Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 17 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai kedatangan 444 jemaah haji asal Kalimantan Barat yang tergabung dalam Kloter 14 di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026). Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah akhirnya kembali ke kampung halaman dan disambut hangat oleh keluarga yang telah lama menanti.
Kloter 14 menjadi rombongan pertama jemaah haji yang tiba di Kalbar tahun ini. Mereka berasal dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Sanggau, Bengkayang, dan Landak.
Senyum lega dan rasa syukur tampak jelas di wajah para jemaah. Salah satunya dirasakan Safarudin Harun Rasid (68), jemaah asal Pontianak yang berangkat bersama sang istri setelah menunggu selama 13 tahun.
Safarudin mengaku bersyukur karena seluruh proses ibadah haji berjalan lancar, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.
“Semua Allah mudahkan segala urusannya. Mulai dari akomodasi, berangkat sampai pulang. Di Embarkasi Batam luar biasa, sampai di Makkah, Madinah, Arafah juga begitu. Makannya enak, tidak ada masalah. Semua kendala dilancarkan,” katanya.
Pensiunan swasta tersebut juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan petugas haji yang dinilainya sangat membantu para jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Kami bersyukur tahun ini karena Kementerian Agama benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Kami diberi kesempatan sehat, diberi kenyamanan, baik yang reguler, yang sakit maupun yang lansia. Luar biasa,” ujarnya.
Menurut Safarudin, berbagai tantangan kecil yang ditemui selama menjalankan ibadah justru menjadi bagian dari pengalaman spiritual yang berharga.
“Kalau ada sedikit kendala itu biasa dalam haji. Itulah nikmat haji,” ucapnya sambil tersenyum.
Meski harus menghadapi cuaca panas di Tanah Suci, ia bersyukur kondisinya tetap sehat hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
“Alhamdulillah, saya diberi kesehatan dari awal sampai akhir,” katanya.
Setibanya di Pontianak, Safarudin langsung dijemput anaknya untuk kembali ke rumah di kawasan Pal 5.
“Mulai dari berangkat sampai pulang semuanya dikawal. Nikmat haji itu luar biasa,” tuturnya.
Rasa syukur yang sama juga dirasakan Khusnul Khatimah (43), jemaah asal Kabupaten Sambas yang harus menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
Perempuan yang sebelumnya melakukan mutasi kependudukan dari Lampung ke Sambas itu mengaku seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah lancar. Kita makmum saja karena tidak paham semua doa. Ada yang kita ikuti, ada imamnya, kita makmum saja,” katanya.
Ia juga mengaku kebutuhan selama berada di Tanah Suci terpenuhi dengan baik.
“Makan lancar, minuman lancar, banyak sedekah di sana. Petugas hajinya juga baik-baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Bagi Khusnul, kebahagiaan setelah berhasil menunaikan rukun Islam kelima sulit untuk digambarkan.
“Rasa gembira, senang, tiada tara pokoknya. Enggak bisa diimbangi dengan kata-kata,” tuturnya.
Ia berharap suatu saat nanti kembali mendapat kesempatan untuk beribadah ke Baitullah.
“Kami hanya berdoa semoga diberi rezeki yang berlimpah lagi, sehingga bisa beribadah ke Baitullah lagi,” katanya.
Di tengah suasana penyambutan yang penuh haru, Khusnul juga sempat mencuri perhatian. Ia membawa oleh-oleh yang tidak biasa, yakni puluhan boneka unta yang dikalungkan di lehernya.
Total ada delapan boneka unta berukuran besar, satu boneka domba, dan 12 boneka unta berukuran kecil yang dibawanya pulang untuk anak-anak di rumah.
“Ini buat anak-anak. Anak yang sudah besar pun pada minta. Jadi penuh perjuangan bawa unta ini di bandara,” ujarnya sambil tertawa. (Lid)
KALBARONLINE.com – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai kedatangan 444 jemaah haji asal Kalimantan Barat yang tergabung dalam Kloter 14 di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026). Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah akhirnya kembali ke kampung halaman dan disambut hangat oleh keluarga yang telah lama menanti.
Kloter 14 menjadi rombongan pertama jemaah haji yang tiba di Kalbar tahun ini. Mereka berasal dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Sanggau, Bengkayang, dan Landak.
Senyum lega dan rasa syukur tampak jelas di wajah para jemaah. Salah satunya dirasakan Safarudin Harun Rasid (68), jemaah asal Pontianak yang berangkat bersama sang istri setelah menunggu selama 13 tahun.
Safarudin mengaku bersyukur karena seluruh proses ibadah haji berjalan lancar, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.
“Semua Allah mudahkan segala urusannya. Mulai dari akomodasi, berangkat sampai pulang. Di Embarkasi Batam luar biasa, sampai di Makkah, Madinah, Arafah juga begitu. Makannya enak, tidak ada masalah. Semua kendala dilancarkan,” katanya.
Pensiunan swasta tersebut juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan petugas haji yang dinilainya sangat membantu para jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Kami bersyukur tahun ini karena Kementerian Agama benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Kami diberi kesempatan sehat, diberi kenyamanan, baik yang reguler, yang sakit maupun yang lansia. Luar biasa,” ujarnya.
Menurut Safarudin, berbagai tantangan kecil yang ditemui selama menjalankan ibadah justru menjadi bagian dari pengalaman spiritual yang berharga.
“Kalau ada sedikit kendala itu biasa dalam haji. Itulah nikmat haji,” ucapnya sambil tersenyum.
Meski harus menghadapi cuaca panas di Tanah Suci, ia bersyukur kondisinya tetap sehat hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
“Alhamdulillah, saya diberi kesehatan dari awal sampai akhir,” katanya.
Setibanya di Pontianak, Safarudin langsung dijemput anaknya untuk kembali ke rumah di kawasan Pal 5.
“Mulai dari berangkat sampai pulang semuanya dikawal. Nikmat haji itu luar biasa,” tuturnya.
Rasa syukur yang sama juga dirasakan Khusnul Khatimah (43), jemaah asal Kabupaten Sambas yang harus menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
Perempuan yang sebelumnya melakukan mutasi kependudukan dari Lampung ke Sambas itu mengaku seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah lancar. Kita makmum saja karena tidak paham semua doa. Ada yang kita ikuti, ada imamnya, kita makmum saja,” katanya.
Ia juga mengaku kebutuhan selama berada di Tanah Suci terpenuhi dengan baik.
“Makan lancar, minuman lancar, banyak sedekah di sana. Petugas hajinya juga baik-baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Bagi Khusnul, kebahagiaan setelah berhasil menunaikan rukun Islam kelima sulit untuk digambarkan.
“Rasa gembira, senang, tiada tara pokoknya. Enggak bisa diimbangi dengan kata-kata,” tuturnya.
Ia berharap suatu saat nanti kembali mendapat kesempatan untuk beribadah ke Baitullah.
“Kami hanya berdoa semoga diberi rezeki yang berlimpah lagi, sehingga bisa beribadah ke Baitullah lagi,” katanya.
Di tengah suasana penyambutan yang penuh haru, Khusnul juga sempat mencuri perhatian. Ia membawa oleh-oleh yang tidak biasa, yakni puluhan boneka unta yang dikalungkan di lehernya.
Total ada delapan boneka unta berukuran besar, satu boneka domba, dan 12 boneka unta berukuran kecil yang dibawanya pulang untuk anak-anak di rumah.
“Ini buat anak-anak. Anak yang sudah besar pun pada minta. Jadi penuh perjuangan bawa unta ini di bandara,” ujarnya sambil tertawa. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini