Pontianak    

Kloter Pertama Jemaah Haji Kalbar Tiba di Pontianak, Satu Jemaah Masih Jalani Perawatan di Batam

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 17 June 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Kalbar Tiba di Pontianak, Satu Jemaah Masih Jalani Perawatan di Batam
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalbar, Kamaludin saat diwawancarai wartawan (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Sebanyak 439 jemaah haji asal Kalimantan Barat bersama empat petugas yang tergabung dalam Kloter 14 tiba di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026). Kepulangan kloter pertama ini disambut penuh haru oleh keluarga dan kerabat yang sejak pagi menunggu kedatangan para tamu Allah tersebut.

Jemaah yang tiba berasal dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Sanggau, Bengkayang, dan Landak. Momen kepulangan ini menjadi kabar yang dinanti setelah para jemaah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalbar, Kamaludin, memastikan seluruh jemaah Kloter 14 telah meninggalkan Arab Saudi. Namun, satu orang jemaah belum dapat melanjutkan perjalanan ke Pontianak karena harus menjalani perawatan medis di Batam.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah Kloter 14 yang berjumlah 444 orang tidak ada yang tertinggal di Arab Saudi. Namun saat tiba di Batam, ada satu jemaah yang sakit di pesawat dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” kata Kamaludin.

Ia menjelaskan, kondisi kesehatan jemaah tersebut masih memerlukan observasi sehingga belum mendapatkan izin dari tim medis untuk melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Barat.

“Hingga hari ini, yang bersangkutan belum diizinkan pulang oleh tim medis. Mudah-mudahan segera pulih dan bisa dipulangkan ke Kalimantan Barat,” ujarnya.

Kamaludin juga memaparkan bahwa proses pemulangan jemaah haji melibatkan beberapa unsur panitia secara berjenjang, mulai dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Panitia Embarkasi Batam, hingga PPIH daerah.

Menurutnya, tanggung jawab terhadap jemaah berpindah sesuai lokasi keberadaan mereka.

“Saat jemaah masih berada di Arab Saudi menjadi tanggung jawab PPIH Arab Saudi. Ketika tiba di Batam, menjadi tanggung jawab Embarkasi Batam. Setelah sampai di Pontianak, tanggung jawab diserahkan kepada panitia daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh jemaah yang tiba di Embarkasi Batam wajib menjalani masa istirahat selama 24 jam sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing.

Berdasarkan data Kanwil Kemenhaj Kalbar, total jemaah haji asal Kalbar yang dipulangkan tahun ini mencapai 1.845 orang, termasuk 17 petugas kloter. Selain itu, terdapat 11 jemaah yang lebih dahulu kembali ke Indonesia secara mandiri karena alasan kesehatan, kedinasan, maupun keperluan keluarga.

Di sisi lain, Kamaludin menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat tiga jemaah haji asal Kalbar meninggal dunia selama proses penyelenggaraan ibadah haji. Rinciannya, satu orang meninggal di Arab Saudi, satu orang saat proses kepulangan di Jeddah, dan satu orang lainnya meninggal di Embarkasi Batam.

Meski demikian, ia menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan cukup baik. Berdasarkan laporan dan evaluasi yang diterima, mayoritas jemaah memberikan respons positif terhadap pelayanan yang diberikan.

“Dari laporan yang kami terima, pelayanan haji tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga akomodasi. Tidak ada keluhan berarti dari jemaah Kalimantan Barat,” tutupnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Haru Kepulangan Jemaah Haji Kalbar, Syukur Usai 12 Tahun Menunggu hingga Bawa Boneka Unta untuk Anak
Wednesday, 17 June 2026
Artikel Sebelumnya
PAD Lampaui Target, Pontianak Kian Dekat Menuju Daerah Mandiri Secara Fiskal
Wednesday, 17 June 2026

Berita terkait