Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 19 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong bakcang menjadi salah satu ikon kuliner khas Kota Pontianak. Menurutnya, bakcang tidak hanya memiliki nilai kuliner, tetapi juga mengandung filosofi keberagaman, kebersamaan, dan persatuan yang selaras dengan karakter masyarakat Pontianak.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka Festival 1000 Bakcang Tahun 2026 di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026).
“Filosofi bakcang ini menunjukkan adanya keberagaman dan kebersamaan untuk kita bersatu, sama-sama membangun kota kita,” ujarnya.
Edi menjelaskan, makanan berbahan dasar ketan yang berisi ayam, daging, telur asin, dan berbagai bahan lainnya tersebut mencerminkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, Festival 1000 Bakcang merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tionghoa yang turut memperkuat identitas Pontianak sebagai kota budaya.
“Pontianak sekarang ini merupakan salah satu kota budaya, karena penduduknya terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan dari mancanegara,” katanya.
Ia menilai keberagaman yang dimiliki Kota Pontianak merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama. Karena itu, berbagai kegiatan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat perlu mendapat dukungan agar memberikan dampak positif bagi keharmonisan dan toleransi antarwarga.
Edi juga menyoroti pentingnya Sungai Kapuas sebagai urat nadi kehidupan masyarakat sekaligus bagian dari sejarah perkembangan Kota Pontianak. Oleh sebab itu, kegiatan budaya yang digelar di kawasan tepian Sungai Kapuas dinilai memiliki nilai historis dan sosial yang kuat.
“Kegiatan budaya seperti ini patut kita dukung dan kolaborasikan menjadi bagian dari kegiatan yang memberi dampak positif untuk keharmonisan dan toleransi warga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edi mengajak panitia dan masyarakat Tionghoa menjadikan Festival 1000 Bakcang sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM kuliner.
Menurutnya, bakcang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu kuliner unggulan Kota Pontianak yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan sepanjang tahun.
“Bisa juga nanti bakcang ini menjadi salah satu ciri khas makanan Kota Pontianak. Kalau ada tamu dari luar, bakcang ini ada di Kota Pontianak, tidak hanya saat festival, tetapi setiap hari,” ungkapnya.
Edi menambahkan, Pontianak saat ini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Indonesia. Banyak wisatawan maupun tamu dari luar daerah yang kembali berkunjung karena tertarik dengan ragam kuliner khas yang dimiliki kota ini.
“Teman-teman yang datang dari luar kota atau dari daerah ke Pontianak selalu rindu dengan kulinernya. Mereka datang ke Pontianak hanya ingin menikmati kuliner-kuliner yang ada,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap keberagaman kuliner yang dimiliki Kota Pontianak terus diperkuat dan dipromosikan. Festival 1000 Bakcang diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana promosi kuliner dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini yang perlu kita tingkatkan di tengah keberagaman jenis makanan yang ada di Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong bakcang menjadi salah satu ikon kuliner khas Kota Pontianak. Menurutnya, bakcang tidak hanya memiliki nilai kuliner, tetapi juga mengandung filosofi keberagaman, kebersamaan, dan persatuan yang selaras dengan karakter masyarakat Pontianak.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka Festival 1000 Bakcang Tahun 2026 di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026).
“Filosofi bakcang ini menunjukkan adanya keberagaman dan kebersamaan untuk kita bersatu, sama-sama membangun kota kita,” ujarnya.
Edi menjelaskan, makanan berbahan dasar ketan yang berisi ayam, daging, telur asin, dan berbagai bahan lainnya tersebut mencerminkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, Festival 1000 Bakcang merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tionghoa yang turut memperkuat identitas Pontianak sebagai kota budaya.
“Pontianak sekarang ini merupakan salah satu kota budaya, karena penduduknya terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan dari mancanegara,” katanya.
Ia menilai keberagaman yang dimiliki Kota Pontianak merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama. Karena itu, berbagai kegiatan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat perlu mendapat dukungan agar memberikan dampak positif bagi keharmonisan dan toleransi antarwarga.
Edi juga menyoroti pentingnya Sungai Kapuas sebagai urat nadi kehidupan masyarakat sekaligus bagian dari sejarah perkembangan Kota Pontianak. Oleh sebab itu, kegiatan budaya yang digelar di kawasan tepian Sungai Kapuas dinilai memiliki nilai historis dan sosial yang kuat.
“Kegiatan budaya seperti ini patut kita dukung dan kolaborasikan menjadi bagian dari kegiatan yang memberi dampak positif untuk keharmonisan dan toleransi warga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edi mengajak panitia dan masyarakat Tionghoa menjadikan Festival 1000 Bakcang sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM kuliner.
Menurutnya, bakcang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu kuliner unggulan Kota Pontianak yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan sepanjang tahun.
“Bisa juga nanti bakcang ini menjadi salah satu ciri khas makanan Kota Pontianak. Kalau ada tamu dari luar, bakcang ini ada di Kota Pontianak, tidak hanya saat festival, tetapi setiap hari,” ungkapnya.
Edi menambahkan, Pontianak saat ini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Indonesia. Banyak wisatawan maupun tamu dari luar daerah yang kembali berkunjung karena tertarik dengan ragam kuliner khas yang dimiliki kota ini.
“Teman-teman yang datang dari luar kota atau dari daerah ke Pontianak selalu rindu dengan kulinernya. Mereka datang ke Pontianak hanya ingin menikmati kuliner-kuliner yang ada,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap keberagaman kuliner yang dimiliki Kota Pontianak terus diperkuat dan dipromosikan. Festival 1000 Bakcang diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana promosi kuliner dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini yang perlu kita tingkatkan di tengah keberagaman jenis makanan yang ada di Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini