Kapuas Hulu    

Bupati Kapuas Hulu Resmi Buka Gawai Paroki St. Montfort Badau 2026, Dorong Pelestarian Budaya Dayak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 24 June 2026
Bupati Kapuas Hulu Resmi Buka Gawai Paroki St. Montfort Badau 2026, Dorong Pelestarian Budaya Dayak
Bupati Kapuas Hulu membuka Gawai Paroki St. Montfort Badau 2026 dan mengajak masyarakat melestarikan budaya Dayak (Foto: Haq/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026 yang digelar di halaman Gereja St. Montfort Badau, Kecamatan Badau, Selasa (23/6/2026).

Mengusung tema "Bejalai Segulai, Mansang ke Menua, Maju ke Bansa", kegiatan tersebut menjadi momentum kebersamaan umat dan masyarakat dalam mensyukuri berkat Tuhan sekaligus melestarikan budaya Dayak di wilayah perbatasan.

Acara ini dihadiri anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Pastor Paroki St. Montfort Badau beserta para imam dan biarawan-biarawati, unsur Forkopimcam Badau, para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki, panitia, para donatur, relawan, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Gawai Paroki St. Montfort Badau.

Menurutnya, Gawai Dayak Nasrani merupakan wujud rasa syukur atas berbagai berkat kehidupan yang diterima masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keimanan, persaudaraan, serta semangat pelayanan kepada sesama.

"Perpaduan antara nilai budaya dan nilai religius dalam gawai menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat," tutur Fransiskus Diaan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Dayak sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai luhur. Di tengah perkembangan zaman, generasi muda diharapkan tetap bangga terhadap identitas budayanya dengan terus mempelajari bahasa daerah, seni tradisional, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.

Fransiskus berharap Gawai Paroki St. Montfort Badau tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang mampu mempererat persatuan sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Dayak.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Badau memiliki peran strategis sebagai salah satu wajah Indonesia di kawasan perbatasan. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu akan terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Usai menyampaikan sambutannya, Fransiskus Diaan secara resmi membuka Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Kapuas Hulu. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Babinsa Putussibau Utara Hadiri Pembukaan Kemah Pemuda GGKMI Kapuas Hulu, Dukung Pembinaan Generasi Muda
Wednesday, 24 June 2026
Artikel Sebelumnya
Bea Cukai Sita 2.060 Bale Pakaian Bekas Ilegal di Kalbar Senilai Rp16,4 Miliar, Diduga Hendak Dikirim ke Jakarta
Wednesday, 24 June 2026

Berita terkait