sangat berharga dalam hidupnya.

“Alhamdulillah rasa gembira, senang, tiada tara pokoknya. Enggak bisa diimbangin dengan kata-kata,” katanya.

Ke depan, ia berharap masih diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang cukup agar dapat kembali beribadah ke Baitullah.

“Kami hanya berdoa semoga diberi rezeki yang berlimpah lagi, supaya bisa ibadah ke Baitullah lagi,” tutupnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Mobil Hilang Kendali di Jalan Ketapang–Pesaguan, Tabrak Toyota Calya dari Arah Berlawanan
Wednesday, 17 June 2026
Artikel Sebelumnya
Haru Kepulangan Jemaah Haji Kalbar, Syukur Usai 12 Tahun Menunggu hingga Bawa Boneka Unta untuk Anak
Wednesday, 17 June 2026

Berita terkait